M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Bahayakan Kesehatan, Ini Cara Bersihkan Buah dan Sayur dari Pestisida Berbahaya

Penulis: Raissa Yulianti  |  Editor: Raissa Yulianti


MOMSMONEY.ID - Ini dia cara bersihkan buah dan sayur dari pestisida berbahaya.

Meski tergolong ke dalam jenis makanan sehat, namun buah dan sayur masih berpotensi membahayakan tubuh! Potensi buruk ini sebenarnya disebabkan oleh adanya residu pestisida.

Namun benarkan pestisida dapat benar-benar membahayakan kesehatan manusia? Mari telaah bersama MomsMoney.

Baca Juga: Ini Dia Daftar Makanan Pencegah Asam Urat yang Bisa Anda Coba Konsumsi

Dampak pestisida terhadap kesehatan

Melansir Environment, ada banyak bukti yang menunjukkan potensi dampak penggunaan pestisida pertanian terhadap manusia.

Paparan pestisida sintetik dapat mengiritasi mata & hidung. Dampak yang lebih parah bisa sampai memengaruhi sistem endokrin.

sayuran hijau
sayuran hijau

Tingkat keparahan akibat mengonsumsi buah & sayur yang mengandung pestisida juga bergantung pada cara Anda terpapar.

Jika menelan pestisida, maka efeknya bisa menyebabkan muntah, diare, dan kram. Sementara jika pestisida terhirup, akan menyebabkan pusing, migrain, sakit kepala, dan berkeringat.

Tonton: 8.000 Tentara Korut Bakal Mulai Operasi Tempur dengan Ukraina, Ini Kekuatannya

Sumber makanan pestisida

Yang mengejutkan, pestisida tak hanya ada di dalam buah & sayur saja, tetapi juga pada hewan.

Sumber makanan pestisida teratas di antaranya ada buah apel, stroberi, tomat, mentimun, paprika, pir, bayam, brokoli, hingga seledri.

Jika pada buah & sayur, pestisida hanya menempel pada permukaannya saja, maka pada produk hewani, pestisida ini akan tertumpuk pada bagian lemak hewan. Bahkan memasak daging hewan bisa meningkatkan kadar pestisida tersebut, dilansir dari Kron4.com

Tonton: 8.000 Tentara Korut Bakal Mulai Operasi Tempur dengan Ukraina, Ini Kekuatannya

Cara Menghilangkan pestisida

1. Bilas di bawah pancuran air

Menurut seorang profesional bernama Johnson-Arbor, air langsung dari keran cukup efektif membersihkan pestisida dari buah & sayur.

“Air kerang yang mengalir tetap merupaan metode paling sederhana & teraman untuk menghilangkan kuman & pestisida dari produk,” ujarnya dikutip dari Huff Post.

2. Air garam

Air garam
Air garam

Menggunakan air garam untuk mencuci buah & sayur ternyata dapat menghilangkan pestisida.

Carannya, larutkan garam ke dalam air. Kemudian rendam buah & sayur dala air selama 30 menit. Jangan lupa gosok-gosok buah & sayur. Terakhir, cuci di bawah air mengalir.

Baca Juga: Apakah Minum Kopi Bisa Menurunkan Berat Badan? Ini Ulasannya

3. Selalu mengupas kulit

Mengupas kulit dianggap sebagai cara membersihkan pestisida dari buah.

Namun sebenarnya cara ini tak terlalu baik, karena tubuh berpotensi kehilangan gizi & nutrisi baik yang biasa ada di kulit buah, seperti buah apel, tomat, pir, dsb.

4. Bilas pakai air hangat

Membilas buah & sayur menggunakan air hangat selama 1 menit / lebih terbukti membantu membersihkan residu & pestisida yang menempel pada buah dan sayur.

Baca Juga: 5 Cara Mengajarkan Anak untuk Rajin Cuci Tangan Sejak Dini

Sayangnya, metode ini tidak menghilangkan semua pestisida.

Menurut sebuah studi yang dikurip dari Environment, membilas tomat dengan air hangat membantu mengurangi residu pestisida Klorpirifos sebesar 41%.

Membilas asparagus dengan cara yang sama rupanya hanya menghilangkan sekitar 24% saja. Sementara kubis dalam air hangat efektif menghilangkan kimia pestisida Karbofuran sekitar 93%.

5. Pakai scrubber buah

Scrubber buah atau sikat buah juga bisa digunakan sebagai salah satu cara membersihkan pestisida.

Baca Juga: Cara Tepat Mencuci Buah dan Sayur untuk Menghilangkan Residu Pestisida

Beberapa jenis buah & sayur yang bisa dibersihkan menggunakan scrubber seperti kentang, wortel, apel, pir, dan bhok choy.

Gosok buah dan sayur menggunakan scrubber di bawah air mengalir untuk menghilangkan residu pestisida. Jangan lupa bersihkan scrubber setelahnya supaya bisa digunakan di kemudian hari.

Itu dia deretan cara membersihkan pestisida dari buah dan sayur yang bisa menimbulkan reaksi negatif pada kesehatan tubuh. Tetap berhati-hati sebelum mengonsumsi makanan sehat di atas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Metabolisme Lesu? 5 Buah Ini Bangkitkan Energi, Bikin Jauh dari Sakit

Alpukat kaya lemak baik dan antioksidan menjaga kesehatan usus. Lihat daftar 5 buah super peningkat metabolisme untuk kekebalan tubuh.

Prediksi Mesir vs Iran dan Selandia Baru vs Belgia (27/6): Intip Skor Akhirnya

Prediksi Mesir vs Iran dan Selandia Baru vs Belgia, lengkap dengan jadwal pertandingan, peluang lolos, dan prediksi skor terbaru.

Prediksi Tanjung Verde vs Arab Saudi dan Uruguay vs Spanyol (27/6)

Prediksi Tanjung Verde vs Arab Saudi dan Uruguay vs Spanyol, lengkap dengan jadwal, peluang lolos, dan prediksi skor.

Prediksi Senegal vs Irak: Laga Penentuan yang Wajib Dimenangkan

Prediksi Senegal vs Irak, jadwal pertandingan, susunan pemain, dan prediksi skor laga penentuan Grup I Piala Dunia 2026.  

Prediksi Prancis vs Norwegia: Duel Mbappe dan Haaland Berebut Juara Grup

Prediksi Prancis vs Norwegia, jadwal, prediksi skor, serta duel Mbappe vs Haaland yang menentukan juara Grup I Piala Dunia 2026.  

7 Makanan yang Bisa Mempengaruhi Tekanan Darah Anda

Tahukah bahwa ada beberapa makanan yang bisa mempengaruhi tekanan darah, lho. Apa sajakah itu?         

7 Alasan Pentingnya Rutin Memantau Tekanan Darah bagi Kesehatan

Ternyata ini, lo, beberapa alasan pentingnya rutin memantau tekanan darah bagi kesehatan. Apa sajakah itu?

Sprite Nipis Mint Diluncurkan, Padukan Rasa Jeruk Nipis dan Mint

Coca-Cola Indonesia resmi meluncurkan SPRITE Nipis Mint, memadukan kesegaran asam dari rasa jeruk nipis dengan sensasi mint.

8 Barang di Garasi yang Sebaiknya Jangan Dibuang, Nomor 5 Suka Bikin Menyesal

Jangan buru-buru mengosongkan garasi. Beberapa barang ini sebaiknya tetap disimpan karena bisa berguna di kemudian hari, lo.

Cara Menerapkan Manajemen Keuangan biar Bisnis Stabil dan Siap Berkembang

Manajemen keuangan membantu bisnis Moms lebih sehat, mengatur arus kas, mengurangi risiko, dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.​