M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Harga Emas Menuju Penurunan Mingguan 3%, Ketegangan di Hormuz Meningkat

Harga Emas Menuju Penurunan Mingguan 3%, Ketegangan di Hormuz Meningkat
Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini


MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global turun, dan menuju koreksi mingguan. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat dan kemajuan tersendat dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang AS-Iran, yang mencekik pasokan energi dan meningkatkan risiko inflasi.

Mengutip Bloomberg, Jumat (24/4), harga emas spot diperdagangkan turun tipis 0,1% menjadi US$ 4.689,60 per troi ons pada pukul 15.41 WIB. Harga emas menuju penurunan lebih dari 3% selama seminggu, dan mengakhiri kenaikan selama empat minggu.

Baik AS maupun Iran mempertahankan blokade Selat Hormuz, dengan Presiden AS Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut menembak kapal apa pun yang memasang ranjau di Hormuz. Militer AS juga mencegat dua kapal tanker minyak yang mencoba menghindari upaya mereka untuk mencegah lalu lintas ke dan dari pelabuhan Iran. Sementara, Iran telah menyerang setidaknya tiga kapal minggu ini.

Baca Juga: Gencatan Senjata Diperpanjang, Harga Emas Hari Ini Turun ke US$ 4.700

Penurunan harga emas terjadi setelah optimisme sebelumnya terhadap de-eskalasi, saat Trump memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu. Namun, blokade Hormuz yang berkepanjangan, yang mendekati akhir minggu kedelapan, telah mendorong harga minyak lebih tinggi.

Gangguan pasokan energi menambah risiko inflasi, sehingga bank sentral cenderung mempertahankan suku bunga tetap untuk jangka waktu yang lebih lama atau bahkan menaikkannya. Ini menekan harga emas, yang tidak memberikan imbal hasil.

Harga emas di pasar global telah turun sekitar 11% sejak perang dimulai.

Menurut para manajer investasi di Zhishui Investment Management Co., karena tidak ada kemajuan dalam negosiasi gencatan senjata, harga emas terus diperdagangkan berdasarkan logika ganda, yaitu menurunnya ekspektasi pemangkasan suku bunga dan pesimisme atas ketegangan dengan Iran. "Investor cenderung menahan taruhan menjelang akhir pekan," tulis mereka dalam catatan, seperti dilansir dari Bloomberg, hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Dividen Astra International (ASII) Rp 390 per saham, Potensi Yield Menarik?

Pantau cum date dividen saham ASII, jika tidak ingin melewatkan dividen tunai dari PT Astra International Tbk. 

10 Rekomendasi Menu Sarapan untuk Menambah Energi Sepanjang Hari

Apa saja rekomendasi menu sarapan untuk menambah energi sepanjang hari, ya? Yuk, intip di sini!         

Cek 5 Kripto Top Gainers saat Pasar Loyo, Ada Zcash (ZEC) di Puncak!

Pasar aset kripto lesu dalam 24 jam terakhir, dengan pergerakan harga kripto big cap bervariasi. Simak penghuni top gainers!   

10 Makanan Kaya Probiotik untuk Menjaga Kesehatan Usus

Mari intip beberapa makanan kaya probiotik untuk menjaga kesehatan usus Anda berikut ini!               

8 Jus Anti-Inflamasi yang Bagus untuk Kesehatan Usus dan Jantung

Ini dia beberapa jus anti-inflamasi yang bagus untuk kesehatan usus dan jantung Anda. Mau coba?     

Dividen Pertamina Geothermal Dibayar Mei 2026, Pantau Cum Date Saham PGEO!

Saat ini, potensi yield dividen atau tingkat pengembalian dari modal yang diinvestasikan pada saham PGEO hampir 5%.

Investasi Properti 2026 Masih Menjanjikan tapi Ada Catatannya

PropertyGuru melihat prospek properti 2026 masih positif. Hunian jadi sektor paling kuat di tengah urbanisasi dan kebutuhan yang tumbuh​.

Realme C100: Layar 144Hz, Baterai 7000 mAh, Ini Fitur Lengkapnya!

Realme C100 siap gempur pasar! Intip fitur unggulan seperti baterai 7000 mAh, layar 144Hz, dan garansi performa 48 bulan. 

Foundation Tahan Lama: Rahasia Tampilan Flawless, Cocok untuk Aktivitas Outdoor

Khusus kulit berminyak, ada foundation tahan lama hingga 9 jam dan tidak perlu bedak lagi. Temukan rekomendasi terbaik!

Infinix GT 50 Pro, Alasan Gamer Wajib Upgrade ke HP Terbaru Ini

Infinix GT 50 Pro rilis 24 April 2026. Sistem pendingin transparan dan bypass charging jamin performa gaming tanpa overheat.