MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi kembali bergerak dalam tekanan pada perdagangan Kamis, 25 Juni 2026, setelah sehari sebelumnya terkoreksi tajam 3,56% ke level 5.883,88. Berikut proyeksi IHSG dan rekomendasi saham hari ini dari BNI Sekuritas.
Pelemahan IHSG kemarin juga diiringi aksi jual bersih (net sell) investor asing sebesar Rp 1,17 triliun, terutama pada saham-saham besar seperti BBRI, TPIA, AMMN, BMRI, dan BUMI.
Muhammad Lutfi Permana, Retail Research Analyst BNI Sekuritas menjelaskan, sentimen pasar masih dibayangi oleh hasil tinjauan aksesibilitas pasar MSCI yang mengecewakan pelaku pasar, ditambah pelemahan nilai tukar rupiah yang memicu kekhawatiran terhadap aliran modal asing.
Dari eksternal, Wall Street ditutup bervariasi dengan Nasdaq dan S&P 500 melemah akibat berlanjutnya aksi jual pada saham-saham semikonduktor.
Secara teknikal, IHSG telah kembali bergerak di bawah level psikologis 6.000. Selama belum mampu kembali menembus area tersebut, indeks berisiko melanjutkan fase konsolidasi hingga koreksi lanjutan.
Pergerakan IHSG hari ini kemungkinan dibatasi dengan batas bawah kuat atau support 5.845 – 5.750, serta resistance 6.010 – 6.070.
Baca Juga: IHSG Masih Berpotensi Jatuh, Begini Proyeksinya dari BRI Danareksa Sekuritas (25/6)
Rekomendasi saham
Berikut sejumlah saham pilihan dari BNI Sekuritas. Rekomendasi speculative buy bisa dipertimbangkan lantaran saham diperkirakan memiliki potensi kenaikan di masa mendatang.
• MYOR
Spec Buy di area 1.850–1.840
Target: 1.885–1.910
Cut loss: < 1.835
• AADI
Spec Buy di area 7.950–7.900
Target: 8.125–8.200
Cut loss: < 7.875
• TLKM
Spec Buy di area 2.500–2.480
Target: 2.540–2.570
Cut loss: < 2.470
• KLBF
Spec Buy di area 765–755
Target: 780–790
Cut loss: < 750
• BFIN
Spec Buy di area 715–710
Target: 725–735
Cut loss: < 705
• UNVR
Spec Buy di area 1.685–1.675
Target: 1.710–1.735
Cut loss: < 1.670
Rekomendasi saham ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Sesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar, investor disarankan lebih selektif dalam memilih saham dan menerapkan manajemen risiko yang disiplin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News