MOMSMONEY.ID - Individu yang memiliki kadar gula darah tinggi memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi. Kedua kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Alice Perlowski, dokter kardiologi dari Goodrx.com, menyebutkan, langkah pertama dalam mencegah hipertensi dan gula darah tinggi adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup sehat. Cobalah untuk berolahraga secara teratur, mengurangi konsumsi alkohol dan merokok.
Kedua kondisi ini bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular aterosklerotik. Penyakit ini menyebabkan stroke, serangan jantung dan penyakit ginjal.
Baca Juga: Makan Buah Tinggi Karbo Bikin Gula Darah Tinggi, Ini Alternatif yang Lebih Aman
Apa hubungan antara hipertensi dan gula darah tinggi?
Orang dengan hipertensi lebih mungkin menderita gula darah tinggi, begitu pula sebaliknya. Kadar gula darah tinggi dan hipertensi memiliki efek serupa pada pembuluh darah.
Kadar gula darah tinggi menyebabkan peradangan dan kerusakan pada pembuluh darah. Hipertensi juga melakukan hal yang sama, meningkatkan tekanan pada dinding pembuluh darah.
Terdapat perubahan awal pada pembuluh darah kecil dan besar di dalam tubuh sebelum kadar gula darah tinggi dan hipertensi didiagnosis. Hal ini membuat kedua kondisi ini saling berinteraksi atau bahkan memiliki penyebab yang sama.
Hal yang pasti, pembuluh darah dapat menyempit ketika mengalami tekanan dan kerusakan. Hal tersebut memengaruhi aliran darah ke organ-organ utama.
Itulah mengapa gula darah tinggi dan hipertensi dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti:
- Penyakit ginjal
- Penyakit mata
- Disfungsi ereksi
- Serangan jantung
- Stroke
Hipertensi juga dikaitkan dengan resistensi insulin. Resistensi insulin terjadi ketika tubuh tidak merespons insulin dengan benar yang biasanya membantu sel menggunakan gula dalam darah.
Tanpa pengobatan, resistensi insulin pada akhirnya dapat menyebabkan diabetes. Gula darah tinggi juga dapat merusak pembuluh darah ginjal yang meningkatkan risiko penyakit ginjal, hal ini akhirnya meningkatkan tekanan darah.
Baca Juga: 8 Jenis Buah yang Bisa Turunkan Hipertensi secara Alami
Tips untuk mencegah hipertensi & mengelola kadar gula darah
Berikut beberapa tips untuk mencegah hipertensi dan mengelola kadar gula darah:
1. Kelola berat badan
Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki risiko lebih tinggi terhadap masalah kesehatan seperti gula darah tinggi. Mengelola berat badan dapat membantu menurunkan tekanan darah.
Berat badan sehat didefinisikan sebagai indeks massa tubuh (BMI) antara 18,5 dan 24,9. Menurut American Heart Association, menurunkan berat badan 5 hingga 10 pon dapat membantu menurunkan hipertensi.
2. Kurangi asupan garam
Garam dapat menyebabkan tubuh menahan cairan berlebih. Hal ini dapat menyebabkan tekanan darah meningkat, American Heart Association merekomendasikan konsumsi garam harian kurang dari 1.500 mg natrium (garam) untuk membantu menurunkan tekanan darah.
Anda dapat memantau asupan garam dengan memeriksa kandungan natrium pada label nutrisi. Makanan kemasan dan makanan siap saji di restoran mencakup 70% dari kebutuhan natrium harian.
Jadi, lebih baik menyiapkan makanan sendiri untuk membantu menurunkan asupan garam harian.
3. Ikuti diet DASH
Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) adalah serangkaian rekomendasi untuk membantu menurunkan hipertensi dan mengelola gula darah. Diet ini merekomendasikan konsumsi banyak buah, sayuran, makanan kaya serat, mengurangi asupan lemak jenuh dan mengurangi asupan garam.
Diet DASH dapat menurunkan tekanan darah sistolik lebih dari 11 mmHg pada orang dengan hipertensi
Baca Juga: 5 Makanan Sehari-hari Pemicu Hipertensi yang Sebaiknya Dibatasi Konsumsinya
4. Aktif berolahraga
Olahraga secara teratur adalah cara mudah untuk menurunkan tekanan darah, memperbaiki kadar gula darah, dan menurunkan berat badan. American Heart Association merekomendasikan 150 menit latihan aerobik intensitas sedang setiap minggu.
Anda bisa melakukan jalan cepat, bersepeda, atau menari selama 20 hingga 30 menit sehari.
5. Berhenti merokok
Nikotin dalam produk tembakau dapat menyebabkan hipertensi dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, mengurangi atau berhenti merokok adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga tekanan darah dan jantung tetap sehat.
6. Kurangi konsumsi alkohol
Alkohol dapat meningkatkan tekanan darah, terutama jika Anda mengonsumsinya dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu lama. Mengurangi konsumsi alkohol secara signifikan mampu menurunkan tekanan darah.
American Heart Association merekomendasikan pedoman minum berikut:
- Untuk pria, tidak lebih dari 2 minuman per hari.
- Untuk wanita, tidak lebih dari 1 minuman per hari.
Baca Juga: Takut Makan Nasi? Cek Alternatif yang Bikin Kadar Gula Darah Tetap Stabil
7. Konsumsi obat dari dokter
Obat-obatan yang paling umum digunakan untuk menurunkan hipertensi pada penderita gula darah tinggi adalah Inhibitor enzim pengubah angiotensin (ACE) seperti lisinopril dan enalapril.
Ada juga pilihan penghambat reseptor angiotensin II (ARB) seperti losartan dan candesartan. Obat-obatan ini bekerja pada ginjal untuk menurunkan tekanan darah.
Namun, obat-obatan ini juga dapat memperlambat kerusakan ginjal yang disebabkan oleh gula darah tinggi. Jika mengonsumsi penghambat ACE atau ARB, dokter akan melakukan tes darah untuk memantau kesehatan ginjal pasien.
Obat penghambat saluran kalsium seperti amlodipine dan nifedipine juga efektif untuk menurunkan tekanan darah pada penderita gula darah tinggi. Obat-obatan ini mencegah kalsium masuk ke dalam sel-sel jantung dan pembuluh darah.
Hal ini membuat otot-otot jantung dan pembuluh darah rileks, sehingga menurunkan tekanan darah. Obat penghambat saluran kalsium bekerja sangat baik pada orang kulit hitam dan orang dewasa yang lebih tua. Orang biasanya dapat mentolerirnya tanpa masalah.
Sementara, obat penghambat beta seperti metoprolol dan carvedilol jadi obat yang menghambat hormon epinefrin (adrenalin). Obat ini dapat mengobati tekanan darah tinggi, penyakit arteri koroner dan gagal jantung.
Obat penghambat beta juga dapat memblokir gejala gula darah rendah. Jadi jika Anda menderita gula darah tinggi dan mengonsumsi obat penghambat beta, pastikan untuk secara teratur memeriksa kadar gula darah.
Demikian informasi mengenai kaitan antara penyakit hipertensi dengan kadar gula darah tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News