MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global turun di bawah US$ 4.600 per troi ons, melanjutkan pelemahan mingguan yang kedua. Para pedagang memantau perkembangan menuju kesepakatan AS-Iran dan rencana Presiden Donald Trump untuk mulai memandu beberapa kapal melalui Selat Hormuz.
Mengutip Bloomberg, Senin (4/5) pukul 14.19 WIB, harga emas spot diperdagangkan di level US$ 4.588,95 per troi ons, turun 0,55% dibandingkan penutupan Jumat lalu.
Presiden Trump mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial pada Minggu, bahwa AS akan mulai membimbing beberapa kapal yang tidak terlibat dalam konflik Iran, berlayar melalui Selat Hormuz mulai Senin. Harga minyak tetap stabil, karena para pedagang mempertanyakan kelayakan pelaksanaan rencana tersebut.
Pada Sabtu, Trump mengatakan proposal perdamaian terbaru dari Iran mungkin tidak cukup memuaskannya. Konflik tersebut telah menyebabkan harga energi tetap tinggi, meredupkan harapan penurunan suku bunga oleh bank sentral. Ini berdampak negatif bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil.
Sejak konflik pecah akhir Februari lalu, harga emas telah turun sekitar 12%.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Senin (4/5) Turun Tipis Rp 1.000
"Penguatan dollar AS dan kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh harga minyak, memicu gelombang sinyal hawkish dari bank-bank sentral utama," kata Manav Modi, analis komoditas di Motilal Oswal Financial Services Ltd. mengutip Bloomberg, hari ini.
Ke depan, para trader akan fokus pada pengumuman pekan ini. Rencana pinjaman Departemen Keuangan AS untuk tiga bulan, pidato dari Federal Reserves, dan rilis data ekonomi, yang puncaknya data ketenagakerjaan bulanan, sebagai petunjuk mengenai arah suku bunga dan defisit fiskal AS.
Banyak pengamat pasar masih optimistis terhadap prospek jangka panjang logam mulia, didukung para pembeli yang terus membeli meskipun terjadi penurunan harga baru-baru ini. Data terbaru World Gold Council menunjukkan bahwa bank sentral telah menambah kepemilikan emas mereka dengan laju tercepat dalam lebih dari setahun pada kuartal pertama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News