M O M S M O N E Y I D
Santai

Cara Memonetisasi Akun YouTube Kids Tanpa Melanggar Aturan, Pahami Panduannya!

Penulis: Pinky Annisa  |  Editor: Pinky Annisa


MOMSMONEY.ID - Cara memonetisasi akun YouTube Kids tanpa melanggar aturan perlu dilakukan agar Anda tidak diblokir oleh sistem. YouTube memang telah menyediakan Program Mitra sebagai jalur resmi untuk mendapatkan uang melalui iklan. 

Namun, untuk konten anak-anak banyak fitur yang dimatikan demi perlindungan penonton usia dini. Kylie Julien, seorang pengamat media sosial dari Uscreen.tv menjelaskan, ada beberapa kesalahan yang bisa berakibat fatal. “Deskripsi video yang keliru, penggunaan fitur yang dibatasi, atau salah label bisa membuat akun Anda didemonetisasi secara otomatis,” ungkapnya.

Sejak diberlakukannya regulasi Children's Online Privacy Protection Act (COPPA), banyak kreator yang gagal menghasilkan pendapatan karena ketidaktahuan terhadap batasan hukum yang berlaku. Oleh karena itu, kreator wajib tahu cara memonetisasi akun YouTube Kids yang tepat seperti berikut:

Baca Juga: Cara Upload Video di YouTube yang Benar di iPhone, Tips biar Tidak Kena Blokir

Mengapa monetisasi youtube kids berbeda?

YouTube Kids adalah platform yang dirancang khusus untuk anak-anak. Dengan regulasi COPPA, YouTube melarang iklan yang dipersonalisasi untuk konten anak-anak. 

Fitur monetisasi seperti komentar, super chat, dan keanggotaan saluran juga dinonaktifkan untuk video yang ditandai sebagai “made for kids”.

Artinya, kreator harus lebih kreatif dalam mencari sumber pendapatan lain selain program mitra YouTube (YPP).

Cara aman memonetisasi akun youtube kids

1.Luncurkan platform streaming sendiri

Buat platform video on demand (VOD) seperti Netflix milik Anda sendiri. Dengan begitu, Anda bisa mengatur harga sendiri dan tetap mengontrol konten.

Anda bisa menggunakan platform seperti Uscreen untuk membuat situs dan aplikasi khusus yang menawarkan akses berlangganan ke video eksklusif.

2.Buat aplikasi over the top

Dengan aplikasi OTT, anak-anak bisa menonton konten Anda di smart TV atau ponsel. Langkah ini memperluas jangkauan audiens dan meningkatkan loyalitas pengguna.

Platform seperti Uscreen OTT bahkan bisa membantu Anda mengembangkan aplikasi untuk Apple TV.

3.Streaming langsung acara edukatif atau hiburan

Gunakan fitur streaming langsung (di luar YouTube) untuk mengadakan pertunjukan sulap, kelas seni, atau kontes interaktif. Anda bisa memonetisasi acara ini dengan sistem tiket (TVOD) atau langganan (SVOD).

4.Jual produk ramah anak

Tawarkan merchandise seperti buku cerita, kaos karakter, mainan edukatif, atau perlengkapan seni yang berhubungan dengan konten Anda.

5. Gabung program afiliasi

Rekomendasikan produk-produk anak seperti mainan edukatif atau perlengkapan sekolah dan dapatkan komisi setiap kali seseorang membelinya melalui link afiliasi Anda.

Contoh programnya yaitu Shopee affiliate atau aplikasi lain yang menawarkan program serupa.

5.Kerja sama dengan sponsor atau brand anak-anak

Banyak brand anak seperti produsen mainan atau perlengkapan sekolah mencari saluran yang tepat untuk kolaborasi. Sponsorship bisa berupa konten berbayar, pengenalan produk, atau review.

Pastikan Anda transparan dan mencantumkan penjelasan sponsor dengan jelas, sesuai dengan kebijakan YouTube.

6.Gunakan youtube sebagai saluran promosi

Walaupun monetisasi langsung dibatasi, Anda tetap bisa memakai YouTube Kids untuk mengajak audiens ke platform utama Anda. Misalnya, dengan menampilkan teaser video, lalu menyisipkan tautan ke situs streaming pribadi atau toko online.

Tips tambahan

  • Pastikan konten Anda ditandai dengan benar sebagai “dibuat untuk anak-anak”.
  • Hindari iklan atau promosi produk yang tidak sesuai usia.
  • Gunakan bahasa yang ramah anak dan visual yang edukatif.
  • Patuhi semua kebijakan COPPA dan pedoman komunitas YouTube.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Uang dari YouTube dengan Konten Edukasi, Bikin Views Jadi Naik

Itulah macam-macam cara memonetisasi akun YouTube Kids yang tepat dan tidak melanggar aturan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Bazar Buku BBW Kembali ke ICE BSD, Catat Jadwal dan Promo yang Ditawarkan

​Berlangsung pada 28 Oktober–1 November 2026, bazar ini juga menawarkan koleksi buku anak Little Umma dan sejumlah promo.

Panduan Menu Diet DASH Sehari-hari untuk Cegah Hipertensi dan Jaga Kesehatan Jantung

Menu diet DASH menjadi pilihan efektif untuk mengontrol tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung. Simak panduan porsi hariannya berikut.

Enggak Suka Sayur & Buah? Ini 7 Makanan yang Kaya akan Serat sebagai Alternatifnya

Temukan berbagai pilihan makanan yang kaya akan serat seperti biji-bijian hingga kacang-kacangan untuk menjaga kesehatan pencernaan Anda.  

Hujan Turun di 9 Daerah Jabodetabek Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (29/10)

Peringatan dini BMKG cuaca besok Kamis (29/10), Waspada hujan lebat di sejumlah wilayah Jabodetabek berikut ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (29/10), Hujan Lebat Terjadi di 24 Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok 29 Oktober 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di banyak provinsi ini.

IHSG Rabu (28/10) Berbalik Naik Tipis 0,31% ke Level 5.282

Investor asing mencatatkan aksi beli dan borong saham BBCA hingga naik 7%. IHSG berhasil naik tipis 0,31% ke level 5.282.

Ingin Berkarier di Industri Energi? Kenali Peluang dan Bekalnya Sejak Kuliah

Upstream Youth Champs 2026 ajak mahasiswa mengenal tantangan industri hulu migas dan memahami kebutuhan tenaga kerja dari berbagai bidang

Intip Tren Kuliner di Krista Interfood 2026, Ada Kompetisi Chef hingga Gelato

​Krista Interfood 2026 menghadirkan beragam kegiatan kuliner, termasuk kompetisi yang mengeksplorasi cita rasa lokal dan internasional.

Tak Hanya Jawab Keluhan, Begini Perkembangan AI untuk Layanan Pelanggan

Qiscus memperkenalkan dua teknologi AI baru yang dirancang untuk mendukung proses pengambilan keputusan dan layanan pelanggan.

Tiga Hal Yang Perlu Jadi Perhatian Pebisnis di Era Yang Namanya Digitalisasi

Ada tiga hal yang harus dikuasai oleh para pelaku usaha di era digitalisasi jika ingin naik kelas yang lebih tinggi.