MOMSMONEY.ID - Terapi stem cell atau sel induk semakin banyak dimanfaatkan dalam dunia medis karena kemampuannya membantu memperbaiki jaringan tubuh yang rusak dan mendukung proses pemulihan secara alami.
Stem cell merupakan sel yang dapat memperbarui diri dan berkembang menjadi berbagai jenis sel tubuh.
Selain itu, terapi regeneratif juga memanfaatkan secretome, yaitu zat aktif yang dihasilkan stem cell dan mengandung growth factor yang berperan dalam perbaikan jaringan.
Di bidang estetika, terapi stem cell digunakan untuk membantu peremajaan kulit, mengatasi kebotakan (alopecia), hingga mendukung pembentukan kontur wajah.
Menurut dr. Tasya Anggrahita, Sp.BP-RE, Subsp. E.L, terapi ini bekerja dengan mendukung regenerasi jaringan dari dalam.
Baca Juga: Bidik Sumber Pertumbuhan Baru, Prodia Mengembangkan Klinik Stem Cell
Dibandingkan dengan terapi skin booster lain seperti salmon DNA, terapi berbasis stem cell menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif.
"Ia bekerja dengan mendukung regenerasi jaringan dari dalam, memperbaiki kerusakan di tingkat sel, dan menghasilkan growth factor yang berperan dalam perbaikan dan peremajaan jaringan," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (18/6).
Sementara di bidang ortopedi, stem cell berpotensi membantu pemulihan cedera tendon, tulang rawan sendi, ligamen, meniskus, hingga diskus tulang belakang.
"Stem cell dan turunannya memiliki efek regenerasi dan menstimulasi pemulihan sel-sel tubuh yang sakit," kata dr. Auliya Akbar, Sp.OT, Subsp. PL.
Meski demikian, terapi stem cell tidak dapat dilakukan sembarangan. Pasien perlu menjalani evaluasi medis terlebih dahulu untuk memastikan terapi yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.
Melihat potensi tersebut, Brawijaya Hospital baru saja meluncurkan Brawijaya Regenerative Stem Cell Center yang menyediakan layanan terapi regeneratif untuk kebutuhan estetika, bedah plastik, dan ortopedi di jaringan rumah sakitnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News