MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global sedikit naik setelah menyentuh level terendah sembilan minggu pada Rabu.
Mengutip Bloomberg, Kamis (8/10) pukul 12.52 WIB, harga emas spot diperdagangkan naik tipis 0,21% menjadi US$ 4.120,83 per troi ons. Kenaikan tipis harga emas hari ini terjadi setelah kemarin ditutup di level terendah sejak awal Agustus.
Ketegangan baru di Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi setidaknya satu kali lagi kenaikan suku bunga AS pada tahun ini. Sebuah kapal tanker dihantam proyektil di lepas pantai Qatar pada Rabu, suatu serangan yang jarang terjadi di tengah Teluk Persia.
Sementara, AS dilaporkan mempertimbangkan opsi serangan militer terhadap target Iran menjelang pemilihan umum sela pada November.
Meskipun ada kenaikan pada hari ini, harga emas masih turun sekitar 20% sejak perang AS-Iran meletus pada akhir Februari, karena melonjaknya biaya energi memicu inflasi dan mendorong bank sentral memperkatat kebijakan moneter. Hal itu menjadi hambatan bagi logam mulia, yang tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini (8/10) Turun Banyak, Selisih Harga Jual-Buyback Rp 199.000
Aliran minyak dari Timur Tengah diperkirakan telah kembali mendekati volume pra-konflik. Badai di Teluk Meksiko semakin menekan pasokan energi.
Selain itu, rilis risalah pertemuan Federal Reserve AS bulan September menunjukkan bahwa semua atau 19 pembuat kebijakan mendukung keputusan kenaikan suku bunga pada bulan tersebut. Namun, sebagian besar memperkirakan kenaikan lain akan tepat dilakukan pada akhir tahun.
Investor sekarang memperkirakan peluang 20% untuk kenaikan suku bunga pada Oktober, tetapi 80% kemungkinannya pada Desember. Hal itu juga menambah dukungan terhadap dollar AS, dengan Indeks Spot Dollar Bloomberg mendekati puncak tahun ini.
Dollar yang lebih kuat cenderung menyebabkan emas batangan lebih mahal bagi sebagian besar pembeli.
"Risalah rapat The Fed telah mempertahankan harga emas di bawah batas atas yang sulit ditembus. Para pembuat kebijakan masih bersatu memerangi inflasi, tetapi terpecah pendapat mengenai apakah kenaikan suku bunga pada September merupakan tindakan pencegahan atau awal dari program pengetatan yang lebih ketat," kata Hebe Chen, analis pasar senior di Vantage Global Prime, mengutip Bloomberg hari ini (8/10).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News