M O M S M O N E Y I D
AturUang

Cari Tahu Yuk Vulnerability Gap dalam Keluarga

Cari Tahu Yuk Vulnerability Gap dalam Keluarga
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Sehat secara keuangan tentu keinginan banyak orang. Tidak hanya dilakukan pegawai pada umumnya, aman secara finansial juga banyak diperhatikan setiap keluarga baru. Kategori sebuah keluarga memiliki keuangan yang sehat biasanya memiliki rumah yang layak, pendidikan yang baik untuk anak, dan gaya hidup yang stabil.

Namun di balik stabilitas tersebut, ada “vulnerability gap” atau anggapan dimana kemapanan sering dianggap setara dengan keamanan finansial. Padahal keduanya tidak selalu berjalan beriringan. Semakin mapan sebuah keluarga, semakin kompleks risiko yang dihadapi.

Risiko finansial yang lebih besar, ketergantungan pada penghasilan utama, gaya hidup yang tinggi, hingga pengelolaan aset lintas generasi menjadi tantangan tersendiri. Tanpa strategi perlindungan yang tepat, kemapanan ini bisa rentan terhadap perubahan yang tidak terduga.

Berikut beberapa penyebab utama tingginya vulnerability gap pada keluarga di Indonesia dalam keterangan resmi Sun Life Indonesia, Sabtu (20/12),

1. Ketergantungan pada satu figur high performer

Banyak keluarga Indonesia yang bergantung pada satu pencari nafkah utama. Ketika pendapatan keluarga bertumpu pada satu figur, risiko finansial meningkat signifikan. Jika sesuatu terjadi pada pencari nafkah ini, bukan hanya stabilitas finansial yang terganggu, tetapi juga keberlangsungan kehidupan keluarga, bahkan rencana jangka panjang anak-anak.

Dalam banyak kasus, keluarga belum menyiapkan perlindungan memadai untuk memastikan pengganti penghasilan (income replacement) yang setara dengan standar hidup mereka.

Baca Juga: Instagram Berikan Fitur Eksklusif Early Access di Reels, Intip Detailnya di Sini

2. Gaya hidup yang meningkat seiring penghasilan

Keluarga yang mapan umumnya memiliki cost of living yang tinggi, seperti biaya sekolah premium, cicilan aset besar, perjalanan rutin, hingga lifestyle maintenance. Semua ini membuat kebutuhan dana darurat dan perlindungan finansial harus proporsional dengan standar hidup tersebut.

Namun kenyataannya, banyak keluarga belum mengukur “biaya hidup sebenarnya.” Akibatnya, ketika risiko terjadi, keluarga langsung merasa tertekan karena cadangan dana maupun proteksi yang ada tidak cukup menutup kebutuhan gaya hidup yang sudah terlanjur tinggi.

3. Aset banyak, namun tidak likuid

Kemapanan biasanya tercermin dari aset: properti, bisnis keluarga, investasi jangka panjang. Namun sebagian besar aset tersebut bersifat tidak likuid atau tidak bisa langsung dicairkan ketika ada kebutuhan mendesak. Proses balik nama properti, likuidasi bisnis, atau penjualan aset membutuhkan waktu panjang dan biaya administrasi yang tidak sedikit.

Inilah salah satu penyebab mengapa keluarga mapan tetap rentan saat menghadapi risiko tidak terduga, karena kekayaan tidak selalu berarti ketersediaan dana siap pakai.

4. Tanggung jawab lintas generasi yang besar

Semakin mapan sebuah keluarga, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul, tidak  hanya untuk generasi berikutnya tetapi juga untuk generasi sebelumnya. Bagi keluarga yang berada di fase sandwich generation, tanggung jawab ini mencakup mendukung pendidikan dan masa depan anak-anak sekaligus merawat orang tua yang sudah lanjut usia. Tanpa perencanaan yang komprehensif, beban ini dapat menimbulkan tekanan finansial dan konflik antar anggota keluarga.

Berdasarkan data Financial Resilience Index Sun Life Indonesia 2025, 71% keluarga Indonesia memiliki aspirasi untuk membangun kekayaan keluarga. Karena itu, untuk membantu keluarga Indonesia mewujudkan aspirasinya sekaligus mengelola risiko yang semakin kompleks, Sun Life Indonesia menyediakan rangkaian solusi perlindungan yang dapat diandalkan untuk memastikan keberlanjutan finansial keluarga, bahkan ketika kondisi tidak terduga terjadi. Beberapa solusi itu meliputi:

Baca Juga: Rekomendasi 6 Drakor Episode Pendek Bisa Ditonton di Waktu Luang

• Income replacement & perlindungan high-earner

Asuransi jiwa berperan sebagai pengganti penghasilan ketika pencari nafkah utama mengalami risiko meninggal dunia. Produk seperti Sun Prosperity Prime (Si Super) menawarkan proses pengajuan praktis tanpa pemeriksaan kesehatan dan manfaat tunai tahunan sejak tahun pertama, membantu menjaga stabilitas cashflow keluarga.

• Solusi perlindungan waris bebas pajak dan likuid

Untuk keluarga dengan aset besar dan tidak likuid, produk seperti Sun Proteksi Waris dapat menjadi instrumen yang efektif sebagai aset likuid yang langsung dapat digunakan ahli waris. Asuransi jiwa tidak dikenakan pajak, memiliki manfaat yang jelas, serta membebaskan keluarga dari proses administratif warisan yang panjang.

• Perencanaan lintas generasi yang terstruktur

Sun Life juga menyediakan dukungan melalui tenaga profesional seperti Insurance Advisor, yang dapat membantu keluarga menyusun strategi keuangan jangka panjang, hingga warisan yang sesuai hukum dan kebutuhan keluarga Anda.

Baca Juga: Provinsi Ini Hujan Sangat Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (20/12)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Dari Shanghai ke Jakarta, M Stand Bawa Gaya Ngopi Baru

F&B ID menghadirkan M Stand asal Shanghai ke Indonesia dengan menawarkan specialty coffee di segmen harga menengah.  

Tren Gaya Hidup Wellness Kembali Beri Ruang bagi Produk Obat Bahan Alam

Tren gaya hidup wellness mendorong kemunculan produk obat bahan alam untuk keseharian masyarakat.              

Sudah Bikin Banyak Konten tapi Sepi? Ini yang Bisa Dipelajari

Konten yang belum ramai bukan berarti prosesnya sia-sia. Pengalaman Voice of Baceprot menunjukkan pentingnya konsistensi dan keberanian eksplorasi

Cuaca Akhir Pekan di Jawa Barat Banyak Berawan, Cek Daerah yang Berpotensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Sabtu-Minggu didominasi berawan, dengan suhu mencapai 34°C di sejumlah wilayah  

Akhir Pekan Mau Jalan-Jalan? Yuk, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu bervariasi, dengan cerah mendominasi Minggu dan suhu mencapai 35°C.

CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Angkat Tema Berani Tersesat

Perjalanan mengejar mimpi tak selalu lurus. Kejar Mimpi FEST 2026 mengajak generasi muda berani mencoba, gagal, dan menemukan arah.

Akhir Pekan Jawa Timur Cerah! Cek Prakiraan Cuaca Besok (2/10) dan Minggu

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Timur pada Sabtu-Minggu didominasi cerah, dengan suhu udara mencapai 37 derajat Celsius.

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Masih Fluktuatif, Ini Proyeksi Hingga Akhir Tahun

Rupiah masih bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS. Ekonom menyebut tekanan global jadi pemicu utamanya.

Waspada Hujan Petir di Wilayah ini, Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (3/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Selatan besok, hujan petir berpotensi terjadi di Pagar Alam. Simak prakiraan lengkapnya  

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Besok (3/10) Didominasi Hujan, Cek Rincian Cuaca Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Utara besok, sedangkan lusa cuaca diprakirakan lebih banyak berawan.