M O M S M O N E Y I D
Bugar

Batu Saluran Kemih Bisa Berujung Gangguan Ginjal, Kenali Cara Mencegahnya

Batu Saluran Kemih Bisa Berujung Gangguan Ginjal, Kenali Cara Mencegahnya
Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Gangguan batu saluran kemih, pembesaran prostat, hingga penyakit ginjal masih menjadi masalah kesehatan yang perlu diwaspadai.

Kondisi tersebut bahkan bisa saling berkaitan sehingga membutuhkan penanganan yang tepat sejak dini.

Ketua Urology & Nephrology Clinic Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Boyke Budiman Sumantri, Sp.U., mengatakan gangguan saluran kemih, prostat, maupun ginjal memerlukan penanganan yang terintegrasi agar pasien mendapatkan terapi yang sesuai.

"Gangguan saluran kemih, prostat, maupun ginjal sering kali saling berkaitan dan membutuhkan kolaborasi antarspesialis agar pasien memperoleh penanganan yang tepat," ujarnya Rabu (29/7).

Baca Juga: Jangan Sepelekan Batu Saluran Kemih, Risiko Komplikasinya Mengintai

Menurutnya, penanganan sebaiknya dilakukan sejak deteksi dini, diagnosis, terapi medis, tindakan minimal invasif, hingga rehabilitasi agar pasien memperoleh perawatan yang lebih cepat, akurat, aman, dan nyaman.

Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD.KGH, FINASIM, mengingatkan penyakit ginjal sering berkembang tanpa gejala yang khas.

"Penyakit ginjal sering berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan keluhan yang khas. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah yang sangat penting untuk mencegah penurunan fungsi ginjal yang lebih berat," katanya pada kesempatan yang sama. 

Ia menyarankan orang dengan hipertensi, diabetes, batu saluran kemih berulang, atau memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga untuk menjalani pemeriksaan secara berkala.

Langkah ini penting agar gangguan bisa ditemukan lebih awal sebelum berkembang menjadi penyakit ginjal kronis.

Untuk mendukung penanganan pasien, Bethsaida Hospital Gading Serpong menghadirkan Urology & Nephrology Clinic yang menyediakan layanan mulai dari pemeriksaan, terapi medis, tindakan minimal invasif untuk batu saluran kemih dan prostat, hingga layanan hemodialisis dalam satu tempat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.