M O M S M O N E Y I D
AturUang

Biaya Hidup Makin Menekan, Saatnya Warga Kota Besar Menata Ulang Keuangan

Biaya Hidup Makin Menekan, Saatnya Warga Kota Besar Menata Ulang Keuangan
Reporter: Nina Dwiantika  |  Editor: Nina Dwiantika


MOMSMONEY.CO.ID - Awal tahun kerap diperlakukan sebagai momen penuh resolusi dan harapan baru. Namun di balik euforia target dan rencana, ada satu pekerjaan rumah yang sering justru dihindari mengevaluasi kondisi keuangan secara jujur. Padahal, tanpa cermin yang jernih atas kondisi finansial tahun lalu, resolusi keuangan tahun ini berpotensi hanya menjadi slogan kosong.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada 2024, pengeluaran per kapita masyarakat Indonesia masih terbagi dalam dua pos besar makanan dan bukan makanan. Yang menarik, DKI Jakarta mencatat pengeluaran per kapita tertinggi secara nasional, mencapai Rp 2,79 juta per bulan. Lebih dari separuhnya justru habis untuk pos bukan makanan, mencapai Rp 1,68 juta. Ini mencerminkan satu hal yang tak bisa dibantah, biaya hidup di kota besar makin menekan, terutama untuk hunian, transportasi, dan kebutuhan penunjang gaya hidup.

Realitas ini seharusnya menjadi alarm bagi masyarakat urban. Jika pendapatan tidak tumbuh secepat biaya hidup, maka tanpa perencanaan keuangan yang disiplin, ruang untuk menabung dan berinvestasi akan semakin tergerus. Menata ulang keuangan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Langkah pertama yang kerap disepelekan adalah mengecek ulang jejak keuangan setahun ke belakang. Dari sini biasanya terlihat jelas, berapa banyak pengeluaran yang sebenarnya tidak esensial, tetapi rutin menggerogoti saldo bulanan. Evaluasi semacam ini sering kali menyakitkan, tapi justru penting agar rencana keuangan tidak dibangun di atas asumsi palsu.

Setelah itu, anggaran bulanan perlu disusun ulang secara realistis. Bukan sekadar mencatat, tetapi juga menentukan prioritas. Tagihan wajib, cicilan, dan kebutuhan pokok harus berada di barisan terdepan. Di sisi lain, pos-pos yang lebih bersifat konsumtif mau tak mau harus mulai dipangkas. Tanpa disiplin ini, kenaikan gaji atau tambahan penghasilan pun biasanya hanya berakhir sebagai kenaikan gaya hidup.

Menetapkan tujuan keuangan juga penting, bukan sekadar sebagai pemanis rencana tahunan. Target yang konkret, misalnya membeli gawai baru atau menyiapkan dana pendidikan memaksa seseorang menghitung secara rasional, berapa yang harus disisihkan tiap bulan, dan dari pos mana pengeluaran harus dikorbankan.

Baca Juga: Stop Panik! Kenali Risiko Keuangan Jika Abaikan Sinking Fund

Namun, satu pilar yang paling sering diabaikan tetaplah dana darurat. Banyak orang masih menganggap tabungan sebagai uang bebas pakai, padahal dana darurat seharusnya hanya disentuh saat kondisi benar-benar genting, seperti kehilangan pekerjaan atau sakit serius. Idealnya, dana ini minimal setara tiga hingga enam bulan pengeluaran rutin. Tanpa bantalan ini, satu kejadian tak terduga saja bisa langsung menjatuhkan kondisi keuangan ke jurang utang.

Soal investasi, minat masyarakat memang terus tumbuh. Tetapi masalahnya bukan hanya soal mulai, melainkan juga soal memilih. Tanpa memahami profil risiko, investasi justru bisa berubah dari alat mencapai tujuan menjadi sumber stres baru. Terlalu agresif bisa membuat tidur tak nyenyak, terlalu konservatif bisa membuat nilai uang tergerus inflasi.

Di tengah kondisi ini, bank digital seperti Bank Neo Commerce melihat peluang untuk mendorong masyarakat masuk ke produk investasi yang lebih terjangkau, mulai dari deposito hingga reksa dana. Dengan nominal awal yang kecil, akses investasi memang jadi lebih inklusif. Namun, kemudahan akses ini juga menyimpan tantangan, literasi tetap harus berjalan seiring, agar keputusan investasi tidak sekadar ikut-ikutan tren.

Direktur Bisnis PT Bank Neo Commerce Tbk Aditya Windarwo menyoroti, bahwa dulu produk wealth management identik dengan modal besar, sementara kini bisa dimulai dari puluhan ribu rupiah. Menurutnya, pendekatan ini penting untuk membangun kebiasaan berinvestasi sejak dini, terutama di kalangan masyarakat non-profesional seperti mahasiswa dan ibu rumah tangga.

Ke depan, tantangan terbesar bukan lagi soal ketersediaan produk keuangan, melainkan bagaimana masyarakat menggunakan produk tersebut secara bijak. Di tengah tekanan biaya hidup yang kian berat, menata keuangan bukan hanya soal mencari imbal hasil, tetapi juga soal bertahan hidup secara finansial. Tahun baru seharusnya bukan sekadar resolusi baru, tetapi juga titik balik untuk bersikap lebih realistis terhadap kondisi dompet sendiri.

Baca Juga: Cara Mudah Mengatur Daftar Belanja Bulanan biar Uang Tidak Cepat Habis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ramalan Zodiak Besok Kamis 14 Mei 2026, Aries Panen Hasil hingga Pisces Emosional

Cek ramalan zodiak lengkap besok Kamis 14 Mei 2026, mulai Aries hingga Pisces soal cinta, karier, keuangan, dan kesehatan.​

Jaga Kualitas Udara Rumah, Ini Solusi Azko untuk Kesehatan Keluarga

Azko luncurkan Norium, air purifier unik dengan lampu LED dan fitur sterilizer. Teknologi ion plasma yang menjaga udara higienis.

Jangan Asal Praktis, Herbalife Ingatkan Pentingnya Sarapan Bergizi Seimbang

​Herbalife kembali mengingatkan pentingnya sarapan sehat sebagai langkah sederhana untuk menjaga energi dan produktivitas sehari-hari.

4 Bahaya Makan Mie Instan Terlalu Sering, Hipertensi dan Obesitas Mengintai

Kenikmatan mie instan bisa berujung bahaya. Berikut 4 bahaya makan mie instan terlalu sering yang wajib Anda ketahui.

Prakiraan Cuaca Besok (14/5) dan Lusa di DKI Jakarta, Hujan Turun di Daerah Ini

BMKG memperkirakan cuaca besok di wilayah DKI Jakarta akan didominasi cuaca cerah, sedangkan lusa akan didominasi hujan ringan.

Musim Pancaroba Bikin Tubuh Rentan Sakit, Ini Tips Jaga Imun dari Dokter

Perubahan cuaca ekstrem saat musim pancaroba membuat tubuh lebih rentan terserang penyakit.​ Simak tips menjaga imun dari dokter berikut ini!

Reli Pasar Terjegal, Ini Kripto yang Bertahan di 5 Kripto Top Gainers

Di pasar yang sedang terkoreksi, Injective (INJ) justru menanjak 21% dan menduduki puncak kripto top gainers 24 jam terakhir.

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Kamis (14/5), Hampir Semua Kota Berawan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur besok, Kamis (14/5), hampir merata berawan dan sebagian  udara kabur.

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok Kamis (14/5), Berawan hingga Hujan Ringan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah besok, Kamis (14/5), didominasi berawan dan sebagian wilayah hujan.

IHSG Tumbang Hampir 2% Pasca-Review MSCI, Investor Disarankan Lakukan Ini

Penghapusan sejumlah saham dari indeks MSCI lebih bersifat teknikal terkait metodologi bobot dan likuiditas, bukan kerusakan fundamental.