MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan belum lepas dari tekanan jual. Simak proyeksi IHSG dan rekomendasi saham hari ini, Senin, 27 April 2026 dari Mirae Asset Sekuritas.
IHSG pada Jumat lalu (24/4) ditutup jeblok 3,38% ke level 7.129,49. Ini merupakan pelemahan indeks lima hari berturut-turut.
Dalam sepekan, IHSG turun 6,12%, dengan nilai jual bersih oleh asing mencapai Rp 5,05 triliun di pasar reguler.
M. Nafan Aji Gusta, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas memperkirakan, tekanan terhadap IHSG belum usai meski telah digempur lima hari berturut-turut.
Secara teknikal, IHSG berpeluang terjadi limited downside karena akan mendekati target “wave B”. Berdasarkan indikator, Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal negatif, didukung penurunan volume.
Market masih memfaktorkan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait isu di Selat Hormuz, menjaga harga minyak Brent tetap tinggi dan bertahan di kisaran 105 dolar AS per barel. Tentunya hal ini menekan prospek pertumbuhan ekonomi negara pengimpor minyak seperti Indonesia.
Sementara itu, market bersikap wait and see menjelang FOMC Meeting pada 29 April, dan pertemuan Bank of Japan pada 28 April yang diperkirakan akan memengaruhi volatilitas pasar global.
Menariknya, sebagian besar emiten blue-chip di LQ45 masih mencatatkan laba yang solid pada laporan keuangan kuartal I-2026, yang seharusnya bisa menjadi penopang IHSG agar tidak terdepresiasi lebih dalam.
Jika kembali turun, support yang perlu diperhatikan pasar yaitu 7.100 & 7.014. Sedangkan resistance 7.244 & 7.346.
Baca Juga: Menyisir Tekanan Jual di Balik Mitos Sell in May
Rekomendasi saham
Dalam kondisi IHSG masih tertekan, Nafan menyarankan investor menggunakan strategi investasi terukur. Fokus pada saham pilihan dengan fundamental solid, saham bervaluasi murah, dan saham yang menunjukkan arah pembalikan tren. Jangan lupa, gunakan manajemen resiko dengan disiplin.
1. AUTO – Major uptrend still intact
ACTION: ADD (MARGINABLE STOCK); especially with entry level area around 2,740 – 2,840.
TP1: 2,860 (+2.88%)
TP2: 2,930 (+5.40%)
TP3: 3,120 (+12.23%)
Support: 2,740 & 2,680
Secara fundamental, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) membukukan laba bersih Rp 558,94 miliar di akhir kuartal I-2026, naik 10,55% year on year. dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 505,57 miliar. Laba ini didorong pertumbuhan penjualan 7,4% menjadi Rp 5,3 triliun.
2. BULL – Upside still intact
ACTION: ADD (MARGINABLE STOCK); especially with entry level area around 520 – 550.
TP1: 555 (+4.72%)
TP2: 565 (+6.60%)
TP3: 630 (+18.87%)
Support: 520 & 500
Strategi BULL untuk menempatkan lebih banyak kapalnya di pasar internasional memungkinkan Perseroan menangkap kenaikan tarif spot yang lebih agresif dibandingkan pasar domestik.
3. GTSI – Accumulating
ACTION: ACCUMULATIVE BUY; especially with entry level area around 230 – 250.
TP1: 260 (+11.11%)
TP2: 284 (+21.37%)
TP3: 338 (+44.44%)
Support: 230 & 177
Sebagian bagian dari ekosistem Humpuss, GTSI memiliki posisi strategis dalam rantai pasok distribusi gas nasional yang lebih stabil dibandingkan pemain tanker minyak mentah yang lebih terpapar volatilitas harga komoditas global.
Nah, itu dia rekomendasi saham pagi ini dari Mirae Asset Sekuritas. Rekomendasi ini bukan ajakan untuk beli atau jual saham tertentu. Sesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News