MOMSMONEY.ID - Kolesterol disebabkan oleh apa? Penyebab umum kolesterol tinggi adalah pola makan, kurang olahraga, merokok, dan faktor genetik. Beberapa kondisi medis dan pengobatan juga dapat meningkatkan risiko tersebut.
Sarah Samaan, dokter kardiologi memaparkan bahwa kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL) adalah jenis kolesterol jahat yang meningkatkan risiko masalah kesehatan. Terlalu banyak kolesterol LDL dapat menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan serangan jantung hingga stroke.
Baca Juga: 7 Manfaat Makan Buah Pisang bagi Kesehatan, Bisa Lawan Kolesterol
Perubahan kecil dalam pola makan dan olahraga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Dilansir dari Goodrx.com, simak beberapa faktor risiko lainya:
- Sering merokok bisa memicu kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh.
- Kurang olahraga, melakukan setidaknya 2 jam olahraga intensitas sedang hingga tinggi setiap minggu dapat menurunkan kadar LDL dan meningkatkan kadar HDL.
- Hormon tiroid rendah memuat kadar kolesterol LDL jadi tinggi.
- Testosteron rendah terkadang dikaitkan dengan LDL yang lebih tinggi.
- Seringkali, kolesterol LDL mulai meningkat sekitar 5 tahun sebelum menopause.
- Diabetes cenderung meningkatkan LDL, trigliserida serta menurunkan HDL. Orang dengan pradiabetes juga berisiko.
- Obat-obatan yang umum menyebabkan kolesterol tinggi termasuk beta blocker dan diuretik. Penggunaan steroid jangka panjang seperti kortison dan beberapa obat kesehatan mental juga menyebabkan kolesterol tinggi.
- Sindrom ovarium polikistik (PCOS) meningkatkan risiko penyakit jantung. Jadi, jika memiliki PCOS, penting untuk memantau kadar LDL.
- Kadar kolesterol cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, dimulai sejak usia 40-an.
Makanan apa yang menyebabkan kolesterol tinggi?
Anda bisa memiliki kolesterol tinggi meski sudah mengonsumsi makanan rendah kolesterol. Itu karena tubuh memproduksi kolesterol sendiri dari berbagai bagian makanan yang dimakan.
Misalnya, lemak tertentu dan karbohidrat olahan memengaruhi kadar kolesterol. Membatasi makanan ini dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap rendah:
- Daging merah: Ini termasuk daging sapi yang kaya akan lemak jenuh. Lemak jenuh meningkatkan kolesterol LDL.
- Potongan daging yang lebih berlemak memiliki lebih banyak lemak jenuh.
- Lemak trans: Lemak ini berbahaya bagi jantung dan organ lainnya. Namun, sejumlah kecil lemak trans masih dapat ditemukan dalam makanan yang dibuat dengan minyak tertentu.
- Minyak sawit dan minyak kelapa tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol LDL. Makanan olahan dan gorengan sering mengandung minyak ini.
- Karbohidrat olahan termasuk makanan yang dibuat dengan tepung terigu putih serta makanan ringan, seperti keripik dan kue. Makanan ini dapat memengaruhi kadar kolesterol.
- Makanan olahan susu cenderung lebih tinggi kolesterol dan lemak jenuh.
Berapa kadar kolesterol yang sehat?
Ketika berbicara tentang kolesterol, kita biasanya fokus pada LDL. Kisaran kolesterol paling sehat bergantung pada situasi dan kondisi medis lainnya. Misalnya:
- Jika tidak memiliki penyakit jantung, kolesterol LDL ideal berada di bawah 100 mg/dL.
- Jika memiliki penyakit jantung dan diabetes, sebaiknya jaga kadar LDL di bawah 70 mg/dL.
Apa bahaya kolesterol tinggi?
Semakin tinggi LDL, semakin besar kemungkinan terkena aterosklerosis. Ini adalah kondisi di mana plak lemak menumpuk di dalam arteri, plak kolesterol dapat mempersempit atau menghalangi aliran darah melalui arteri.
Arteri membawa darah, oksigen, dan nutrisi ke organ hingga otot. Jika memiliki plak kolesterol, Anda berisiko lebih tinggi mengalami masalah berikut:
- Penyakit arteri koroner, termasuk serangan jantung dan gagal jantung
- Stroke dan TIA (serangan iskemik transien)
- Penyakit arteri perifer yang dapat menyebabkan amputasi
- Aneurisma aorta yang dapat mematikan jika tidak dideteksi sejak dini
- Stenosis arteri ginjal yang dapat menyebabkan gagal ginjal dan tekanan darah tinggi
Baca Juga: Kadar Kolesterol Tinggi Berisiko Memicu Serangan Jantung Tanpa Gejala, Waspada!
Kolesterol tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala sampai masalah berkembang. Beberapa orang dengan kolesterol tinggi secara genetik akan memiliki xanthoma atau nodul kekuningan di wajah atau struktur kulit lainnya.
Kolesterol tinggi tidak menyebabkan pusing, masalah pernapasan, atau nyeri dada sampai sudah ada penyumbatan. Sekian faktor risiko yang menyebabkan kolesterol tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News