MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global ambles dan menggerus performanya pada tahun ini.
Mengutip Bloomberg, Senin (23/3) pagi, harga emas spot sempat turun 3,8% menjadi US$ 4.320 per troi ons, sebelum memantul lagi ke sekitar US$ 4.402 per troi ons pada pukul 09.15 WIB.
Tahun ini berjalan, kenaikan harga emas tersisa sekitar 2%. Emas menutup tahun lalu pada harga US$ 4.319,37 per troi ons.
Sejak konflik AS-Israel dengan Iran dimulai, lonjakan harga minyak telah meningkatkan risiko inflasi dan mengurangi prospek penurunan suku bunga dalam waktu dekat oleh Federal Reserves dan bank sentral lainnya. Ini menjadi hambatan bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil, di mana telah turun selama delapan sesi berturut-turut.
Pekan lalu, harga emas bahkan mencatat penurunan mingguan terbesar sejak tahun 1983.
Baca Juga: Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Senin (23/3) Tidak Berubah
Pembukaan perdagangan emas yang bergejolak mencerminkan pergerakan pasar secara keseluruhan, dengan turun tajam setelah naik tipis di awal dan pasar saham bergejolak. Selama tiga minggu sejak perang dimulai 28 Februari 2026, penurunan harga emas sebagian didorong oleh aksi jual paksa karena investor berupaya menutupi kerugian pada aset lain dalam portofolio.
Pada akhir pekan kalu, Presiden AS Donald Trump memberikan Iran batas waktu dua hari untuk membuka kembali Selat Hormuz, atau membiarkan pembangkit listriknya di bom. Iran membalas bahwa mereka akan menutup jalur laut strategis itu sepenuhnya dan menargetkan infrastruktur energi dan teknologi informasi jika fasilitasnya diserang. Ultimatum Trump disampaikan pada pukul 19.44 waktu New York pada Sabtu.
Menurut Kyle Rodda, Analis di Capital.com Inc., emas siap mengalami kenaikan dalam jangka pendek, karena alasan teknis. "Banyak hal akan bergantung pada apakah Trump menindaklanjuti ancamannya untuk menyerang pembangkit listrik Iran," katanya mengutip Bloomberg, Senin (23/3).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News