M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Fundamental Indonesia Tetap Kuat, AI dan Hilirisasi jadi Katalis Pertumbuhan Ekonomi

Fundamental Indonesia Tetap Kuat, AI dan Hilirisasi jadi Katalis Pertumbuhan Ekonomi
Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, mulai dari rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok hingga meningkatnya fragmentasi ekonomi dunia, memahami arah perubahan global menjadi prioritas investor dan pelaku usaha saat ini. 

Untuk itu, Bank DBS Indonesia menghadirkan DBS Insights Forum 2026 yang bertajuk “A New Lens on a Multipolar World”, sebuah forum diskusi lintas disiplin. Dalam acara ini turut hadir Founder and Chairman Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal, Executive Director Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya, Head of Investment & Insurance Product Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo, Head of Market Intelligence PT Bank DBS Indonesia Boy Suhendry, sejumlah pakar terkini, mitra manajer investasi, serta jajaran ahli Bank DBS Indonesia lainnya. 

Rangkaian acara ini membahas perspektif strategis mengenai perkembangan ekonomi global, prospek Indonesia, serta strategi investasi yang relevan di tengah ketidakpastian pasar. 

Lanskap ekonomi terkini ditandai dengan kembalinya konfigurasi dua kekuatan besar dunia setelah lebih dari tiga dekade era unipolar pasca-Perang Dingin. Persaingan Amerika Serikat dan Tiongkok kini meluas dari militer ke ekonomi, teknologi, hingga diplomasi, dan berdampak pada volatilitas pasar dari Timur Tengah hingga Indo-Pasifik. 

Hal ini tecermin dari data Economic Surprise Index Bloomberg per pertengahan Juli 2026: indeks Amerika Serikat berada di level 55,0, menandakan data ekonomi yang konsisten lebih kuat dari ekspektasi, sementara indeks Tiongkok di angka -20,8, mengindikasikan rilis data yang masih di bawah perkiraan, berbeda dengan Asia Pasifik yang mencatatkan optimisme di level 51,5.

Baca Juga: Databricks Bermitra dengan Insignia Jawab Tersendatnya Penerapan AI di Indonesia

Di tengah polarisasi tersebut, negara-negara middle powers diperkirakan akan memainkan peran yang semakin penting dalam dua hingga tiga dekade mendatang. Dengan posisi strategis, ukuran ekonomi yang terus bertumbuh, serta stabilitas geopolitik yang relatif terjaga, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu penggerak utama di kawasan.

Founder and Chairman Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal, menilai Indonesia memiliki modal geopolitik yang semakin kuat dibandingkan beberapa dekade lalu. “Kita bukan lagi negara dunia ketiga, kita adalah negara G20 dengan pendapatan ekonomi menengah ke atas," kata Dino dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7). 

Geopolitik kita relatif aman karena rivalitas global saat ini tidak secara langsung mengarah ke Indonesia. Ini merupakan modal penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis berbagai negara sekaligus menjaga stabilitas kawasan. Namun, modal geopolitik saja tidak cukup, Dino mengatakan Indonesia tetap membutuhkan langkah-langkah konkret untuk memenangkan kepercayaan pasar dunia. 

Di tengah tingginya mobilitas modal global, investor akan terus mencari negara yang mampu menghadirkan kepastian kebijakan, stabilitas ekonomi, dan prospek pertumbuhan jangka panjang. Apalagi, tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak lagi semata-mata menjaga stabilitas politik dan keamanan, tetapi juga membangun kepercayaan.

Baca Juga: Fitur AI Instagram Baru: Foto Anda Otomatis Jadi Bahan Kreasi AI

Sejalan dengan perkembangan tersebut, Bank DBS Indonesia melihat perubahan lanskap global juga menghadirkan peluang investasi baru yang perlu disikapi secara strategis. Head of Investment & Insurance Products, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia Djoko Sulistyo mengatakan bahwa keputusan investasi saat ini perlu didasarkan pada tren struktural jangka panjang, bukan hanya sentimen pasar jangka pendek.

Di tengah perubahan lanskap global, investor perlu melihat peluang secara lebih luas dengan mempertimbangkan kekuatan fundamental setiap kawasan. "Saat ini kami melihat terdapat tiga kawasan utama yang menarik untuk dicermati, yaitu Amerika Serikat, Tiongkok, serta Asia termasuk Indonesia," jelas Djoko. 

Amerika Serikat masih menjadi pemimpin dalam inovasi teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI). Tiongkok berhasil mengakselerasi pemanfaatan AI ke berbagai sektor industri sehingga meningkatkan produktivitas, sementara Asia, termasuk Indonesia, memperoleh manfaat dari pergeseran rantai pasok global dan pertumbuhan ekonomi regional. 

"Sebagai mitra tepercaya dalam pengelolaan kekayaan, Bank DBS Indonesia terus menghadirkan insights regional dan panduan investasi agar nasabah dapat mengambil keputusan secara lebih percaya diri," jelas Djoko.

Selain menjadi pusat pertumbuhan ekonomi global, Asia juga memainkan peran strategis dalam rantai pasok industri masa depan, mulai dari produksi semikonduktor di Taiwan dan Korea Selatan hingga pasokan mineral kritis seperti nikel, tembaga, dan bauksit dari Indonesia. 

Baca Juga: Sering Pakai AI, Pakar Ingatkan Risiko Data Pribadi Bisa Terekspos

Dengan konsumsi domestik yang kuat serta ketergantungan terhadap ekspor yang relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah negara di kawasan, Indonesia dinilai memiliki daya tahan ekonomi yang lebih baik terhadap gejolak eksternal.

Di saat yang sama, pesatnya investasi global di sektor AI juga membuka peluang baru bagi Indonesia sebagai salah satu produsen utama nikel dan mineral strategis yang dibutuhkan dalam rantai pasok industri teknologi masa depan. Pertumbuhan investasi AI diperkirakan akan meningkatkan permintaan terhadap berbagai komoditas strategis Indonesia sehingga menjadi salah satu katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka menengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Katalog Promo Alfamidi Hemat Satu Pekan Periode 17-23 Agustus 2026

Inilah berbagai merek produk yang termasuk dalam promo Alfamidi Hemat Satu Pekan periode 17-23 Agustus 2026.

Hujan Lebat Masih Guyur Provinsi Ini, Berikut Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (18/8)

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Selasa 18 Agustus 2026 dengan status Waspada hujan lebat di sejumlah provinsi berikut ini.

Selisih Harga Jual-Buyback Emas Ada yang Menipis, Cek Spread Paling Kecil

Spread harga jual dan buyback emas UBS menyempit signifikan. Namun, selisih harga paling tipis masih tercatat pada emas Pegadaian.

Harga Buyback Emas Terbaru: UBS Melejit Rp 47.000, Antam Tertinggi

Harga buyback emas hari ini sebagian besar naik. Kenaikan terbesar terjadi pada UBS, namun emas Antam tetap yang tertinggi.

Harga Emas Dunia Kembali Tembus US$ 4.400, Bisa Lanjut Naik?

Harga emas kembali menguat ke atas US$ 4.400 per troi ons setelah data ekonomi AS meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Itel VistaTab 30 Pro: Ukuran Tipis 7 mm, Bawa Baterai 10.000mAh

Layar itel VistaTab 30 Pro Capai 13 Inci, tablet murah ini bawa daya 10.000mAh. Kehadiran perangkat ini ubah standar tablet murah berlayar jumbo.

Harga POCO F9 Pro & Spesifikasi Terbaik: Layar AMOLED 185Hz dan Kamera 200MP 

Layar AMOLED 185Hz dan kamera 200MP kini hadir di POCO F9 Pro. Cek bocoran fitur yang bakal mengguncang pasar flagship.

Hasil Kejuaraan Dunia 2026, Alwi dan Putri Melenggang ke Babak 32 Besar

Hasil Kejuaraan Dunia 2026, Senin (17/8), tunggal putra Indonesia Alwi Farhan dan tunggal putri Putri Kusuma Wardani melenggang ke babak 32 besar.

Ramalan Zodiak Besok Selasa 18 Agustus 2026, Tahan Diri Sebelum Ambil Sikap

Simak ramalan zodiak besok Selasa 18 Agustus 2026, mulai karier, keuangan, cinta hingga kesehatan untuk Aries sampai Pisces.

Ramalan Shio Besok Selasa 18 Agustus 2026, Jangan Gegabah Ambil Keputusan

Simak ramalan shio besok 18 Agustus 2026 untuk 12 shio, dari karier, keuangan, asmara hingga kesehatan secara lengkap.