M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

IHSG Gagal Menguat, Turun 0,95% ke Level 7.046 di Awal Desember (2/12)

Reporter: Sanny Cicilia  |  Editor: Sanny Cicilia


MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal bertahan di zona hijau. Senin, 2 Desember 2024, IHSG ditutup turun 0,95% ke level 7.046,97.

Sebanyak 370 saham yang turun menyeret IHSG. Sementara itu, 222 saham naik dan 199 saham bergeming. 

Founder Stocknow.id Hendra Wardana mencatat, IHSG gagal mempertahankan area support kuat di 7.118. 

Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBRI (-1,88%), BBCA (-2,50%), BMRI (-2,44%), BBNI (-5,42%), dan ASII (-3,14%) menjadi pemberat utama, Minimnya sentimen positif di pasar menjadi penyebab utama tekanan ini.

Sebagai kontras, sektor energi mencatatkan performa gemilang, dengan ADRO (+11,06%), PTRO (+10,90%), UNTR (+2,33%), PGAS (+3,29%), dan SRTG (+12,74%) mengalami penguatan signifikan, didukung oleh kenaikan harga komoditas global.

Menurut Hendra, sentimen negatif di pasar tidak lepas dari beberapa faktor domestik. Rencana pemerintah untuk menaikkan PPN menjadi 12% memberikan tekanan psikologis yang besar, mengingat dampaknya terhadap konsumsi domestik, yang menjadi motor utama ekonomi Indonesia.

"Pelaku pasar berharap pemerintah akan menunda kebijakan ini untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah perlambatan ekonomi yang terlihat dari data PMI manufaktur," kata dia dalam rilisnya. 

PMI Indonesia yang dirilis pada November mencatat kontraksi di level 49,6, menandai lima bulan berturut-turut sektor manufaktur berada dalam tekanan. Ditambah lagi, pelemahan nilai tukar rupiah sebesar 0,44% ke Rp15.906 per dolar AS turut menambah beban sentimen. 

Sebagai tambahan data makro ekonomi, inflasi tahunan (year on year) Indonesia pada November 2024 sebesar 1,55%, melambat dari bulan sebelumnya. Angka ini juga mendekati batas bawah target pemerintah 1,5%-3,5%. 

Sentimen global

Di sisi lain, faktor global membawa harapan. Bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve diperkirakan akan mengumumkan kemungkinan penurunan suku bunga pada 18 Desember. 

"Jika ini terealisasi, biaya pendanaan global yang lebih rendah dapat memicu aliran dana asing kembali ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia," kata Hendra.

Hal ini memberikan peluang bagi IHSG untuk rebound, terutama jika sentimen global dan kebijakan domestik bersinergi dengan baik. 

Dalam sepekan ke depan, IHSG kemungkinan akan menguji support psikologis di level 7.000, dengan rebound bergantung pada perkembangan sentimen domestik dan global. 

"Stabilitas makroekonomi dalam negeri, terutama terkait kebijakan fiskal seperti penundaan PPN, akan menjadi kunci penting dalam mendorong kepercayaan investor dan mengembalikan IHSG ke jalur penguatan," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ingin Upgrade Kendaraan? OLXmobbi Kembali jadi Official Trade-in Partner GIIAS 2026

Ini merupakan tahun keempat OLXmobbi menghadirkan layanan trade-in bagi pelanggan yang ingin mengganti mobilnya di GIIAS. 

Hasil Taipei Open 2026, 2 Wakil Indonesia Melaju ke Babak Semifinal

Hasil Taipei Open 2026 babak perempat final Jumat (31/7), dua wakil Indonesia melenggang ke semifinal turnamen BWF Super 300 ini.

8 Tips Membuat Ruang Berjemur di Rumah Lebih Adem dan Enggak Bosan

Ingin ruang berjemur tetap adem dan nyaman? Simak 8 tips desain yang cocok untuk rumah tropis Indonesia sepanjang tahun.

Warna Cat Rumah yang Diprediksi Jadi Tren 2027, Ada Nuansa Alam Lo

Tren warna cat rumah 2027 membawa nuansa alam, nostalgia, dan warna berani untuk menciptakan hunian yang terasa lebih personal.

Uang Receh Belanja Bisa Jadi Investasi Lo, Begini Cara Melakukannya

Uang receh dari belanja bisa dikumpulkan menjadi modal investasi. Simak cara sederhana, manfaat compounding, dan risikonya.

Berapa Persen Gaji Suami untuk Dapur? Ini Cara Hitung yang Lebih Adil

Berapa persen gaji suami untuk dapur? Simak cara tentukan anggaran makanan yang pas tanpa membuat keuangan keluarga sesak.

Kaiser Cancer Center Beroperasi, Pasien Diharapkan Tak Berobat Ke Luar Negeri Lagi

Kaiser Cancer Center, klinik kanker terpadu, beroperasi di KEK ETKI Banten atau D-HUB SEZ, BSD City.​

Saham & Obligasi Sama-Sama Atraktif, Reksadana Campuran Layak Dilirik

Di tengah pemulihan pasar domestik, Syailendra Capital menilai reksadana campuran mampu memanfaatkan peluang dari saham dan obligasi sekaligus.

Penggemar Spider-Man Merapat, Supermal Karawaci Punya Wahana dan Meet and Greet

​Mulai dari wahana, workshop, hingga meet and greet, semuanya hadir untuk memeriahkan Spider-Man Day.

Platform Whooz Hadirkan Katalog Solusi Ekosistem IT Tanpa Modal Besar bagi SME

Pentingnya infrastruktur IT dan jaringan yang andal untuk menjaga kelancaran operasional bisnis, Whooz hadir sajikan solusi.