M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Ekonomi Dunia Ambruk, Robert Kiyosaki Peringatkan untuk Beli 3 Aset Investasi Ini

Reporter: SS. Kurniawan  |  Editor: S.S. Kurniawan


MOMSMONEY.ID - Ekonomi dunia ambruk, investor kawakan Robert Kiyosaki memperingatkan, untuk membeli emas, perak, dan Bitcoin.

Kiyosaki mengungkapkan, mereka yang merugi secara finansial akan kehilangan uangnya. 

"Karena mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan uang mereka ketika bank-bank bangkrut dan perekonomian dunia ambruk," kata Kiyosaki di akun X-nya, 8 Februari lalu. 

"Selama bertahun-tahun saya telah memperingatkan, beli emas, perak, Bitcoin," tegas penulis buku populer Rich Dad, Poor Dad ini. 

Baca Juga: Hati-Hati! Robert Kiyosaki Sebut 2 Pasar Ini bakal Ambruk

Menurut dia, ekonomi dunia tidak akan melakukan soft landing alias pendaratan mulus. 

"Sayangnya, dunia uang palsu sedang runtuh, dan emas, perak, dan Bitcoin adalah parasut untuk soft landing pribadi Anda," ujar Kiyosaki.

Tahun lalu, Kiyosaki menyebutkan, jika ekonomi dunia ambruk, maka harga Bitcoin bisa menembus US$ 1 juta, emas mencapai US$ 75.000 per ons troi, perak menjadi US$ 60.000.

Mengutip CoinMarketCap, harga Bitcoin pada Senin (12/2) sempat menembus US$ 48.000, level tertinggi di tahun ini. Sementara harga emas, menurut data Bloomberg, di kisaran US$ 2.020 per ons troi.

Baca Juga: Terhindar dari Pencurian Kekayaan, Alasan Robert Kiyosaki Berinvestasi di Aset Ini

Sebelumnya, Kiyosaki terus memberi saran, untuk membeli emas, perak, dan Bitcoin. Kenapa?

Soalnya, dia bilang, kenaikan harga emas, perak, dan Bitcoin akan lebih tinggi dibanding saham teknologi atau real estate. 

"Mulai 2024 dan seterusnya," kata Kiyosaki dalam akun X-nya, 15 Januari lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.