MOMSMONEY.ID - Banyak orang merasa frustrasi karena bruntusan. Berikut adalah 4 penyebab bruntusan tidak kunjung hilang yang wajib diketahui.
Kemunculan tekstur bintik-bintik kecil pada wajah atau yang populer disebut bruntusan sering kali menjadi masalah kulit yang sangat mengganggu kenyamanan dan rasa percaya diri.
Banyak orang merasa frustrasi karena bruntusan di dahi, pipi, atau dagu tak kunjung membaik meski sudah mencoba berbagai produk perawatan wajah.
Bruntusan yang membandel umumnya bukan sekadar jerawat biasa, melainkan dampak dari penumpukan sel kulit mati, ketidakseimbangan mikrobioma kulit, iritasi akibat penggunaan skincare yang salah, hingga faktor gaya hidup yang memicu produksi sebum berlebih secara terus-menerus.
Baca Juga: 4 Produk Skincare yang Tidak Boleh Dipakai Setiap Hari, Bikin Skin Barrier Rusak
Ketahui lebih lanjut, berikut adalah 4 penyebab bruntusan tidak kunjung hilang, dikutip dari American Academy of Dermatology (AAD), Cleveland Clinic, dan Healthline.
1. Fungal acne
Salah satu alasan paling sering mengapa bruntusan tidak mempan diatasi dengan obat jerawat biasa adalah karena masalah tersebut sebenarnya merupakan fungal acne.
Kondisi ini disebabkan oleh pertumbuhan jamur Malassezia yang berlebihan di dalam folikel rambut, bukan oleh bakteri jerawat. Ciri khasnya adalah bintik-bintik kecil berukuran seragam yang sering disertai rasa gatal, terutama saat berkeringat.
Mengobati fungal acne menggunakan bahan anti-bakteri biasa tidak akan memicu pemulihan. Fungal acne membutuhkan bahan khusus seperti ketoconazole atau zinc pyrithione. Pastikan juga untuk menghindari produk berbahan dasar minyak yang menjadi "makanan" bagi jamur tersebut.
2. Kondisi over-exfoliation atau kerusakan skin barrier
Terlalu bersemangat menghilangkan bruntusan sering kali membuat seseorang mengeksfoliasi wajah secara berlebihan, baik menggunakan scrub kasar maupun produk berbahan AHA atau BHA setiap hari.
Alih-alih mulus, kebiasaan ini justru merusak skin barrier dan menyebabkan kulit mengalami dehidrasi berat. Saat skin barrier rusak, bakteri dan kotoran akan lebih mudah masuk serta memicu peradangan. Sementara itu, kelenjar minyak akan berproduksi secara berlebihan sebagai mekanisme proteksi alami.
Kombinasi kulit iritasi dan produksi minyak tinggi inilah yang membuat bruntusan baru terus bermunculan tanpa henti.
Baca Juga: 4 Waktu Terbaik untuk Menggunakan Sheet Mask agar Manfaatnya Maksimal
3. Penggunaan produk komedogenik
Tanpa disadari, beberapa kandungan dalam pelembap, sunscreen, atau pembersih wajah yang Anda gunakan sehari-hari mungkin memiliki indeks komedogenik yang tinggi.
Beberapa bahan yang termasuk komedogenik adalah coconut oil, silicone tertentu dalam konsentrasi pekat, dan mineral oil. Kandungan berat ini dapat terperangkap di dalam pori-pori bersama sel kulit mati dan keringat.
Jika Anda tidak menerapkan teknik double cleansing secara konsisten setiap malam, residu penyumbat ini akan memicu tumpukan komedo tertutup (closed comedones) yang bertahan lama sebagai tekstur bruntusan yang kasar.
4. Kebiasaan menyentuh wajah dan benda kotor yang sering menempel di kulit
Kebiasaan fisik harian yang tampak sepele kerap menjadi penyebab utama bruntusan tidak kunjung reda lho, Moms.
Memegang wajah dengan tangan yang belum dicuci, menempelkan layar ponsel yang penuh bakteri saat menelepon, atau jarang mengganti sarung bantal dan helm dapat memindahkan kuman serta minyak secara konstan ke kulit wajah.
Gesekan berulang dari benda-benda kotor ini bisa memicu kondisi yang dikenal sebagai acne mechanica, yaitu peradangan folikel ringan yang bermanifestasi sebagai bruntusan membandel di area pemicu kontak tersebut.
Memahami penyebab mendasar di balik bruntusan yang tidak kunjung hilang adalah kunci utama untuk menentukan strategi perawatan yang tepat. Dengan menyederhanakan rutinitas skincare, fokus memperkuat skin barrier, serta menjaga kebersihan benda-benda yang bersentuhan dengan wajah, itu dapat mengembalikan tekstur kulit yang halus, bersih, dan sehat secara bertahap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News