MOMSMONEY.ID - Di tengah ketidakpastian ekonomi global, investor perlu lebih cermat mengatur portofolio investasi. Salah satu strategi yang kerap disarankan adalah diversifikasi, yakni membagi dana ke beberapa instrumen dengan karakteristik risiko yang berbeda.
Saham, misalnya, menawarkan potensi pertumbuhan jangka panjang, tetapi pergerakannya cukup fluktuatif. Emas sering dipilih sebagai aset lindung nilai saat kondisi ekonomi tidak menentu, sementara aset kripto memiliki potensi keuntungan tinggi namun disertai risiko yang besar.
Untuk menjaga keseimbangan portofolio, investor juga dapat mempertimbangkan instrumen defensif seperti deposito. Produk ini menawarkan imbal hasil yang lebih stabil dibanding instrumen berisiko tinggi.
Senior Marketing Manager DepositoBPR by Komunal Anggoro Putro Wibowo mengatakan, masyarakat kini semakin mempertimbangkan instrumen yang tidak hanya aman, tetapi juga mudah diakses.
Baca Juga: Antisipasi Ketidakpastian Ekonomi, Cermati Strategi Investasi yang Bisa Dilakukan
"Kami melihat semakin banyak masyarakat yang ingin menempatkan dana pada instrumen yang stabil dengan proses yang praktis dan transparan. Akses digital membuat masyarakat dapat membandingkan pilihan deposito sesuai kebutuhan finansial mereka dengan lebih mudah," ujarnya dalam keterangan resmi Rabu (4/6).
Deposito BPR sendiri menawarkan bunga yang kompetitif, mencapai sekitar 6% per tahun. Selain itu, dana nasabah juga mendapat perlindungan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Dengan pilihan tenor yang fleksibel, mulai dari satu bulan hingga lebih dari satu tahun, deposito BPR dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan dana terencana maupun pengelolaan kas jangka pendek hingga menengah.
Karena itu, deposito tidak harus menjadi pengganti instrumen investasi lain, melainkan dapat menjadi salah satu pelengkap portofolio untuk membantu menjaga stabilitas aset di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News