MOMSMONEY.ID - Gorengan bisa menyebabkan kolesterol tinggi hingga penyakit jantung. Batasi konsumsi makanan yang digoreng atau dilapisi tepung roti yang tinggi lemak.
Chung Yoon, dokter kardiologi, memaparkan, diet tinggi lemak jenuh dan kolesterol cenderung meningkatkan kolesterol total dan kolesterol LDL. Konsumsilah tidak lebih dari 6 hingga 8 sendok teh lemak dan minyak nabati.
Pilihlah lemak dan minyak tidak jenuh seperti minyak zaitun. Alih-alih menggoreng dengan minyak banyak atau menggoreng, masak dengan cara mengukus, memanggang, membakar, memanggang atau menumis.
Baca Juga: Keterkaitan Antara Gagal Ginjal & Kolesterol: Plak Perlahan Sumbat Arteri
Dilansir dari Healthline.com, konsumsilah setidaknya dua porsi ikan per minggu yang dimasak menggunakan salah satu metode yang lebih sehat untuk membantu memperbaiki kadar kolesterol dan kesehatan jantung. Batasi asupan lemak total tidak lebih dari 25% hingga 35% dari total kalori harian.
Goreng makanan dengan minyak dan lemak sehat
Jenis lemak yang digunakan membuat perbedaan besar pada tingkat kesehatan makanan. Gunakan minyak berikut untuk mengontrol kadar kolesterol:
1. Minyak zaitun
Minyak zaitun cocok untuk menggoreng pada suhu sedang hingga 350°F/180°C. Kaya akan lemak tak jenuh tunggal untuk membantu menurunkan kolesterol LDL dan menambah antioksidan.
2. Minyak alpukat
Minyak alpukat mampu menangani panas yang tinggi dan kaya akan lemak tak jenuh tunggal.
3. Minyak kelapa
Minyak kelapa mengandung asam lemak rantai sedang yang dapat digunakan tubuh dengan cepat sebagai energi. Rasanya yang lembut cocok untuk gorengan manis dan gurih.
Panaskan minyak antara 170-180°C untuk mencegah makanan menyerap lebih banyak lemak. Selain itu, potong makanan menjadi ukuran yang rata agar cepat matang dan menyerap lebih sedikit minyak.
Mengapa makanan yang digoreng bisa meningkatkan kolesterol?
Menggoreng makanan dapat meningkatkan jumlah kalori yang Anda konsumsi. Selain itu, menggoreng dengan jenis minyak tertentu dapat menimbulkan risiko kesehatan.
Menggoreng dengan banyak minyak adalah metode memasak yang umum digunakan di seluruh dunia. Restoran dan jaringan makanan cepat saji sering menggunakannya sebagai cara yang cepat dan murah untuk menyiapkan makanan.
Makanan gorengan yang populer meliputi ikan, kentang goreng, potongan ayam, dan stik keju. Makanan ini cenderung tinggi kalori dan lemak trans, sehingga konsumsi dalam jumlah banyak dapat berdampak negatif bagi kadar kolesterol.
Dibandingkan dengan metode memasak lainnya, menggoreng dengan banyak minyak menambah banyak kalori. Makanan yang digoreng biasanya dilapisi adonan tepung atau tepung kering sebelum digoreng.
Saat digoreng dalam minyak, makanan kehilangan kandungan air dan menyerap lemak yang semakin meningkatkan kandungan kalorinya. Sebagai contoh, satu buah kentang panggang kecil sekitar 138 gram mengandung 128 kalori dan 0,18 g lemak.
Sedangkan, kentang goreng dengan berat yang sama (138 g) mengandung 431 kalori dan 20 g lemak. Contoh lainnya, fillet ikan kod panggang seberat 100 g mengandung 105 kalori dan 1 g lemak.
Sementara, ikan goreng dengan berat yang sama mengandung 200 kalori dan 10 g lemak.
Konsumsi gorengan meningkatkan berbagai risiko penyakit
Ada hubungan antara konsumsi makanan yang digoreng dan risiko penyakit kronis. Semakin sering mengonsumsi makanan yang digoreng, semakin besar pula risikonya terkena diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan obesitas:
1. Penyakit jantung
Mengonsumsi makanan yang digoreng dapat berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi, kadar kolesterol HDL yang rendah, dan obesitas. Semuanya merupakan faktor risiko penyakit jantung.
2. Diabetes
Mengonsumsi makanan yang digoreng meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2. Orang yang mengonsumsi 4-6 porsi makanan yang digoreng per minggu memiliki kemungkinan 39% lebih besar untuk terkena diabetes tipe 2.
Demikian pula, mereka yang mengonsumsi makanan yang digoreng sebanyak 7 kali atau lebih dalam seminggu memiliki kemungkinan 55% lebih tinggi untuk menderita diabetes tipe 2.
3. Obesitas
Makanan yang digoreng mengandung lebih banyak kalori dibandingkan makanan yang tidak digoreng. Sehingga, mengonsumsinya dalam jumlah banyak dapat meningkatkan asupan kalori secara signifikan.
Hal ini dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan. Lemak trans dalam makanan yang digoreng dapat berperan signifikan dalam kenaikan berat badan, karena dapat memengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan dan penyimpanan lemak.
Baca Juga: Jangan Hanya Mengandalkan Obat Kolesterol ya, Coba Alternatif Alami Berikut
Makanan lain yang harus dihindari penderita kolesterol tinggi
Berikut berbagai daftar makanan yang harus dihindari penderita kolesterol tinggi:
1. Hamburger
Hamburger merupakan makanan berbasis hewan yang tinggi lemak jenuh, berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol. Daging merah giling sebaiknya dihindari atau dibatasi karena kandungan lemak jenuhnya yang tinggi.
Pilih protein hewani tanpa kulit dan rendah lemak seperti dada ayam tanpa kulit yang lebih sehat. Daging-daging ini cenderung tidak meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
2. Daging olahan dan hot dog
Daging olahan seperti daging asap dan sosis mengandung zat karsinogen. Daging-daging ini juga tinggi lemak jenuh dan natrium. Satu hot dog mengandung sekitar 25 persen dari batas harian natrium yang direkomendasikan dan hampir 30 persen dari batas harian lemak jenuh.
Ganti daging merah olahan dengan kacang-kacangan dan protein nabati seperti kacang-kacangan, kacang polong, dan tahu.
3. Keripik kentang
Makanan ringan olahan seperti keripik kentang cenderung menggabungkan kadar lemak tinggi dengan gula dan garam. Makanan ini juga relatif tinggi kalori, tetapi tidak menawarkan banyak nutrisi.
Makanan olahan juga bersifat inflamasi dan peradangan itu sendiri merupakan faktor risiko kolesterol tinggi dan penyakit jantung.
Sebagai gantinya, konsumsi kerupuk gandum utuh sebagai camilan. Makanan tersebut mengandung lebih sedikit kalori, lemak, serta dapat menjadi sumber serat yang baik untuk kesehatan jantung.
4. Kentang goreng
Sulit untuk menghindari lemak jenuh saat mengonsumsi makanan cepat saji. Kentang goreng tidak mengandung kolesterol, tetapi mengandung banyak lemak jenuh.
Menggoreng dengan minyak banyak sama saja memasukkan senyawa inflamasi ke dalam makanan. Kentang panggang yang dibumbui dengan rempah-rempah bisa jadi alternatif yang lebih baik.
Gunakan semprotan minyak zaitun untuk membuat bagian luar kentang menjadi renyah.
5. Keju olahan
Produk keju olahan dan saus keju kalengan bukanlah pilihan yang sehat. Proses pengolahannya dapat menambahkan lemak jenuh, lemak trans, natrium, dan gula yang dapat meningkatkan kolesterol.
Keju olahan juga cenderung memiliki rasa yang lebih lembut dan kuat.
6. Es krim
Es krim terbuat dari susu dengan kandungan lemak yang sangat tinggi dan ditambahkan gula. Ganti dengan yogurt rendah gula dan lemak, Anda juga bisa menambahkan buah untuk menambah kelezatan.
7. Berbagai pilihan kue
Kue kering mengandung banyak gula serta dibuat dengan mentega yang tinggi lemak jenuh. Hal ini dapat meningkatkan kadar trigliserida dan kolesterol.
Pilih muffin gandum utuh yang sedikit manis atau roti pisang sebagai gantinya. Itulah penjelasan mengenai berbagai makanan dan gorengan yang menyebabkan kolesterol tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News