MOMSMONEY.ID - Bagi pekerja yang tengah menanti Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026, kewaspadaan ekstra kini diperlukan. Pekerja dimbau agar hati-hati terhadap tautan palsu dan pesan berantai yang mengatasnamakan BSU 2026 ya.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta pekerja tak sembarangan mengeklik tautan atau memberikan data pribadi, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK), kepada pihak yang tidak terverifikasi. Pekerja pun diminta tak mudah percaya pada informasi yang mengatasnamakan Kemnaker.
“Jangan mudah percaya pada informasi di luar kanal resmi Kemnaker dan jangan pernah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas,” ujar Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker Indah Anggoro Putri dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10).
Menurut Indah, penipuan BSU dapat dilakukan melalui pesan berantai WhatsApp atau pesan langsung alias direct message (DM) yang menyertakan tautan palsu.
Baca Juga: Tetap Bugar di Tengah Kesibukan! Ini 7 Pola Makan Hidup Sehat untuk Pekerja Kantoran
Nah, pekerja harus waspada jika tautan tersebut meminta data pribadi atau menjanjikan pencairan BSU dengan cara yang tidak jelas. Logo Kemnaker yang tercantum pada pesan atau situs juga tidak menjamin keaslian informasi.
Informasi resmi mengenai BSU dapat dipantau melalui kanal komunikasi Kemnaker dan laman bsu.kemnaker.go.id. Jika laman tersebut belum dapat diakses, pekerja diminta menunggu pengumuman resmi dan tidak menggunakan tautan alternatif yang belum terverifikasi.
Adapun, empat langkah yang perlu dilakukan untuk melindungi data pribadi antara lain:
- Periksa alamat situs dengan teliti sebelum mengeklik tautan atau memasukkan data.
- Jangan memberikan kode OTP, PIN, atau kata sandi kepada pihak lain.
- Jangan membayar biaya apa pun dengan iming-iming pencairan BSU.
- Jika ragu, tutup tautan dan periksa informasi melalui kanal resmi Kemnaker.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News