M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Capek Bruntusan? Ini 4 Penyebab Bruntusan Tidak Kunjung Hilang yang Wajid Diketahui

Capek Bruntusan? Ini 4 Penyebab Bruntusan Tidak Kunjung Hilang yang Wajid Diketahui
Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Banyak orang merasa frustrasi karena bruntusan. Berikut adalah 4 penyebab bruntusan tidak kunjung hilang yang wajib diketahui.

Kemunculan tekstur bintik-bintik kecil pada wajah atau yang populer disebut bruntusan sering kali menjadi masalah kulit yang sangat mengganggu kenyamanan dan rasa percaya diri.

Banyak orang merasa frustrasi karena bruntusan di dahi, pipi, atau dagu tak kunjung membaik meski sudah mencoba berbagai produk perawatan wajah.

Bruntusan yang membandel umumnya bukan sekadar jerawat biasa, melainkan dampak dari penumpukan sel kulit mati, ketidakseimbangan mikrobioma kulit, iritasi akibat penggunaan skincare yang salah, hingga faktor gaya hidup yang memicu produksi sebum berlebih secara terus-menerus.

Baca Juga: 4 Produk Skincare yang Tidak Boleh Dipakai Setiap Hari, Bikin Skin Barrier Rusak

Ketahui lebih lanjut, berikut adalah 4 penyebab bruntusan tidak kunjung hilang, dikutip dari American Academy of Dermatology (AAD), Cleveland Clinic, dan Healthline.

1. Fungal acne

Salah satu alasan paling sering mengapa bruntusan tidak mempan diatasi dengan obat jerawat biasa adalah karena masalah tersebut sebenarnya merupakan fungal acne.

Kondisi ini disebabkan oleh pertumbuhan jamur Malassezia yang berlebihan di dalam folikel rambut, bukan oleh bakteri jerawat. Ciri khasnya adalah bintik-bintik kecil berukuran seragam yang sering disertai rasa gatal, terutama saat berkeringat.

Mengobati fungal acne menggunakan bahan anti-bakteri biasa tidak akan memicu pemulihan. Fungal acne membutuhkan bahan khusus seperti ketoconazole atau zinc pyrithione. Pastikan juga untuk menghindari produk berbahan dasar minyak yang menjadi "makanan" bagi jamur tersebut.

2. Kondisi over-exfoliation atau kerusakan skin barrier

Terlalu bersemangat menghilangkan bruntusan sering kali membuat seseorang mengeksfoliasi wajah secara berlebihan, baik menggunakan scrub kasar maupun produk berbahan AHA atau BHA setiap hari.

Alih-alih mulus, kebiasaan ini justru merusak skin barrier dan menyebabkan kulit mengalami dehidrasi berat. Saat skin barrier rusak, bakteri dan kotoran akan lebih mudah masuk serta memicu peradangan. Sementara itu, kelenjar minyak akan berproduksi secara berlebihan sebagai mekanisme proteksi alami.

Kombinasi kulit iritasi dan produksi minyak tinggi inilah yang membuat bruntusan baru terus bermunculan tanpa henti.

Baca Juga: 4 Waktu Terbaik untuk Menggunakan Sheet Mask agar Manfaatnya Maksimal

3. Penggunaan produk komedogenik

Tanpa disadari, beberapa kandungan dalam pelembap, sunscreen, atau pembersih wajah yang Anda gunakan sehari-hari mungkin memiliki indeks komedogenik yang tinggi.

Beberapa bahan yang termasuk komedogenik adalah coconut oil, silicone tertentu dalam konsentrasi pekat, dan mineral oil. Kandungan berat ini dapat terperangkap di dalam pori-pori bersama sel kulit mati dan keringat.

Jika Anda tidak menerapkan teknik double cleansing secara konsisten setiap malam, residu penyumbat ini akan memicu tumpukan komedo tertutup (closed comedones) yang bertahan lama sebagai tekstur bruntusan yang kasar.

4. Kebiasaan menyentuh wajah dan benda kotor yang sering menempel di kulit

Kebiasaan fisik harian yang tampak sepele kerap menjadi penyebab utama bruntusan tidak kunjung reda lho, Moms.

Memegang wajah dengan tangan yang belum dicuci, menempelkan layar ponsel yang penuh bakteri saat menelepon, atau jarang mengganti sarung bantal dan helm dapat memindahkan kuman serta minyak secara konstan ke kulit wajah.

Gesekan berulang dari benda-benda kotor ini bisa memicu kondisi yang dikenal sebagai acne mechanica, yaitu peradangan folikel ringan yang bermanifestasi sebagai bruntusan membandel di area pemicu kontak tersebut.

Memahami penyebab mendasar di balik bruntusan yang tidak kunjung hilang adalah kunci utama untuk menentukan strategi perawatan yang tepat. Dengan menyederhanakan rutinitas skincare, fokus memperkuat skin barrier, serta menjaga kebersihan benda-benda yang bersentuhan dengan wajah, itu dapat mengembalikan tekstur kulit yang halus, bersih, dan sehat secara bertahap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kaya Nutrisi! Ini 7 Manfaat Madu untuk Tumbuh Kembang Si Kecil & Usia Amannya

Ini 7 manfaat madu untuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan pencernaan anak. Lengkap dengan panduan penting pemberian madu yang aman.

Run & Rise 2026: Saat Ribuan Langkah Berlari untuk Air Bersih Anak Indonesia

Run & Rise 2026 melibatkan lebih dari 1.200 peserta sekaligus mengajak masyarakat ikut mendukung akses air bersih bagi anak-anak.

Capek Bruntusan? Ini 4 Penyebab Bruntusan Tidak Kunjung Hilang yang Wajid Diketahui

Banyak orang merasa frustrasi karena bruntusan. Berikut adalah 4 penyebab bruntusan tidak kunjung hilang yang wajib diketahui.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (11/9), Provinsi Ini Siaga Hujan Sangat Lebat

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Jumat (11/9) dengan status Siaga hujan sangat lebat dan Waspada hujan lebat di provinsi ini.

4 Produk Skincare yang Tidak Boleh Dipakai Setiap Hari, Bikin Skin Barrier Rusak

Ini 4 produk skincare yang tidak boleh dipakai setiap hari agar kulit terhindar dari iritasi. Catat, ya!

Ramalan Shio Besok Jumat 11 September 2026, Kuda Harus Lebih Waspada

Simak ramalan shio Jumat 11 September 2026, mulai karier, keuangan, cinta, hingga kesehatan bagi 12 shio terlengkap di sini.

Ramalan Zodiak Besok Jumat 11 September 2026, Karier, Cinta dan Keuangan

Simak ramalan 12 zodiak besok Jumat 11 September 2026, mulai karier, keuangan, cinta, hingga kesehatan setiap zodiak paling terbaru.​

Jawa Barat Hujan di Daerah Ini, Simak Prediksi Cuaca untuk Besok (11/9) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca besok Jawa Barat didominasi berawan pada Jumat-Sabtu, dengan hujan di sejumlah wilayah dan suhu hingga 37°C.

Jawa Tengah Didominasi Berawan! Cek Prakiraan Cuaca Besok (11/9) dan Suhunya

Cuaca besok Jawa Tengah Jumat (11/9) dan lusa didominasi berawan, sementara suhu di sejumlah wilayah bisa mencapai 35 derajat Celsius.

Enggak Ada Hujan, Begini Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok (11/9) dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur besok Jumat (11/9) dan Sabtu (12/9) didominasi berawan, dengan suhu mencapai 35 derajat Celsius.