MOMSMONEY.ID - Impian punya rumah kini lebih realistis! Bank makin selektif menilai KPR, bukan cuma gaji. Cari tahu rahasia agar pengajuan Anda pasti disetujui.
Bank semakin teliti karena harus memastikan nasabah mampu mencicil dalam jangka panjang, bahkan sampai puluhan tahun. Faktor ekonomi, gaya hidup, hingga kebiasaan mengelola uang ikut jadi bahan pertimbangan.
Melansir dari OCBC, pengajuan KPR yang berhasil umumnya didukung kesiapan finansial yang konsisten, bukan hanya gaji besar.
“Stabilitas keuangan dan rekam jejak kredit yang baik menjadi dasar utama dalam penilaian KPR,” mengutip dari laman OCBC.
Baca Juga: KPR Bunga Fixed atau Floating: Ini Pilihan Terbaik Demi Cicilan Anda Lebih Aman
Cara bank melihat kelayakan karyawan
Saat karyawan mengajukan KPR, bank tidak hanya melihat angka gaji di slip. Yang dinilai adalah gambaran keuangan secara keseluruhan. Mulai dari status pekerjaan, lama bekerja, hingga aliran pemasukan yang rutin setiap bulan.
Bank juga memperhatikan kebiasaan keuangan sehari-hari. Cara seseorang membayar cicilan, mengatur pengeluaran, dan menjaga saldo rekening menjadi cerminan kemampuan bertahan dalam jangka panjang.
Riwayat kredit jadi penentu penting
Riwayat kredit bisa dibilang sebagai rapor keuangan. Jika selama ini terbiasa membayar cicilan tepat waktu dan tidak punya tunggakan, peluang KPR disetujui akan jauh lebih besar. Sebaliknya, keterlambatan kecil pun bisa memengaruhi penilaian.
Sebelum mengajukan KPR, ada baiknya karyawan mengecek dan merapikan seluruh kewajiban finansial. Menyelesaikan cicilan yang bermasalah akan membantu memperbaiki citra keuangan di mata bank.
Rasio utang yang sehat bikin bank lebih yakin
Bank juga menghitung perbandingan antara total cicilan dan penghasilan bulanan. Idealnya, cicilan tidak melebihi 30% dari gaji. Dengan rasio ini, keuangan dianggap masih aman untuk kebutuhan hidup lainnya.
Jika cicilan sudah terlalu banyak, bank bisa menilai risikonya lebih tinggi. Mengurangi utang sebelum mengajukan KPR sering kali jadi langkah sederhana yang berdampak besar.
Dana awal menunjukkan kesiapan finansial
Mengajukan KPR bukan hanya soal sanggup membayar cicilan bulanan. Dana awal seperti uang muka, biaya administrasi, notaris, dan pajak juga harus dipersiapkan.
Tabungan yang cukup dan stabil memberi sinyal bahwa pengajuan dilakukan dengan perencanaan matang. Semakin siap dana awalnya, semakin besar kepercayaan bank terhadap calon debitur.
Baca Juga: Pengembangan Diri Kelas Menengah Malah Bikin Sepi? Ini 7 Alasan Psikologisnya
Dokumen rapi mempercepat proses
Kelengkapan dokumen sangat memengaruhi kecepatan proses KPR. Slip gaji, surat keterangan kerja, mutasi rekening, dan NPWP harus jelas dan konsisten.
Jika data tidak sesuai atau dokumen kurang lengkap, proses bisa tertunda. Karyawan yang menyiapkan semua berkas sejak awal biasanya lebih cepat mendapatkan keputusan.
Sesuaikan pengajuan dengan kondisi pribadi
Setiap karyawan punya kondisi keuangan yang berbeda. Karena itu, pengajuan KPR sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan realistis, baik dari sisi tenor maupun besar cicilan.
Pengajuan yang terukur menunjukkan perencanaan keuangan yang dewasa. Bank cenderung lebih percaya pada debitur yang tidak memaksakan diri dan punya perhitungan jangka panjang.
Mengajukan KPR di masa sekarang membutuhkan strategi yang lebih matang. Riwayat kredit yang bersih, rasio utang sehat, dana awal siap, serta dokumen lengkap menjadi kunci utama agar pengajuan berjalan lancar.
Melalui persiapan yang tepat, karyawan bisa meningkatkan peluang memiliki rumah tanpa membebani kondisi keuangan. KPR bukan hanya soal punya hunian, tetapi juga soal menjaga kestabilan hidup di masa depan.
Selanjutnya: Ekonom Harvard: Instrumen Krisis The Fed Berpotensi Dijadikan Senjata Oleh Trump
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News