M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Gejolak Sosial Tekan Pasar, Capital Outflow Capai Rp 1,1 Triliun

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Gelombang aksi massa di berbagai daerah pada 28–31 Agustus 2025 bukan hanya menimbulkan kerugian fisik, tetapi juga berdampak pada pasar modal.

Data Prasasti Center for Policy Studies mencatat arus modal asing (net flow) di pasar saham yang sebelumnya surplus Rp 731 miliar, berbalik arah menjadi capital outflow Rp1,1 triliun hanya dalam hitungan hari.

“Capital outflow sebesar Rp1,1 triliun itu menunjukkan adanya reaksi dari para pelaku pasar terhadap dinamika sosial-politik yang berlangsung,” jelas Gundy Cahyadi, Research Director Prasasti, dalam keterangan resmi Jumat (5/9).

Kondisi ini menjadi gambaran nyata betapa cepatnya kepercayaan investor bisa berubah ketika situasi domestik penuh ketidakpastian.

Gejolak juga terlihat pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Setelah sempat naik dari level 7.858 pada 25 Agustus menjadi 7.952 pada 28 Agustus, IHSG langsung anjlok ke 7.830 sehari setelahnya.

Baca Juga: Ini Prospek Ekonomi Indonesia Menurut JP Morgan

“Meski pasar memiliki kemampuan untuk pulih dalam jangka menengah, kejadian ini menegaskan bahwa stabilitas sosial tetap menjadi faktor penting yang diperhatikan investor,” lanjut Gundy.

Sekadar informasi, Prasasti Center for Policy Studies juga menghitung dampak kerugian material akibat rangkaian aksi massa tersebut.

Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,2 triliun, terutama dari kerusakan infrastruktur publik seperti halte, kantor DPR dan DPRD, kantor kepolisian, serta sarana transportasi umum.

Kerusakan kendaraan milik masyarakat maupun pemerintah tidak termasuk dalam perhitungan. Selain itu, tercatat pula korban jiwa sebanyak 10 orang serta meningkatnya rasa cemas di masyarakat atas potensi eskalasi lebih lanjut. 

“Angka kerugian ini hanya menghitung kerusakan infrastruktur, seperti halte, kantor DPR dan DPRD, kantor kepolisian, serta sarana transportasi publik. Dampak imaterial seperti penurunan produktivitas masyarakat tentu lebih sulit untuk diukur,” jelas Gundy.

Menurut, Nila Marita, Executive Director Prasasti keberlanjutan dialog menjadi kunci menjaga stabilitas, yang pada akhirnya akan kembali memberi rasa aman bagi investor maupun masyarakat luas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.