MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global memantul kembali ke atas US$ 4.600 per troi ons. Investor mengalihkan fokus mereka ke arah kebijakan suku bunga Federal Reserve jelang pertemuan tahunan Jackson Hole.
Mengutip Bloomberg, Kamis (27/8), harga emas spot diperdagangkan naik 0,60% menjadi US$ 4.619,37 per troi ons pada pukul 12.18 WIB. Kenaikan harga emas hari ini memulihkan sebagian besar penurunan yang terjadi pada sesi sebelumnya.
Pada Rabu, harga emas mengakhiri tren reli lima hari, setelah data menunjukkan bahwa inflasi AS tetap jauh dari target 2% bank sentral. Inflasi PCE inti pada Juli naik 0,2% secara bulanan dan inflasi tahunan 3,3%. Data inflasi meningkatkan prospek kenaikan suku bunga, sehingga dollar melompat tertinggi dalam dua minggu, dan imbal hasil obligasi naik.
Meski demikian, harga emas telah naik hampir 15% bulan ini, didorong oleh intervensi tak terduga Departemen Keuangan AS di pasar obligasi pekan lalu. Upaya untuk mengendalikan tumpukan biaya utang AS menghidupkan kembali perdagangan penurunan nilai mata uang, yang menjadi pendorong reli harga emas hingga mencetak rekor tahun lalu.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Konsolidasi Setelah Reli 7%, Pasar Tunggu Sinyal dari Jackson Hole
"Bahkan, setelah turun pada Rabu, harga emas masih berada di sekitar level rata-rata pergerakan lima hari, yang merupakan sinyal kekuatan," kata Liu Shiyao, analis di perusahaan pialang Zijin Tianfeng Futures Co. Ltd., mengutip Bloomberg, hari ini.
Pemulihan harga yang stabil dalam beberapa minggu terakhir juga telah membawa logam mulia melampaui rata-rata pergerakan 200 hari, yang sering dianggap ukuran penting dari momentum jangka panjang.
Akhir pekan ini, investor juga akan mencari petunjuk mengenai pendekatan The Fed terhadap inflasi ketika Kevin Warsh menyampaikan pidato pertamanya sebagai ketua bank sentral. Pidato yang sangat ditunggu pada Jumat di simposium Jackson Hole memberi Warsh kesempatan untuk merespons kritik bahwa ia belum berterus terang mengenai pandangannya tentang perekonomian AS.
Menurut Liu, jika pidato Warsh tidak meletakkan dasar untuk kenaikan suku bunga pada September, maka kemungkinan besar akan ditafsirkan oleh pasar sebagai sikap lunak. Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung emas, yang tidak memberikan bunga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News