M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Celios: Ekonomi Digital 2025 di Indonesia Tumbuh tapi Masih Terbatas

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Transformasi digital yang pesat telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor kehidupan, terutama dalam perekonomian global.

Ekonomi digital kini menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi suatu negara, memengaruhi cara bisnis yang dilakukan, menciptakan lapangan pekerjaan baru, serta membuka peluang baru dalam berinovasi dan berkolaborasi. 

Nailul Huda, Direktur Ekonomi Celios, memproyeksikan, pertumbuhan sektor ekonomi digital pada tahun 2025, mencakup perdagangan daring, transportasi online, pembayaran digital, peminjaman digital, dan online travel.

Penghitungan proyeksi tersebut menggunakan model ARIMA. Model tersebut efektif dalam menangkap struktur temporal data seperti untuk memprediksi PBD dan indikator ekonomi lainnya.

Dalam perhitungan tersebut, Celios menemukan, sektor perdagangan daring atau e-commerce pada tahun 2024 mengalam kenaikan sebesar 3% atau setara dengan Rp 468,6 triliun dibanding tahun 2023 dengan nilai transaksi hanya Rp 453,7 triliun.

Baca Juga: Tren Adopsi AI dalam Industri Telekomunikasi

Namun, Huda memproyeksikan, pada tahun 2025 mendatang, sektor perdagangan daring diprediksikan hanya meningkat 0,5% menjadi Rp 471 triliun. 

Keadaan ini disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat dan potensi kenaikan tarif PPN yang membuat masyarakat menahan daya beli," kata Huda dalam keterangan tertulis, Kamis (19/12). 

Dalam sektor transportasi daring, Huda memproyeksikan, sektor ini menunjukkan pemulihan yang konsisten, dengan peningkatan bertahap hingga mencapai Rp 12,66 triliun pada 2025.

Huda menambahkan, peningkatan nilai transaksi ini juga terus berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat serta menunjukkan optimisme terhadap potensi pasar sektor digital. 

Di sisi lain, sektor online travel juga terus mengalami peningkatkan. Pada 2025 Huda menyebutkan, sektor ini diproyeksikan akan bernilai Rp 12,37 triliun atau meningkat sebesar 5,10% dari 2024 yang hanya mencapai Rp 11,77 triliun. 

Baca Juga: Laporan Cloudflare Ungkap Indonesia Jadi Pemain Kunci di Era Digital Global

Sektor pembayaran digital di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada 2025, Huda menyatakan, nilai transaksi pembayaran digital diproyeksikan mencapai Rp 2.908,59 triliun, meningkat tajam dari Rp 2.491,68 triliun pada 2024, atau sekitar 16,73%. 

Dalam perhitungan pinjaman daring, penyaluran pembiayaan pinjaman daring di Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, nilai transaksi pembiayaan tercatat sebesar Rp 153,35 triliun, naik signifikan dari Rp 74,41 triliun pada 2020. 

Huda mencatat, peningkatan ini didorong oleh adopsi teknologi finansial dan kebutuhan pembiayaan yang tinggi selama pandemi Covid-19. Namun, proyeksi ke depan menunjukkan pertumbuhan yang lebih meningkat signifikan, dengan Lending Book diperkirakan mencapai Rp 365,70 triliun pada 2025.

Rani Septya, Peneliti Ekonomi Digital CELIOS, menambahkan, peningkatan ini mencerminkan kepercayaan yang semakin besar terhadap layanan pinjaman digital yang diperkuat oleh penetrasi teknologi, regulasi yang mendukung, serta kolaborasi antara lembaga keuangan tradisional dan platform fintech. 

Namun, ia mengingatkan, ada tantangan, seperti potensi risiko kredit dan ketergantungan pada teknologi, perlu diatasi untuk memastikan keberlanjutan dan stabilitas sektor pembiayaan digital di masa depan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo Bakmi GM Happy Hour Mei: Kenyang Mulai Rp 25 Ribuan, Untung Setiap Sore

Sore hari rawan lapar? Promo Bakmi GM punya Happy Hour mulai Rp 25.000-an. Jangan lewatkan kesempatan makan hemat sampai akhir Mei.  

WHO: Kemungkinan akan Lebih Banyak Kasus Hantavirus dalam Beberapa Minggu ke Depan

WHO mengeluarkan peringatan: ada kemungkinan akan lebih banyak kasus hantavirus dalam beberapa minggu mendatang.

Harga Emas Antam Hari Ini Rabu (13/5) Anjlok Rp 20.000 Jadi Rp 2.839.000

Harga emas batangan bersertifikat Antam hari ini keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) merosot tajam pada Rabu (13/5)

IHSG Semakin Tertekan, Cek Rekomendasi Saham dari BRI Danareksa Sekuritas (13/5)

IHSG berpeluang melanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu (13/5/2026).​ Cek rekomendasi saham dari BRI Danareksa Sekuritas untuk hari ini.

Bukan Telur Biasa! Ini 6 Manfaat Telur Omega yang Unggul Jaga Otak, Mata & Jantung

Mengonsumsi telur omega ternyata punya manfaat istimewa. Ini 6 khasiatnya yang bisa jaga jantung, mata, dan tulang Anda tetap prima.

MSCI Depak 6 Saham dari Indeks Gobal Standard, Ini 11 yang Bertahan

Enam saham Tanah Air keluar dari kelompok saham kapitalisasi besar, MSCI Global Standar Indexes List. Saham apa yang tersisa di indeks tersebut? ​

IHSG Masih Rawan Koreksi, Ini 4 Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas (13/5)

IHSG masih rawan mengalami koreksi pada perdagangan Rabu (13/5/2026).​ Simak rekomendasi saham dari MNC Sekuritas untuk hari ini.

HP Samsung Terbaru: Galaxy A07 Punya Keunggulan Tak Terduga

HP Samsung Galaxy A07 janjikan 6 tahun update OS, jauh di atas pesaing. Cek spesifikasi lengkap dan fitur unggulannya sebelum Anda membeli!

Simak Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas (13/5)

IHSG berpotensi untuk tes support pada perdagangan Rabu (13/5/2026).​ Berikut rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk hari ini.

6 Film Anjing Terbaik dan Bikin Hati Tersentuh, Siapkan Tisu

Siapkan hati Anda! 6 film anjing pilihan ini menjamin emosi Anda akan teraduk dengan kisah penuh makna.