M O M S M O N E Y I D
Pendidikan

Berikut Cara Mengolah Sekam Padi dan Plastik Jadi Bahan Bangunan Sustainable

Reporter: Nina Dwiantika  |  Editor: Nina Dwiantika


MOMSMONEY.ID – Wirausaha social atau social enterprises menjadi pilihan untuk untuk mengembangkan karir mereka sekaligus memperhitungkan dampak positif yang mereka berikan pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), jumlah wirausaha sosial di Indonesia pada 2023 mencapai sekitar 20.000. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya, yaitu sekitar 15.000. Peningkatan ini perlu terus digalakkan karena masalah disparitas pendapatan, akses ke pendidikan, kesehatan, tingkat pengangguran, dan kesenjangan sosial masih sangat besar di Indonesia.

Nah, Wirausaha sosial dapat membantu menciptakan solusi yang berdampak bagi masyarakat rentan, berkontribusi mengurangi tingkat kemiskinan dan menerapkan kaidah-kaidah keberlanjutan dalam pengelolaan bisnisnya. Salah satunya Plana  yang merupakan wirausaha sosial yang mengolah sampah plastik dan sekam padi (rice husk) menjadi PlanaWood dan PlanaBrick, bahan bangunan yang sustainable nan awet. 

Hadir dengan misi untuk mengubah perspektif mengenai sampah dan memberikan dampak besar bagi masa depan bumi, Plana mendapatkan dana hibah dari DBS Foundation Grant Award 2023 untuk memperluas dampaknya. Pada kesempatan tersebut, DBS Foundation mendistribusikan dana hibah sebesar lebih dari Rp 8 miliar kepada empat wirausaha sosial di Indonesia. 

Kini, Plana akan membagikan kisah perjalanannya serta berbagai tips dalam membangun bisnis sosial yang berdampak bagi lingkungan dan masyarakat, sekaligus bagaimana bisa meraih kepercayaan dari lembaga pemberi dana hibah. Yuk simak di bawah ini :

1.           Kenali masalah untuk cari solusi

Setiap bisnis sosial berawal dari sebuah permasalahan yang perlu dipecahkan. Bagi Plana, sesuai dengan kepanjangannya ‘Plastic for Nature’, permasalahan tersebut adalah limbah plastik dan sekam padi yang tidak terkelola dengan baik. 

Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Indonesia, sepanjang 2024, jumlah timbunan sampah nasional mencapai 21,8 juta ton. Dari total tersebut, sebanyak 42,5% atau 9,3 juta ton sampah tidak terkelola. Lebih dari itu, limbah plastik yang terus menumpuk diperkirakan akan mencapai 780 ribu ton per tahun di lautan kita pada 2025.

Meskipun kini program daur ulang sudah semakin umum, banyak dari solusi yang ada hanya mengubah plastik menjadi produk sekali pakai. Pendekatan ini belum sepenuhnya menyelesaikan masalah, karena semakin sering plastik didaur ulang, kualitasnya semakin menurun hingga akhirnya tetap berakhir sebagai limbah.

Selain itu, ternyata, plastik bukan menjadi satu-satunya sampah yang belum terkelola dengan baik, karena sekam padi juga turut menjadi kontributor. Sampah sekam padi yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari saluran irigasi hingga mencemari udara apabila dibakar. Inilah yang mendorong Plana untuk mencari solusi yang berbeda dengan menghadirkan PlanaWood dan PlanaBrick. 

Kini, Plana mampu mengelola 8 ton sampah plastik dan 16 ton sekam padi per bulan yang kemudian diproses untuk dijadikan pelet kayu. Sampah plastik dan sekam padi ini didapat dari petani dan pemulung.

Baca Juga: Lewat bluRoyal, Nikmati Promo Liburan Untuk Nasabah BCA Digital

2.                             Lakukan riset dan susun rencana bisnis yang berkelanjutan

Setelah mengetahui masalah yang ingin diselesaikan, langkah selanjutnya adalah melakukan riset bisnis. Riset ini penting untuk memahami berbagai hal, seperti siapa target pasar, regulasi bisnis sosial di Indonesia, keunikan bisnis kita, siapa mentor yang bisa membantu, apa yang ingin kita berikan kepada konsumen, dan siapa kompetitor serta bagaimana persaingannya. Selain itu, cari tahu apakah ada bisnis serupa di luar negeri dan siapa inovatornya. 

“Sebelum mendirikan Plana, kami melakukan riset dan pengembangan (R&D) selama sekitar lima tahun. Riset ini mencakup volume limbah plastik dan sekam padi yang terbuang hingga proses produksi dari polymer injection, plastic injection, ke komposit dari plastik. Dari situlah kami menemukan plastik komposit dari sekam padi dan sampah plastik yang menjadi ciri khas Plana. Kami memanfaatkan hasil riset ini untuk menyusun perencanaan bisnis yang juga memperhatikan dampak keberlanjutan,” kata Co-founder & Chief of Sustainability Plana Joshua C. Chandra.

Dalam menyusun rencana bisnis, Joshua juga memberikan insight. Bagi pebisnis pemula, rencana bisnis sangat penting untuk menilai potensi keberlanjutan usaha dan menarik investor. Uniknya, untuk wirausaha sosial, riset dan rencana bisnis biasa tidak cukup karena kita juga perlu mempertimbangkan bagaimana solusi yang ditawarkan dapat mendukung keberlanjutan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Sebelumnya, Plana juga kerap menemukan petani yang membakar sisa sekam padi yang menimbulkan polusi di lingkungan serta efek Gas Rumah Kaca yang beracun. Masalah ini yang kemudian Plana coba atasi, dengan memberikan edukasi terkait pentingnya udara bersih dan menjaga lingkungan. Dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada petani, mereka juga memiliki ilmu baru untuk menangani sampah padi, serta mendapatkan penghasilan dengan menjualnya ke jejaring Plana.

3.                             Berkolaborasi dengan mitra yang tepat 

Dari riset yang sebelumnya kita lakukan, kita tidak hanya bisa menemukan kompetitor atau inspirator, tapi mungkin juga mendapatkan kolaborator. Memilih mitra bisnis yang memiliki visi dan nilai yang sejalan adalah kunci keberhasilan, terutama dalam bisnis sosial. Anda perlu memastikan bahwa mitra yang dipilih juga memiliki komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Ekosistem tim internal dan kolaborasi dengan pihak eksternal yang baik sangat krusial dalam mempercepat pertumbuhan dan memperluas dampak bisnis sosial.

Plana adalah contoh nyata bagaimana inovasi dan kemitraan dapat berjalan beriringan. Berkat visinya akan keberlanjutan, Plana berhasil menerima dana hibah dari DBS Foundation Grant Award 2023, setelah bersaing dengan lebih dari 1.000 pelamar dari enam negara di Asia.

Joshua mengatakan, dukungan dari DBS Foundation memungkinkan Plana untuk meningkatkan skala produksi dan efisiensi di pabrik, sekaligus memperoleh sertifikasi dan hak paten yang diperlukan. Dengan langkah ini, Plana dapat memperkuat reputasi PlanaWood dan PlanaBrick serta membuka peluang ekspansi ke pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

4.                             Melakukan evaluasi, monitor, & pengukuran berkala

Setelah usaha berjalan, evaluasi, pemantauan, dan pengukuran berkala adalah langkah penting dalam memastikan bisnis sosial tetap berada di jalur yang tepat dan mencapai dampak yang diinginkan. Dengan melakukan evaluasi secara rutin, kita dapat memahami sejauh mana strategi yang diterapkan berjalan efektif, apa saja tantangan yang dihadapi, dan bagaimana cara mengatasinya. Monitoring yang baik juga membantu mengidentifikasi peluang untuk inovasi dan pengembangan lebih lanjut.

Di samping menganalisis keuntungan dan hasil penjualan, Plana juga secara berkala mengevaluasi beberapa metriks seperti jumlah limbah plastik dan sekam padi yang berhasil didaur ulang, manfaat ekonomi yang diberikan kepada petani lokal, hingga efisiensi operasional dan keberlanjutan bisnisnya.

Sepanjang tahun 2024, Plana berhasil mengolah 90 ton sampah plastik dan sekam padi. Dengan ini, Plana juga turut berkontribusi pada pemberdayaan petani lokal. Setiap kilogram beras menghasilkan sekitar 600-700 gram sekam padi, yang dengan panen 3-4 kali setahun menghasilkan jumlah limbah yang signifikan yang biasanya hanya dibakar oleh petani. Namun, kali ini petani dapat menjual sekam padi tersebut ke Plana untuk diolah sehingga membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Head of Group Strategic Marketing and Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika menyampaikan, kisah perjalanan Plana sangat menginspirasi dan menjadi sebuah ‘spark’ atau semangat dari sekumpulan anak muda yang memiliki kepedulian tinggi akan keberlanjutan. Dengan adanya organisasi seperti Plana, Bank DBS berharap semakin banyak pelaku bisnis yang beralih menjadi wirausaha sosial, mencari solusi untuk masalah sosial dan lingkungan yang mendesak.

Baca Juga: Nasi Ayam dan Olahan Mie Jadi Menu Makanan Favorit di GoFood

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perhatikan Kualitas Produk Sebagai Upaya Ekspansi Usaha

Pembekalan usaha masih diperlukan untuk bisa meningkatan kualitas produk yang dibuat oleh pelaku UMKM.

Kurangi Sampah Plastik dari Rumah, Manfaatkan Fasilitas Daur Ulang Ini

​SoSoft dan Rekosistem menambah fasilitas pengumpulan sampah anorganik melalui SoSoft X Rekosistem Waste Station di gerai Alfamart Kebayoran Lama

24 Provinsi Ini Berpotensi Hujan Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (1/11)

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Minggu 1 November 2026 dengan status Waspada hujan lebat di banyak provinsi berikut ini.

Sulawesi Selatan Mayoritas Berawan Minggu (31/10), Ini Prakiraan Cuaca Lengkapnya

Prakiraan cuaca besok di Sulawesi Selatan berawan dan cerah berawan. Tidak ada satupun yang diramalkan akan turun hujan.

Ramalan Shio Besok Minggu 1 November 2026: Anjing Jadi Shio Paling Hoki Banget

Simak ramalan shio Minggu 1 November 2026 berikut ini. Cek peruntungan 12 shio mulai dari karier, keuangan, asmara, hingga kesehatan.

Ramalan Zodiak Besok Minggu 1 November 2026, Hindari Kesalahpahaman Relasi

Cek ramalan zodiak besok Minggu 1 November 2026, mulai dari asmara, karier, keuangan hingga kesehatan. Simak prediksinya di sini.

Cek Lagi Harga Pangan di Hari Terakhir Bulan Oktober ini Moms

Berikut disajikan harga-harga pangan yang dirilis dari PIHPS Bank Indonesia untuk hari Sabtu, 31 Oktober 2026.

Jadwal Hylo Open 2026: 3 Wakil Indonesia Bertanding Menuju Partai Final

Jadwal Hylo Open 2026 babak semifinal, Sabtu (31/10), sebanyak 3 wakil Indonesia berlaga menuju partai puncak.

Crocs Grand Indonesia Tampil dengan Konsep Toko Interaktif, Ada Promo Menarik

Crocs Grand Indonesia tampil beda, dengan toko yang mengajak pengunjug untuk bisa lebih interaktif. Ada promo juga, lo. 

Masuk Pasar Indonesia, TrueLAB Tawarkan Produk Perawatan Rambut ala Korea Ini

Tren Korean haircare kian menarik perhatian, True.LAB asal Korea masuk ke pasar Indonesia dengan menawarkan produk perawatan rambut ini​.