MOMSMONEY.ID - Sempat melemah di perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun kembali unjuk gigi. Pada penutupan perdagangan, Kamis (12/8), IHSG ditutup menguat 51,24 poin atau 0,84% ke level 6.139,65.
Dari data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), total volume perdagangan mencapai 24,34 miliar dengan nilai transaksi Rp 16,01 triliun. Ada 291 saham yang menguat 128 saham yang turun dan 138 saham yang stagnan.
Kenaikan IHSG hari ini juga ditopang penguatan 9 dari 11 sektor. Sektor yang naik paling tinggi antara lain sektor infrastruktur 2,73%, sektor perindustrian 2,59%, sektor barang baku 2,09% dan sektor energi 1,99%. Hanya dua sektor yang turun yakni sektor teknologi 1,62% dan sektor kesehatan 0,60%.
Baca Juga: Hati-hati, Ini Bahaya Cetak Sertifikat Vaksin
Analis Samuel Sekuritas, Muhammad Alfatih mengatakan penguatan IHSG hari ini disebabkan kasus covid-19 yang ditemukan di Indonesia mencapai 3,7 juta, namun tingkat kesembuhan mencapai 85,6% pada 11 Agustus kemarin. Dibanding hari sebelumnya, yakni 10 Agustus sebesar 85,3%, ada peningkatan angka kesembuhan pasien covid-19 0,3%. Disamping itu juga, data penjualan ritel tumbuh 2,5% (YoY) pada bulan Juni lalu.
Kendati demikian, Alfatih melihat, pergerakan IHSG esok akan cenderung stagnan akibat minim sentimen. Belum lagi dengan kebijakan ganjil genap yang diterapkan.
"Sebagai pengganti penyekatan di sejumlah ruas jalan, hal ini dapat dipandang pasar sebagai sentimen negatif. Karena masyarakat akan lebih banyak bepergian dan mendorong kenaikan kasus positif covid," ucapnya.
Dia pun memperkirakan IHSG besok bergerak di rentang 6.100 sampai 6.190. Adapun saham-saham yang bisa dicermati pada perdagangan yaitu BBCA, ICBP, MIKA, GGRM, CPIN, dan MAPI.
Selanjutnya: Waspadai 5 Penyebab Asam Lambung Naik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News