MOMSMONEY.ID - Fenomena Hunter’s Moon atau Bulan Pemburu akan menghiasi langit Indonesia pada Senin (26/10). Masyarakat yang ingin mengamatinya bisa menyesuaikan dengan waktunya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, Hunter’s Moon paling baik diamati mulai pukul 20.00 WIB, saat bulan sudah tinggi dan dapat dilihat dengan mata telanjang.
Pada Senin (26/10) malam, bulan diperkirakan akan terbit pada pukul 17.53 WIB, kemudian akan mulai tinggi pada pukul 20.00 WIB dan mencapai posisi tertingginya pada pukul 23.58 WIB.
Dalam akun Intagram resmi @infobmkg, BMKG memberikan sejumlah tips yang bisa dilakukan masyarakat yang ingin menikmati Hunter’s Moon:
- Memilih lokasi dengan pandangan langit terbuka dan tanpa halangan.
- Hindari area dengan cahaya buatan yang sangat terang.
- Pastikan kondisi cuaca di lokasi pengamatan cerah dan mendukung.
- Bulan purnama aman diamati dengan mata telanjang atau tanpa pelindung khusus.
Baca Juga: Durasi Video TikTok Dongkrak Penayangan, Ini Jam Upload yang Bikin Ramai Penonton
Bermula dari Amerika
Secara historis, nama Hunter’s Moon berasal dari tradisi penduduk asli Amerika, khususnya suku Algonquian, serta pemukim awal Eropa. Jika Harvest Moon menandai masa panen, Hunter’s Moon dikaitkan dengan waktu berburu untuk mengumpulkan persediaan makanan sebelum musim dingin tiba.
Hunter’s Moon merupakan istilah tradisional untuk fase bulan purnama yang muncul tepat setelah Harvest Moon. Biasanya fenomena astronomi ini terjadi pada bulan Oktober.
Secara fisik Hunter’s Moon tidak berbeda dengan bulan purnama biasa. Perbedaannya hanya latar belakang dan karakteristik yang menyertainya.
Meski fenomena alam ini bisa dinikmati, BMG juga mengingatkan ada potensi pasang purnama. Posisi Matahari, Bulan, dan Bumi yang berada pada satu garis lurus menyebabkan gaya gravitasi dan gabungan yang dapat memicu pasang.
“Masyarakat dihimbau untuk tetap mewaspadai potensi kenaikan permukaan air laut selama fase purnama,” pesan BMKG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News