MOMSMONEY.ID - Apakah penggunaan sabun kewanitaan aman untuk kesehatan vagina Anda?
Ya, sabun kewanitaan hadir dengan janji manis berupa bersih sempurna, segar sepanjang hari, dan wangi. Namun faktanya, vagina adalah area yang mampu untuk membersihkan sendiri, lo.
Salah satunya melalui keputihan yang secara alami membawa bakteri keluar dari area vagina.
Baca Juga: Vagina Sehat Terjaga, 5 Makanan Wajib Ada di Menu Harian Anda
Perlu diketahui bahwa area vagina memiliki sifat yang asam. Area ini sangat cocok ditempati oleh sekumpulan bakteri baik yang memiliki kemampuan untuk melindungi vagina dari infeksi.
Nah, di sinilah masalah muncul. Ketika Anda rutin memberikan area intim sabun kewanitaan yang di dalamnya mengandung parfum dan bahan kimia lainnya dengan tujuan agar area kewanitaan bersih dan wangi.
Berikut beberapa efek samping menggunakan sabun kewanitaan yang perlu Anda ketahui, dikutip dari hellosehat.com:
Baca Juga: Mau Vagina Rapat? Lakukan 3 Olahraga Ini Secara Teratur Moms
1. Vagina menjadi kering
Menggunakan sabun kewanitaan bisa membuat area vagina menjadi kering. Meski kondisi ini bukan hal yang berbahaya, namun bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan mudah mengalami luka.
Selain itu, vagina yang kering juga membuat aktivitas hubungan intim bisa terasa sakit karena kurangnya pelumas di vagina.
2. Infeksi vagina
Pertimbangkan kembali jika Anda ingin menggunakan sabun kewanitaan. Bila perlu, tanyakan langsung kepada ahlinya.
Sabun kewanitaan adalah produk yang mengandung pewangi atau pewarna. Di mana hal tersebut bisa mengubah keasaman vagina dan membuat kadar bakteri baik berkurang.
Jika pH terganggu, maka Anda akan lebih mudah terinfeksi bakteri dan jamur di vagina. Biasanya akan memunculkan rasa gatal, keputihan tidak normal, hingga ada rasa panas seperti terbakar.
Baca Juga: 8 Ciri-Ciri Diabetes di Usia Muda pada Wanita, Salah Satunya Vagina Terasa Gatal
3. Penyakit kelamin
Efek samping berikutnya dari penggunaan sabun kewanitaan adalah bisa mendatangkan penyakit kelamin.
Hal ini terjadi karena rusaknya keseimbangan bakteri baik di vagina yang melindungi dari infeksi. Jadi, penggunaan sabun ini bisa meningkatkan risiko terkena penyakit kelamin dari aktivitas seksual yang tidak aman.
4. Radang panggul
Menggunakan sabun kewanitaan juga berisiko menyebabkan penyakit radang panggul. Kondisi ini terjadi karena infeksi pada rahim, saluran tuba, dan ovarium.
Ada beberapa gejala dari sakit radang panggul ini, seperti nyeri di perut bagian bawah, keputihan tidak normal, perdarahan setelah berhubungan, sakit saat berhubungan, demam sekaligus menggigil, serta sakit saat buang air kecil.
Baca Juga: Kesehatan Miss V Terancam, Cek 6 Makanan Pemicu Keputihan Ini
5. Komplikasi kehamilan
Efek samping yang bisa terjadi akibat menggunakan sabun kewanitaan adalah komplikasi kehamilan. Misalnya saja mengalami kelahiran prematur dan kehamilan ektopik.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang pernah dilakukan dalam jurnal Women's health, bahwa wanita hamil yang mengalami kenaikan pH vagina, hal tersebut dikaitkan dengan kelahiran prematur.
Menggunakan sabun kewanitaan mungkin terasa seperti perawatan, tapi pada kenyataannya, itu lebih sering menjadi awal dari masalah, bukan solusi. Cukup gunakan air bersih dan biarkan area vagina Anda membersihkan sendiri secara alami.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News