MOMSMONEY.ID - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini diperkirakan akan lebih dipengaruhi musim laporan keuangan emiten kuartalan, seiring minimnya agenda makro ekonomi yang menjadi penggerak pasar.
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, menilai hasil kinerja perusahaan diperkirakan akan menjadi penentu utama arah rotasi sektor maupun keberlanjutan aliran dana ke pasar saham domestik
Selain musim laporan keuangan, investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi. Dari dalam negeri, perhatian tertuju pada keputusan suku bunga Bank Indonesia, pertumbuhan kredit perbankan, dan data jumlah uang beredar (M2 Money Supply).
Sementara, dari luar negeri, pasar menunggu rilis Loan Prime Rate China, ADP Employment Change, Initial Jobless Claims, EIA Crude Oil Stocks, neraca The Fed, hingga S&P Global Flash PMI Amerika Serikat.
Baca Juga: S&P Pertahankan Rating Indonesia, Apa Artinya bagi Pasar Obligasi & Rupiah?
Secara teknikal, pekan lalu, IHSG ditutup menguat 1,10% ke level 6.175,54 dan berhasil kembali berada di atas rata-rata pergerakan lima hari (MA5). Menurut Imam, level 6.085 kini menjadi area penopang terdekat, sedangkan 6.190 menjadi level yang perlu ditembus untuk membuka peluang kenaikan lebih lanjut.
Jika IHSG mampu bertahan di atas 6.190 dengan dukungan volume transaksi yang meningkat, indeks berpotensi melanjutkan penguatan menuju area 6.381. "Sebaliknya, kegagalan menembus level tersebut dapat memicu aksi ambil untung dengan potensi pelemahan kembali ke area 6.085 hingga 5.987," proyeksinya mengutip siaran pers, Senin (20/7).
Pada perdagangan Senin (20/7), IHSG berhasil ditutup menguat 0,91% menjadi 6.231.
Merespons prospek pasar, IPOT merekomendasikan tiga saham yang layak dicermati pada pekan ini, sebagai berikut:
1. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
Saham ICBP direkomendasikan beli di area Rp 6.850 dengan target harga Rp 7.300 dan stop loss di bawah Rp 6.625.
Selain didukung sinyal teknikal yang membaik, perseroan juga diperkirakan menikmati perbaikan margin seiring harga gandum dan crude palm oil (CPO) yang lebih stabil sehingga dapat menjaga biaya produksi pada semester II 2026.
Baca Juga: Bitcoin Bertahan di US$ 64.000 Saat Geopolitik Memanas, Apa sebabnya?
2. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)
Saham EMTK direkomendasikan beli pada level Rp 535 dengan target Rp 585 dan stop loss di bawah Rp 510.
Secara teknikal, saham ini mulai menunjukkan perbaikan momentum setelah membentuk pola higher low dan didukung peningkatan volume transaksi.
3. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
Saham BSDE direkomendasikan beli pada harga Rp 575 dengan target Rp 625 dan stop loss di bawah Rp 550.
Selain menunjukkan perbaikan tren secara teknikal, saham properti ini juga dinilai berpotensi memperoleh sentimen positif apabila tekanan inflasi global terus mereda dan membuka ruang bagi Bank Indonesia untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih akomodatif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News