MOMSMONEY.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengingatkan, masyarakat mesti mewaspadai kondisi cuaca selama periode mudik Lebaran 2026.
Cuaca pada periode Idulfitri 1447 H diprediksi didominasi oleh hujan ringan hingga sedang. Namun, potensi hujan lebat tetap ada di beberapa wilayah, seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sampai Papua.
“BMKG menganalisis dan memantau kondisi atmosfer secara berkelanjutan. Informasi cuaca secara tepat juga senantiasa disampaikan untuk mendukung keselamatan masyarakat selama periode Angkutan Lebaran,” ujar Kepala BMKG Teuku Faisall Fathani dalam keterangan resmi, Rabu (18/3).
Baca Juga: Catat! Ini Peta Jalur Mudik 2026 Disertai Lokasi Rehat dari Wings Food
Di jalur udara, BMKG mengingatkan potensi awan cumulonimbus (CB) selama bulan Maret. Awan tersebut berpotensi memicu turbulensi dan kilat/petir di rute penerbangan.
Di jalur laut, BMKG mengingatkan periode Maret-April berpotensi gelombang kategori sedang (1,25 - 2,5 meter) di sejumlah perairan Indonesia.
Di jalur darat, BMKG mengingatkan potensi banjir rob yang dipicu kombinasi fase Bulan baru dan fase Perigee. Hal ini berpotensi meningkatkan potensi pasang air laut di beberapa pesisir wilayah Indonesia.
Baca Juga: Daftar Nomor Darurat Mudik Lebaran 2026, Catat Ini biar Perjalanan Anda Aman
Sebagai bentuk mitigasi bencana hidrometeorologi, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
OMC dilakukan BMKG bersama BNPB secara situasional berbasis kebutuhan. Fokusnya adalah rencana pelaksanaan OMC pada 17-18 Maret 2026.
Rencana OMC pada periode tersebut memprioritaskan mengamankan jalur mudik pelabuhan seperti Merak-Bakauheni dan Gilimanuk-Ketapang.
BMKG menguatkan sisi layanan informasi terintegrasi dengan Digital Weather for Traffic (DWT) untuk jalur darat, Ina-SIAM untuk jalur udara, dan InaWIS untuk jalur laut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News