MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global lanjut naik setelah permintaan lelang obligasi AS yang kuat menurunkan imbal hasil atau yield dari level tertinggi lebih dua dekade.
Mengutip Bloomberg, Jumat (9/10), harga emas spot naik 1,26% menjadi US$ 4.184,91 per troi ons pada pukul 11.36 WIB. Kenaikan harga emas selama dua hari terakhir telah memulihkannya dari level terendah dua bulan.
Harga US Treasury yang lebih murah menarik investor masuk pada penjualan obligasi tenor 30 tahun pada Kamis, sehingga menurunkan yield pada berbagai tenor. Ini mengurangi sebagian tekanan terhadap emas, yang tidak memberikan bunga.
Menurut Christopher Wong, ahli strategi di Oversea-Chinese Banking Corp., kenaikan harga emas hari ini tampaknya sebagian besar didorong oleh sedikit perbaikan di pasar obligasi pemerintah AS. Dengan harga emas yang sebelumnya tertekan oleh imbal hasil yang tinggi, harga minyak dan penguatan USD, maka penurunan imbal hasil telah memberikan peluang terjadinya kembali aksi beli.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Rebound Tipis, Ketegangan Baru di Timur Tengah Membayangi
Harga emas juga mendapat dukungan dari harga minyak yang melandai setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan menahan diri dari menyerang Iran sebelum pemilihan umum sela AS. Ia juga menggambarkan bahwa diskusi dengan Iran sebagai hal produktif.
"Namun, kekhawatiran inflasi yang masih ada terus mempersulit prospek kebijakan Federal Reserve dan laju harga emas, menunjukkan kehati-hatian dalam menafsirkan terlalu banyak hal dari pemulihan untuk saat ini," kata Wong mengutip Bloomberg, hari ini (9/10).
Para pedagang memperkirakan tingkat suku bunga AS tidak berubah pada akhir bulan ini, tetapi meningkat dalam jangka menengah.
Presiden Federal Reserve ST. Louis, Alberto Musallem pada Kamis, mengatakan, bank sentral mengisyaratkan suku bunga harus naik selama enam bulan hingga sembilan bulan ke depan untuk membantu inflasi kembali ke target 2% bank sentral. Tetapi, tidak memberikan dukungan untuk kenaikan pada pertemuan kebijakan bulan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News