MOMSMONEY.ID - Setiap keluarga memiliki tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Salah satu kebiasaan yang masih banyak dijumpai di keluarga Indonesia adalah penggunaan minyak balur untuk membantu menjaga kenyamanan tubuh anggota keluarga.
Bagi banyak ibu, minyak balur bukan hanya produk yang tersimpan di kotak obat rumah. Kehadirannya sering kali menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, mulai dari membantu meredakan rasa pegal setelah beraktivitas, menghangatkan tubuh saat cuaca dingin, hingga menemani perjalanan keluarga saat berlibur.
Owner Kutus Kutus Fazli Hasniel Sugiharto menilai, tradisi penggunaan minyak balur bertahan karena memiliki kedekatan emosional dengan pengalaman keluarga di Indonesia.
“Banyak orang mengenal minyak balur bukan hanya sebagai produk, tetapi sebagai bagian dari kebiasaan keluarga yang sudah berlangsung lama,” ujar pria yang akrab disapa Arniel ini dalam keterangan resmi Selasa (9/6).
Menurut Arniel, perubahan gaya hidup modern justru membuat masyarakat kembali mencari bentuk-bentuk perawatan tubuh yang sederhana dan mudah dilakukan di rumah. Hal ini sejalan dengan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pendekatan wellness dan gaya hidup yang lebih seimbang.
Baca Juga: Ini Manfaat Menggunakan Produk Kecantikan Berbahan Minyak Biji Bunga Matahari
Di keluarga tertentu, penggunaan minyak balur juga menjadi bagian dari rutinitas harian, mulai dari pijat ringan setelah aktivitas hingga penggunaan sebelum tidur untuk membantu tubuh terasa lebih nyaman.
Dalam konteks ini, sejumlah produk herbal berbasis tradisi mulai beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern. Produk Kutus Kutus, misalnya, berkembang dengan mempertahankan pendekatan tradisional yang dipadukan dengan gaya hidup masa kini.
Arniel menilai, keberlangsungan tradisi ini menunjukkan, masyarakat Indonesia masih memiliki kedekatan dengan metode perawatan tubuh berbasis bahan alami.
“Tradisi seperti ini bertahan bukan karena tren sesaat, tetapi karena sudah menjadi bagian dari pengalaman sehari-hari masyarakat,” katanya.
Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, tradisi penggunaan minyak balur dinilai tetap relevan karena menawarkan pendekatan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Fenomena ini sekaligus menunjukkan bagaimana warisan perawatan tubuh tradisional gaya Nusantara memiliki tempat di tengah gaya hidup modern masyarakat Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News