MOMSMONEY.ID - Penggunaan produk skincare secara konsisten memang menjadi kunci utama untuk meraih kulit yang sehat, halus, dan bercahaya. Kendati demikian, tidak semua produk aman atau dirancang untuk dioleskan ke kulit setiap hari.
Beberapa bahan aktif dengan konsentrasi tinggi justru berpotensi merusak lapisan pelindung kulit (skin barrier), memicu iritasi parah, hingga menyebabkan kemerahan jika digunakan secara berlebihan.
Ada beberapa jenis produk skincare yang memerlukan batasan frekuensi pemakaian agar memberikan hasil maksimal tanpa mengorbankan kesehatan kulit Anda.
Baca Juga: 4 Waktu Terbaik untuk Menggunakan Sheet Mask agar Manfaatnya Maksimal
Bersumber dari American Academy of Dermatology (AAD), Healthline, dan Byrdie, ini 4 produk skincare yang tidak boleh dipakai setiap hari agar kulit terhindar dari iritasi.
1. Exfoliating Toner atau Serum dengan Kandungan AHA / BHA Tinggi
Produk eksfoliasi kimiawi yang mengandung AHA seperti glycolic acid dan lactic acid serta BHA (salicylic acid) berfungsi untuk mengikis sel-sel kulit mati dan membersihkan pori-pori yang tersumbat.
Namun, menggunakannya setiap hari dapat menyebabkan kondisi over-exfoliation. Dampaknya, lapisan skin barrier akan menipis, kulit menjadi sangat kering, mengelupas, terasa perih, hingga mengalami ruam kemerahan.
Pakar kulit menyarankan untuk membatasi pemakaian produk eksfoliasi ini sebanyak 2 hingga 3 kali saja dalam seminggu.
2. Retinol dan Retinoid
Retinol dan derivat vitamin A lainnya diakui sebagai bahan anti-aging terbaik yang efektif merangsang regenerasi sel dan sintesis kolagen.
Meski manfaatnya sangat besar, namun penggunaan retinol setiap hari terutama bagi pemula dapat memicu proses purging, kulit kering bersisik, serta sensasi terbakar.
Untuk pemakaian awal, aplikasikan retinol secara bertahap yaitu 1-2 kali seminggu. Lalu, tingkatkan frekuensinya secara perlahan sesuai dengan tingkat toleransi kulit Anda.
Baca Juga: Bukan Cuma soal Produk, Simak 3 Hal Penting Ini biar UMKM Bisa Memperluas Pasar
3. Clay Mask
Clay mask atau masker berbahan dasar tanah liat (seperti kaolin atau bentonite) sangat ampuh menyerap minyak berlebih dan membersihkan kotoran dari dalam pori-pori.
Jika dipakai setiap hari, masker ini akan menyedot kelembapan alami kulit secara agresif, membuat kulit kehilangan kadar air, dan memicu dehidrasi.
Sebagai respons protektif, kelenjar minyak justru akan memproduksi sebum secara berlebihan untuk mengimbangi kekeringan tersebut. Pemakaian clay mask yang ideal cukup 1-2 kali dalam seminggu.
4. Peel-Off Mask
Peel-off mask dirancang untuk ditarik langsung dari permukaan kulit setelah mengering dengan tujuan merontokkan komedo dan kotoran.
Jika digunakan setiap hari, sensasi tarikan mekanis dari masker ini akan mengikis sel kulit sehat secara paksa, merusak elastisitas jaringan, serta memicu peradangan pada folikel rambut di wajah. Selain itu, penggunaan berulang setiap hari dapat melemahkan skin barrier secara signifikan.
Gunakan peel-off mask maksimal 1 kali dalam seminggu saja atau ganti dengan metode pembersihan komedo yang lebih lembut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News