M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Bitcoin Dekati US$ 75.000 di saat Perang, Pergeseran Paradigma atau Sekadar Euforia?

Bitcoin Dekati US$ 75.000 di saat Perang, Pergeseran Paradigma atau Sekadar Euforia?
Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini


MOMSMONEY.ID - Di tengah eskalasi konflik AS-Iran yang masih memanas, pasar investasi global menunjukkan dinamika yang tidak biasa. Sementara aset tradisional fluktuatif, Bitcoin (BTC) dan sejumlah aset kripto strategis seperti Ethereum (ETH)  mencatat performa harga yang menarik perhatian.

Mengutip coinmarketcap.com, harga Bitcoin mendekati US$ 74.761 pada Kamis (16/4) pukul 15.00 WIB. Dalam 24 jam terakhir, harganya naik 1,26%, dan menguat 5,25% selama tujuh hari terakhir.

Fahmi Almuttaqin, Crypto Analis Reku, menyoroti salah satu perkembangan paling signifikan dari dinamika terkini. Kemampuan Bitcoin menyerap guncangan geopolitik dengan sangat cepat. "Kita sedang menyaksikan pergeseran paradigma. Jika dulu konflik global membuat investor berlarian ke uang tunai, kini Bitcoin semakin dianggap sebagai asuransi digital yang kebal terhadap intervensi fisik negara mana pun," jelasnya mengutip siaran pers, Kamis (16/4).

Baca Juga: Pasar Kripto Bergairah, Token Venice Mendaki ke Puncak Top Gainers

Blokade militer di jalur perdagangan utama dunia yang secara teori dapat menekan aset berisiko selama berminggu-minggu, hanya memberikan dampak koreksi singkat pada Bitcoin sebelum harga kembali pulih dan justru naik.

Breakout US$ 75.000 

Bitcoin sempat menembus US$ 75.000 atau setara Rp 1,2 miliar, sebelum mengalami konsolidasi. Volume beli yang menipis kemudian digantikan oleh volume jual sesaat pasca-breakout, mengindikasikan aksi profit taking.

Namun, upaya breakout tersebut kini kembali terlihat dan dengan kekuatan beli yang lebih besar. Ini membuka peluang untuk reli ke level psikologis US$ 80.000.

"Pasar sedang membangun fondasi support yang lebih kuat, sebelum melanjutkan kenaikan menuju target US$ 80.000. Konsolidasi di level ini, di tengah tekanan geopolitik yang masih tinggi, justru mencerminkan kekuatan struktural pasar," jelas Fahmi.

Baca Juga: Deadline Trump bagi Iran Malam Ini, Investor Harus Siap untuk Dua Skenario

Adopsi institusi yang semakin agresif salah satu faktor utama yang menjaga harga Bitcoin tidak terjun bebas di tengah konflik dan mendorong kenaikan harga baru-baruini. Permintaan struktural dari institusi besar seperti Strategy (sebelumnya MicroStrategy) dan Morgan Stanley baru-baru ini, berhasil menyerap emisi Bitcoin dan menekan suplai beredar secara signifikan.

Setelah membeli Bitcoin senilai US$ 1 miliar pekan lalu, Strategy kini diprediksi sedang melakukan pembelian yang lebih besar. Indikatornya: volume STRC (Variable Rate Perpetual Preferred Stock Strategy) melonjak menyentuh rekor baru sepanjang pekan ini. Pada 14 April 2026, STRC mencatat volume trading lebih dari US$ 1,4 miliar, lebih dari empat kali rata-rata 30 hari sebesar US$ 278 juta.

STRC ATM Tracker (strc.live) memperkirakan hal ini menghasilkan sekitar US$ 1,12 miliar proceeds dengan capture rate 81%, yang berpotensi digunakan untuk membeli sekitar 15.088 BTC di harga spot US$ 74.262 setara 33,5 hari produksi miner global, yang terserap hanya dalam hitungan jam.

Menurut Fahmi, dinamika pasar kripto global kini memiliki dampak langsung terhadap daya beli dan stabilitas aset pribadi masyarakat, termasuk di Indonesia, di tengah kondisi geopolitik dan makro global. Di tengah tekanan rupiah dan ketidakpastian inflasi, Bitcoin mulai dilirik sebagai instrumen lindung nilai yang efektif terhadap depresiasi mata uang domestik.

Meskipun demikian, dia bilang, mengingat Bitcoin baru saja menyentuh US$ 75.000 dan kembali terkoreksi, strategi Dollar Cost Averaging atau mencicil secara rutin tetap menjadi pendekatan paling prudent bagi investor umum, dibandingkan pembelian besar dalam satu waktu," tuturnya.

"Ketenangan, riset yang mendalam, dan tidak reaktif terhadap fluktuasi jangka pendek adalah kunci pengelolaan portofolio yang optimal," imbuh Fahmi.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

IHSG Ada Peluang Menguat, Cek 4 Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas (17/4)

IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (17/4/2026). Simak rekomendasi saham dari MNC Sekuritas untuk hari ini.

IHSG Berpotensi Rebound, Berikut 6 Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas (17/4)

IHSG diproyeksi rebound  pada perdagangan Jumat (17/4/2026).​ Berikut enam rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk hari ini.

Simak 3 Rekomendasi Saham Uptrend dari IPOT Untuk Hari Ini (17/4)

Rekomendasi saham hari ini, Jumat 17 April 2026 dari IPOT didominasi saham-saham dengan sinyal teknikal positif.

Perjuangan Ibu Tunggal, 6 Drakor Ini Buktikan Kekuatan Cinta Ibu

6 drakor bertema ibu tunggal ini menyajikan drama kehidupan yang nyata. Pelajari kekuatan dan ketabahan mereka di setiap episode.  

Pilih Smartwatch Garmin: Fitur Canggih Ini Bikin Olahraga Lebih Optimal!

Beberapa model Smartwatch Garmin mampu melacak stres dan memantau respons tubuh. Jangan salah pilih, cek rekomendasi smartwatch terbaik untuk Anda

Katalog Promo JSM Alfamart Periode 17-19 April 2026, Lebih Hemat Hanya 3 Hari!

Cek katalog promo JSM Alfamart periode 17-19 April 2026 di sini untuk belanja hemat di akhir pekan ini.

Daftar Lengkap Skuad Thomas dan Uber Cup 2026, Fajar & Putri KW Terpilih Jadi Kapten

Kejuaraan bulutangkis paling bergengsi Thomas dan Uber Cup 2026 segera dimulai. Cek daftar nama pemain Indonesia yang bertanding.

Sekolah Ini Paparkan Cara Membentuk Kepribadian Seseorang

Membentuk kepribadian seseorang pada dasarnya tidak mudah. Sekolah ini beberkan semua bisa terlaksana dari kemauan.

Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 17 April 2026: Banyak Kejutan Cinta sampai Keuangan

Yuk ,cek ramalan zodiak hari ini Jumat 17 April 2026, prediksi cinta, karier, dan keuangan 12 bintang yang bisa jadi gambaran harimu sekarang.​

Harga Naik 227%, Saham Pendatang Baru WBSA Masuk UMA

Dalam rangka perlindungan investor, BEI menginformasikan adanya peningkatan harga saham WBSA di luar kebiasaan atau unusial market activity (UMA).