MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali mengalami koreksi pada perdagangan Rabu (25/3/2026), usai libur Lebaran. Berikut rekomendasi saham pilihan MNC Sekuritas hari ini.
Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG naik 1,20% ke level 7.106, disertai oleh peningkatan volume pembelian.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam atau wave (2) pada label merah. Artinya, indeks masih berpeluang melanjutkan koreksi ke rentang 6.745–6.887.
Sementara area penguatan terdekat IHSG berikutnya berada di kisaran 7.176–7.238, dengan level support di 6.991 dan 6.843 serta resistance di 7.156 dan 7.239.
Baca Juga: Penurunan IHSG Terbatas, Simak Rekomendasi Saham untuk Hari Ini (25/3)
Seiring dengan proyeksi tersebut, berikut rekomendasi saham pilihan MNC Sekuritas untuk perdagangan hari ini:
1. BBYB – Buy on Weakness
BBYB menguat 4,35% ke level 288 dengan dukungan volume pembelian. Selama masih berada di atas 264 sebagai stoploss, saham ini diperkirakan berada di awal wave [a] dari wave B.
- Buy on Weakness: 272–286
- Target Price: 316, 346
- Stoploss: di bawah 264
2. EXCL – Buy on Weakness
EXCL melonjak 15,63% ke level 2.960 dan berhasil menembus MA20, disertai peningkatan volume. Posisi EXCL diperkirakan berada di awal wave (C) dari wave [B].
- Buy on Weakness: 2.710–2.870
- Target Price: 3.080, 3.260
- Stoploss: di bawah 2.630
Baca Juga: Melemah Lagi! Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Rabu (25/3)
3. HRTA – Spec Buy
HRTA terkoreksi 3,46% ke level 2.510 dengan tekanan jual, namun masih bertahan di atas MA60. Selama di atas 2.410, HRTA diperkirakan berada di awal wave [c] dari wave B.
- Spec Buy: 2.440–2.500
- Target Price: 2.790, 2.940
- Stoploss: di bawah 2.410
4. MBMA – Buy on Weakness
MBMA menguat 2,19% ke level 700 dengan dukungan volume pembelian dan masih berada di atas MA60. Posisi saat ini diperkirakan berada di awal wave [c] dari wave B.
- Buy on Weakness: 665–690
- Target Price: 750, 825
- Stoploss: di bawah 650
Investor diimbau tetap selektif dalam memilih saham serta disiplin menerapkan manajemen risiko di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News