MOMSMONEY.ID - Outlook pasar pekan ini diperkirakan bergerak dalam kondisi risk-off moderat, yang didominasi tekanan eksternal, terutama eskalasi ketegangan geopolitik di wilayah Selat Hormuz.
Menurut Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, kondisi selat Hormuz secara fundamental memberikan tekanan besar berupa kenaikan biaya produksi bagi negara-negara net importir energi, yang pada gilirannya dapat memicu risiko inflasi dan menggerus daya beli masyarakat secara luas.
Di tengah situasi pasar yang cenderung bergerak dalam kondisi risk-off moderat, lanjut David, sektor konsumsi dan transportasi menghadapi risiko penurunan yang signifikan akibat lonjakan harga energi. Di sisi lain, sektor komoditas nikel dan CPO diprediksi tetap memiliki ketahanan yang kuat berkat adanya keterbatasan pasokan global dan dukungan kebijakan domestik.
"Situasi ini, secara teknikal, menempatkan IHSG dalam fase downtrend jangka menengah yang berisiko menguji area support di level 6.918 hingga 6.696," prediksi David mengutip siaran pers, Senin (4/5).
Maka, David menyarankan investor benar-benar bersikap lebih defensif dengan fokus pada emiten berbasis komoditas, seperti nikel dan CPO, yang memiliki ketahanan fundamental lebih kuat dibandingkan sektor konsumsi atau transportasi yang rentan terhadap lonjakan biaya operasional.
Baca Juga: Lanjut Turun, Harga Emas Hari Ini Tergelincir di bawah US$ 4.600 per troi ons
Merespons dinamika market, IPOT merekomendasikan trading saham-saham berikut ini:
- Buy AADI (Entry: Rp 11.600, Target harga: Rp 12.200, Stop Loss: Rp 11.300 dan Risk to Reward Ratio 1:2.0).
Emiten PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) berpotensi breakout all time high dan naik dengan volume tinggi.
- Buy on pullback LSIP (Entry: Rp 1.680-Rp 1.700, Target harga: Rp 1.800, Stop Loss: Rp 1.620 dan Risk to Reward Ratio 1:2.0).
Tren harga CPO yang sedang menanjak memberikan angin segar bagi PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP). Emiten ini konsisten di atas MA5 dan karga komoditas sawit cenderung uptrend.
- Buy SSIA (Entry: Rp 1.785, Target harga: Rp 1.960, Stop Loss: Rp 1.700 dan Risk to Reward Ratio 1:2.1.).
PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) berhasil kembali bergerak di atas area rata-rata (MA5 & MA20). Didukung oleh indikator MACD yang terus mengarah ke atas, SSIA memiliki ruang penguatan yang cukup lebar dengan rasio risiko yang sangat terukur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News