M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Apa Penyebab Anak-Anak Menangis? Cari Tahu Penjelasannya di Sini!

Apa Penyebab Anak-Anak Menangis? Cari Tahu Penjelasannya di Sini!
Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Anak-anak memang identik dengan kata menangis. Kendati normal, apakah Anda tahu apa sajakah hal-hal yang bisa menyebabkan seorang anak menangis?

Untuk membantu kebingungan Anda akan tangisan anak yang sulit ditebak penyebabnya, berikut MomsMoney paparkan 7 alasan yang memungkinkan anak-anak menangis sebagaimana dilansir dari Very Well Family. Yuk, simak!

1. Anak mengalami kelelahan

Salah satu alasan paling sering dijumpai di balik tangisan anak-anak adalah kelelahan. Ketika anak lelah, mereka akan mudah gelisah dan meledak-ledak sambil menangis.

Baca Juga: Anak Kecanduan Game? Bisa Jadi Itu Gejala Gaming Disorder

Kelelahan pada anak memang tidak dapat Anda cegah 100%. Namun, Anda dapat meminimalkannya dengan cara menjaga waktu tidur mereka. Mulailah dengan mengatur waktu tidur yang sesuai dengan tingkatan usia dan usahakan supaya anak rutin untuk tidur siang. Apabila anak menunjukkan tanda-tanda ingin mengamuk dengan mata yang berkaca-kaca namun terlihat mengantuk, Anda dapat menidurkan mereka agar mereka tidak lepas kendali.

2. Lapar

Balita atau anak kecil kemungkinan besar akan memberi tahu Anda bahwa mereka lapar, kecuali jika mereka terlalu sibuk bermain. Ketika anak tidak terlalu bisa mengutarakan keinginannya untuk makan, mereka cenderung akan menangis untuk memberikan sinyal kepada Anda tentang rasa laparnya.

Jika anak sudah lama tidak makan sejak mereka terakhir makan plus suasana hatinya sedang buruk, cobalah untuk menawarkan mereka makan. Ketika Anda dan anak sedang berada jauh dari rumah, bawalah camilan sehat sebagai solusi untuk menahan air mata si kecil dengan cepat.

3. Anak terlalu terstimulasi

Taman bermain atau pesta ulang tahun merupakan tempat yang sangat mungkin diinginkan anak untuk meningkatkan mood mereka. Kendati demikian, tak jarang hiruk pikuk yang ada di dalamnya justru menjadi terlalu berat bagi beberapa anak.

Bisa jadi anak akan meneteskan air mata ketika mereka terlalu bersemangat. Apabila anak Anda menangis tanpa alasan saat berada di lokasi yang bising atau sibuk, berikanlah mereka waktu untuk menepi dan beristirahat. Ajak mereka ke tempat yang lebih tenang dan biarkan mereka duduk di sana selama beberapa menit untuk menenangkan diri.

Jika anak tak kunjung tenang, sebaiknya Anda membawa mereka untuk pulang ke rumah lebih awal.

4. Stres

Stres adalah salah satu alasan bagi banyak orang untuk menangis termasuk anak-anak terutama pada anak yang lebih besar. Penyebab stres pada anak bervariasi. Bisa jadi karena jadwal yang terlalu padat padahal anak memerlukan waktu luang untuk bermain atau bersantai.

Masalah di sekitar anak juga bisa membuat mereka stres, contohnya pernikahan orang tua yang bermasalah, pindah rumah atau sekolah, hingga berita buruk yang mereka lihat di televisi. Sangat mungkin bagi anak untuk menangis ketika mereka merasakan beban dari peristiwa kehidupan yang penuh tekanan.

Untuk mengatasi stres pada anak, Anda dapat mengajarkan cara mengelola stres yang baik kepada mereka melalui pernapasan dalam, meditasi, olahraga, atau aktivitas yang santai.

5. Anak ingin diperhatikan

Menangis adalah cara yang bagus bagi anak untuk mendapatkan perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Ketika Anda merespons tangisan anak dengan meminta mereka untuk berhenti atau menanyakan alasan mengapa mereka menangis, Anda justru dapat mendorong anak untuk melanjutkan tangisannya.

Bila memungkinkan, abaikan saja perilaku mencari perhatian dari anak dengan cara menghindari kontak mata dan tidak memulai percakapan dengan mereka. Ketika anak merasa diabaikan, mereka pun akan sadar bahwa tidak menyenangkan untuk membuat ulah atau berteriak keras ketika tidak ada yang memerhatikan mereka.

Tunjukkan pada anak bahwa mereka bisa mendapatkan perhatian melalui cara yang baik seperti mematuhi aturan. Supaya anak merasa diperhatikan dan jarang menangis demi meminta perhatian, Anda harus menyisihkan waktu Anda setiap harinya untuk bermain bersama mereka.

6. Anak menginginkan sesuatu

Anak kecil tidak mengerti perbedaan antara keinginan dan kebutuhan. Ketika anak menginginkan sesuatu, mereka akan cenderung memaksa keinginannya untuk Anda penuhi pada saat itu juga. Tatkala keinginan mereka Anda tolak, air mata kekecewaan dan keputusasaan pun akan tercipta.

Meskipun penting untuk menunujukkan empati, namun jangan lantas membuat Anda mengiyakan segala permintaan anak karena hal itu sama saja dengan mengajari anak menggunakan air mata untuk memanipulasi.

Ajarkanlah anak tentang cara tepat untuk mengatasi perasaan ketika mereka tidak mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan, misalnya meluapkan perasaan mereka melalui kegiatan menggambar.

7. Anak ingin melarikan diri dari tuntutan

Ketika anak benar-benar tidak ingin melakukan sesuatu misalnya membereskan mainan, air mata tak jarang menjadi cara untuk menyalurkan keengganannya. Air mata ini bisa jadi berasal dari kesedihan, namun bisa juga merupakan tipuan.

Penting bagi Anda untuk mengajarkan anak untuk tetap dapat mengikuti peraturan meski mereka merasa sedih, marah, atau tidak suka. Setiap kali anak merasa kesal karena permintaan yang Anda buat, maka itu menjadi kesempatan untuk membantu mereka belajar mengambil tindakan positif bahkan ketika suasana hati mereka buruk.

Demikian 7 alasan logis yang bisa menjadi penyebab anak Anda menangis. Apabila Anda merasa bahwa tangisan anak Anda tidak normal dan tidak bisa dibendung dengan cara apapun, sangat disarankan bagi Anda untuk membawa mereka ke dokter untuk mendiagnosis kondisi anak secara akurat. Pasalnya, tangisan anak yang terus-menerus bisa diakibatkan oleh masalah medis seperti infeksi telinga.

Selanjutnya: Terapkan Kiat-Kiat Ini untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak Sedari Dini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Laba Bisnis Anda Bohong? EBITDA Ungkap Kekuatan Asli Operasional

Banyak pebisnis mengira laba bersih adalah uang tunai. Waspada, beban non-operasional bisa menekan kas. Kalkulasi EBITDA Anda sangat berpengaruh.

Bukan 50%, Ternyata Ini Batas Aman Cicilan Ideal dari Total Gaji Anda

Punya cicilan tapi gaji pas-pasan? Ketahui batas aman 30% dari total penghasilan Anda agar keuangan tetap sehat. Cek kalkulasi dan strateginya.

Tren Warna Kamar Mandi 2026: Ada Merah dan Kuning di Ruang Pribadi? Yuk Terapkan

Mencari inspirasi warna kamar mandi yang hangat dan menenangkan? Tren 2026 hadirkan palet natural yang bikin betah, lihat rekomendasinya di sini!

Makuku Luncurkan Comfort Fit, Popok Tipis Anti Bocor untuk Anak Aktif Sepanjang Hari

Makuku meluncurkan Comfort Fit, popok inovatif yang dirancang tipis dan cegah bocor untuk anak yang aktif sepanjang hari.

4 Cara Memilih Lipstik Warna Nude agar Tidak Pucat, Warna Bibir Berpengaruh Lho!

Tertarik coba lipstik nude? Berikut MomsMoney bagikan 4 cara memilih lipstik warna nude agar tidak pucat.

Saham Boleh Sampai 20% per Emiten, IFG Progress Ingatkan Soal Risiko

Porsi saham yang lebih besar bisa mendorong imbal hasil, asalkan tetap selaras dengan kewajiban pembayaran manfaat peserta.

Anti Pucat! Ini 4 Warna Lipstik yang Cocok untuk Kulit Kuning Langsat

Ingin tampil lebih percaya diri dengan kulit kuning langsat? 4 warna lipstik ini akan membuat Anda tampak segar dan menawan.

Fenomena Hyrox: Kenapa Olahraga Ini Mendadak Viral? Ternyata Ini Manfaatnya

Mulai dari Jerman 2017, Hyrox kini jadi tren global. Pelajari mengapa ribuan orang ketagihan olahraga hibrida ini segera.

7 Cara Paling Sehat untuk Minum Kopi yang Patut Anda Terapkan

Ini dia beberapa cara paling sehat untuk minum kopi yang patut Anda terapkan. Kira-kira apa saja, ya?

5 Makanan yang Harus Dihindari saat Mengonsumsi Obat Tekanan Darah

Tahukah bahwa ada beberapa makanan yang harus dihindari saat mengonsumsi obat tekanan darah lo. Apa sajakah itu?