M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Cotto Ingin Jadi Pemimpin di Pasar Asia Tenggara, Kembangkan Pasar Indonesia

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Perusahaan higienitas asal Thailand, Cotto menandai kehadirannya di Indonesia dengan berpartisipasi dalam Building Technology Expo 2024.

Dalam acara tersebut, Somkul Booma, Direktur Pemasaran Cotto Thailand, mengumumkan ekspansi signifikan ke pasar Indonesia dengan ambisi menjadi pemimpin di sektor peralatan dapur, kamar mandi, dan material dekorasi di Asia Tenggara.

Langkah ini sejalan dengan visi Cotto untuk menjadi kekuatan global dalam industri higienitas. Saat ini, Cotto sudah memiliki kehadiran yang kuat di Thailand, Indonesia, Vietnam, dan Filipina, serta berencana untuk ekspansi ke seluruh wilayah Asia Tenggara.

Pada Indonesia Building Technology Expo 2024 yang diadakan 7-11 Agutus lalu, Cotto memperkenalkan konsep "Reimagine Living Refinement".

Pendekatan inovatif ini tidak hanya menawarkan material dan dekorasi kamar mandi, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan rutinitas sehari-hari menjadi pengalaman gaya hidup yang luar biasa bagi pelanggan di Indonesia.

Baca Juga: Danone Berkomitmen Menyediakan Produk Bernutrisi dan Pelestarian Lingkungan

Adapun produk terbaru Cotto yang diusung adalah VIZIO Smart Toilet: Produk ini menghadirkan konsep Smart Living dengan desain modern untuk memenuhi kebutuhan konsumen muda. Lantas, ada ION Mist yang  memastikan kebersihan maksimal di tempat tinggal untuk mencegah penyebaran kuman.

Cotto juga menghadirkan QUIL yang terinspirasi oleh suasana tenang seperti berbaring di tepi danau. Koleksi ini menawarkan ketenangan maksimal dengan desain yang sederhana namun menarik.

Merek ini berkomitmen untuk memberikan produk yang melampaui harapan pelanggan. Keberlanjutan juga merupakan nilai penting bagi Cotto, yang secara aktif berupaya meminimalkan dampak lingkungan mereka.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Cotto berharap, dapat memperluas jangkauan mereka di Indonesia dan seluruh Asia Tenggara, serta menjadi pemimpin dalam industri higienitas di kawasan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ramalan Zodiak Besok Kamis 14 Mei 2026, Aries Panen Hasil hingga Pisces Emosional

Cek ramalan zodiak lengkap besok Kamis 14 Mei 2026, mulai Aries hingga Pisces soal cinta, karier, keuangan, dan kesehatan.​

Jaga Kualitas Udara Rumah, Ini Solusi Azko untuk Kesehatan Keluarga

Azko luncurkan Norium, air purifier unik dengan lampu LED dan fitur sterilizer. Teknologi ion plasma yang menjaga udara higienis.

Jangan Asal Praktis, Herbalife Ingatkan Pentingnya Sarapan Bergizi Seimbang

​Herbalife kembali mengingatkan pentingnya sarapan sehat sebagai langkah sederhana untuk menjaga energi dan produktivitas sehari-hari.

4 Bahaya Makan Mie Instan Terlalu Sering, Hipertensi dan Obesitas Mengintai

Kenikmatan mie instan bisa berujung bahaya. Berikut 4 bahaya makan mie instan terlalu sering yang wajib Anda ketahui.

Prakiraan Cuaca Besok (14/5) dan Lusa di DKI Jakarta, Hujan Turun di Daerah Ini

BMKG memperkirakan cuaca besok di wilayah DKI Jakarta akan didominasi cuaca cerah, sedangkan lusa akan didominasi hujan ringan.

Musim Pancaroba Bikin Tubuh Rentan Sakit, Ini Tips Jaga Imun dari Dokter

Perubahan cuaca ekstrem saat musim pancaroba membuat tubuh lebih rentan terserang penyakit.​ Simak tips menjaga imun dari dokter berikut ini!

Reli Pasar Terjegal, Ini Kripto yang Bertahan di 5 Kripto Top Gainers

Di pasar yang sedang terkoreksi, Injective (INJ) justru menanjak 21% dan menduduki puncak kripto top gainers 24 jam terakhir.

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Kamis (14/5), Hampir Semua Kota Berawan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur besok, Kamis (14/5), hampir merata berawan dan sebagian  udara kabur.

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok Kamis (14/5), Berawan hingga Hujan Ringan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah besok, Kamis (14/5), didominasi berawan dan sebagian wilayah hujan.

IHSG Tumbang Hampir 2% Pasca-Review MSCI, Investor Disarankan Lakukan Ini

Penghapusan sejumlah saham dari indeks MSCI lebih bersifat teknikal terkait metodologi bobot dan likuiditas, bukan kerusakan fundamental.