MOMSMONEY.ID - Butterflycore membuat rumah terasa lebih asri dan personal lewat warna lembut, tanaman, material alami, dan sentuhan vintage.
Ada cara sederhana untuk membuat suasana rumah terasa lebih hidup tanpa harus membeli banyak dekorasi baru.
Butterflycore menjadi tren dekorasi rumah 2026 yang menggabungkan unsur alam, warna lembut, tanaman, benda vintage, dan sentuhan imajinatif.
Melansir dari Better Homes & Gardens, estetika ini menawarkan cara menghadirkan kembali nuansa alam sekaligus karakter personal ke dalam hunian.
Konsepnya bukan berarti memenuhi ruangan dengan ornamen kupu kupu, tetapi menciptakan suasana yang nyaman, ringan, dan menyenangkan.
“Butterflycore mendorong orang untuk kembali merangkul kelembutan, warna, dan sentimen,” ujar Caralyn Mirand Koch.
Baca Juga: Tren Renovasi Rumah Bergeser, Tak Hanya Berorientasi pada Estetika tapi juga Hal Ini
Apa itu butterflycore?
Butterflycore merupakan gaya dekorasi yang menjadikan kupu kupu dan alam sebagai sumber inspirasi. Unsurnya dapat muncul melalui tanaman, warna bunga, kayu, rotan, linen, dekorasi vintage, hingga pencahayaan lembut.
Menariknya, kupu kupu tidak harus menjadi pusat perhatian. Karakter utama gaya ini justru terasa dari atmosfer ruangan yang natural, hangat, lembut, dan sedikit nostalgik.
Mengapa butterflycore menarik perhatian?
Rumah saat ini bukan hanya tempat untuk tidur dan menyimpan barang. Hunian juga menjadi ruang untuk beristirahat, bekerja, berkumpul bersama keluarga, atau menikmati waktu sendiri setelah menjalani aktivitas harian.
Butterflycore menawarkan pendekatan dekorasi yang terasa santai dan tidak terlalu kaku. Tanaman, warna bernuansa alam, tekstur kayu, serta benda yang mempunyai cerita dapat membuat ruangan terasa lebih dekat dengan pemiliknya.
Konsep tersebut juga sejalan dengan ketertarikan terhadap desain yang membawa unsur alam ke dalam rumah. Tanaman, material organik, cahaya alami, dan warna yang terinspirasi dari lingkungan sekitar dapat menjadi pilihan untuk menciptakan hunian yang lebih nyaman.
Cara menerapkan butterflycore di rumah
Tidak perlu melakukan renovasi besar untuk mencoba gaya ini. Beberapa perubahan kecil sudah cukup untuk menghadirkan suasananya.
- Pilih warna lembut seperti hijau, krem, cokelat kayu, biru pucat, atau warna bunga.
- Tambahkan tanaman hias yang sesuai dengan pencahayaan dan kondisi ruangan.
- Gunakan material seperti kayu, rotan, linen, atau anyaman untuk menambah tekstur.
- Pajang benda yang mempunyai cerita, seperti foto lama, kerajinan tangan, atau cendera mata perjalanan.
- Gunakan motif kupu kupu sebagai aksen melalui lukisan, sarung bantal, ornamen kecil, atau aksesori.
- Pilih pencahayaan lembut agar ruangan terasa lebih hangat ketika malam.
Jangan membuat rumah penuh motif kupu kupu
Mengikuti butterflycore bukan berarti setiap sudut rumah harus dihiasi gambar kupu kupu. Jika terlalu banyak ornamen, ruangan justru berisiko terlihat seperti mengikuti tema tertentu secara berlebihan.
Baca Juga: Scandi Farmhouse Jadi Tren Interior 2026? Ini Cara Penerapannya di Rumah
Lebih baik membangun suasananya terlebih dahulu. Tanaman, warna natural, material bertekstur, pencahayaan nyaman, dan barang sentimental dapat menjadi fondasi. Setelah itu, tambahkan satu atau dua elemen kupu kupu sebagai pemanis.
Pendekatan ini juga membuat dekorasi lebih tahan lama. Ketika tren berganti, elemen seperti tanaman, kayu, linen, dan barang personal masih tetap relevan.
Apakah butterflycore cocok untuk rumah di Indonesia?
Butterflycore cukup fleksibel diterapkan pada berbagai hunian di Indonesia, termasuk rumah minimalis, kamar kos, apartemen, maupun rumah dengan halaman.
Untuk ruangan kecil, misalnya, satu sudut dekat jendela sudah bisa menjadi titik awal. Tambahkan tanaman yang sesuai dengan cahaya, meja kecil berbahan kayu, kain bertekstur, dan satu dekorasi bernuansa kupu kupu.
Hal terpenting adalah menyesuaikannya dengan kondisi rumah. Jangan sampai dekorasi membuat ruangan terlalu penuh atau sulit dirawat.
Pada akhirnya, butterflycore bukan sekadar tren dekorasi rumah 2026. Gaya ini membawa gagasan sederhana bahwa rumah tidak harus terlihat sempurna untuk terasa menyenangkan.
Sentuhan alam, warna yang menenangkan, dan benda penuh kenangan justru dapat membuat hunian terasa lebih hangat, nyaman, dan memiliki karakter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News