MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global turun menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan diumumkan pada Rabu. Logam mulia kembali mendekati ambang batas psikologis US$ 4.000 per troi ons.
Mengutip Bloomberg, Rabu (28/10), harga emas spot diperdagangkan turun 0,30% menjadi US$ 4.048,23 per troi ons pada pukul 15.08 WIB. Emas menghapus sebagian besar kenaikan pada sesi sebelumnya.
Sementara itu, harga minyak naik ketika para trader mencermati pemilu Israel yang buntu. Di samping itu, Wall Street Journal melaporkan bahwa AS memperingatkan negara-negara Teluk Persia untuk bersiap menghadapi serangan baru kampanye militer melawan Iran.
Di sisi lain, bank sentral AS (The Fed) diperkirakan mempertahankan suku bunga minggu ini, meskipun para pedagang memperkirakan masih ada kenaikan sebelum akhir tahun. Suku bunga yang tetap dapat mendukung emas, yang tidak membagikan bunga.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini (28/10) Naik, Selisih Harga dan Buyback Tetap Rp 205.000
Ketua Fed Kevin Warsh menghadapi tindakan penyeimbangan yang rumit dalam meyakinkan investor tentang komitmen bank sentral untuk menekan inflasi yang dipicu oleh harga energi yang tetap tinggi.
Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS, indikator inflasi pilihan The Fed, akan dirilis pada Kamis, yang dapat memberi petunjuk lebih lanjut arah suku bunga.
Harga emas pulih dalam dua sesi sebelumnya, setelah pekan lalu turun ke level terendah sejak pertengahan Juli. Sebelumnya, investor menjual emas untuk menutupi kerugian di pasar saham pada pekan lalu. Namun, pasar saham kembali rebound yang didorong antusiasme baru terhadap perdagangan saham AI, sehingga membantu mengurangi dampaknya.
Menurut Yuxuan Tang, kepala strategi suku bunga dan valuta asing untuk Asia di JPMorgan Private Bank, Logam mulia masih menghadapi risiko penurunan setelah aksi jual terbaru, karena likuiditas tetap tipis dan suku bunga masih memiliki ruang untuk naik.
"Emas akan menemukan titik terendah yang solid ketika suku bunga mencapai puncaknya. Pasar tetap rapuh dengan sedikit sekali dukungan teknis di bawah US$ 4.000," katanya mengutip Bloomberg, hari ini.
Baca Juga: Harga Buyback Emas Hari Ini Kompak Naik, Hartadinata Naik Terbesar Rp 13.000
Meskipun harga emas telah turun di bawah ambang batas dalam beberapa hari terakhir, pembeli fisik dan pemburu harga murah membantu membatasi penurunan yang berkelanjutan. Pembeli terutama datang dari China. Namun, dampaknya teredam karena pembeli di India menahan pembelian jelang musim perayaan.
Christopher Wong, aahli strategi di Oversea-Chinese Banking Corp., mengatakan risiko jangka pendek tetap cenderung konsolidasi, tetapi adanya basis permintaan seharusnya memberikan bantalan setelah tekanan likuiditas mereda.
"Emas butuh kombinasi harga minyak yang rendah, inflasi lebih rendah, dan dollar AS serta yield yang lebih rendah, untuk mendapatkan kembali momentum kenaikan yang berkelanjutan," ungkapnya, melansir Bloomberg, Rabu (28/10).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News