MOMSMONEY.ID - Baterai menjadi bagian dari banyak perangkat sehari-hari, mulai dari remote, jam, mouse, senter hingga mainan. Namun, saat sudah habis masa pakainya, baterai termasuk limbah elektronik yang perlu dikelola dengan tepat.
AZKO mengajak masyarakat tidak hanya lebih bijak saat memilih baterai, tetapi juga memperhatikan penggunaannya hingga baterai tersebut tidak lagi terpakai. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.
1. Pilih baterai rechargeable
Salah satu cara mengurangi penggunaan baterai sekali pakai adalah menggunakan baterai rechargeable yang bisa diisi ulang dan dipakai kembali.
Baterai jenis ini bisa menjadi pilihan untuk perangkat yang digunakan secara rutin. Penggunaan berulang juga membantu mengurangi frekuensi pembelian baterai sekali pakai dan timbulan limbah baterai.
2. Cek kondisi sebelum mengganti
Baterai yang masih bisa digunakan sebaiknya tidak buru-buru diganti. Pengguna dapat mengecek kondisinya terlebih dahulu menggunakan battery tester.
Cara ini dapat membantu memastikan apakah baterai masih memiliki daya, sudah lemah, atau memang perlu diganti sehingga masa pakainya bisa dimaksimalkan.
Baca Juga: Generasi Muda Ubah Cara Kelola Uang, Tabungan Kini Punya Tujuan
3. Jangan campur baterai bekas dengan sampah rumah tangga
Baterai yang sudah tidak digunakan termasuk sampah elektronik yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3). Karena itu, baterai bekas sebaiknya dipilah dan disalurkan melalui jalur pengelolaan yang sesuai.
AZKO menyediakan program BISA BAIK (Bersama Atasi Sampah Barang Elektronik) untuk menampung sampah elektronik dari berbagai merek, termasuk baterai.
Program yang telah berjalan sejak 2023 ini memiliki dropbox di 24 toko AZKO yang tersebar di 17 kota. Selain baterai, masyarakat juga dapat menyerahkan berbagai perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai.
Sebagai apresiasi, AZKO memberikan diskon tambahan 10% untuk setiap pembelian produk elektronik pilihan di AZKO bagi pelanggan yang berpartisipasi dalam program tersebut.
Baca Juga: Ini Rahasia Mengelola THR Supaya Tidak Cepat Habis Pasca Lebaran
Head of Corporate Communications & Sustainability PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk Melinda Pudjo mengatakan, “Bagi kami, komitmen keberlanjutan berarti bertanggung jawab atas produk yang kami hadirkan, tidak hanya saat digunakan, tetapi hingga akhir masa pakainya.”
“Karena itu, kami berupaya menghadirkan pilihan produk yang membantu masyarakat menggunakannya secara lebih bijak, sekaligus menyediakan akses penyaluran bagi perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai melalui BISA BAIK dengan AZKO,” lanjutnya dalam keterangan resmi Jumat (21/8)
Menurut Melinda, langkah tersebut diharapkan dapat mendorong kebiasaan yang lebih bertanggung jawab, baik dari sisi konsumen maupun penyedia produk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News