MOMSMONEY.ID - Bolehkan penderita asam urat makan hati atau ampela ayam? Penderita asam urat sebaiknya tidak mengonsumsi ampela ayam.
Raja Durai Sam Nishanth, dokter umum dari Medicinenet.com, memaparkan, asupan purin harian yang direkomendasikan adalah 150 mg. Oleh karena itu, ampela ayam harus dihindari.
Ampela ayam memiliki purin dan kandungan lemak yang tinggi, sehingga penderita asam urat sebaiknya menghindari makanan berlemak tinggi untuk mencegah memburuknya gejala.
Selain itu, ampela ayam mengandung kadar natrium yang relatif tinggi yang juga harus dibatasi oleh penderita asam urat. Asupan natrium yang berlebihan dapat memperburuk asam urat.
Baca Juga: Penderita Asam Urat Boleh Makan Ayam Gorang Tanpa Takut Kambuh, Simak di Sini
Bagian ayam yang perlu diperhatikan oleh penderita asam urat
Penderita asam urat tinggi sebaiknya membatasi konsumsi jeroan ayam. Hati dan ampela ayam kaya akan protein, zat besi, dan beberapa vitamin.
Namun, organ dalam ini sebaiknya dibatasi oleh penderita asam urat tinggi. Purin dari makanan diubah menjadi asam urat. Saat tubuh memproduksi terlalu banyak atau tidak mampu mengeluarkannya secara efektif, konsentrasi zat ini dapat meningkat.
Menurut Liu Peng, Kepala Departemen Nutrisi Klinis di Peking University People's Hospital, Tiongkok, penderita asam urat disarankan untuk menghindari makanan tinggi purin seperti berikut:
1. Jantung ayam
Jantung ayam sering ditemukan dalam hidangan yang dipanggang, ditumis, atau disajikan dalam menu hot pot. Meski porsi sekali makan mungkin tidak besar, mengonsumsi banyak jantung ayam bersama dengan daging panggang serta minuman beralkohol dapat meningkatkan jumlah total purin di tubuh.
Kombinasi antara makanan tinggi purin dengan bir atau minuman manis dapat meningkatkan risiko serangan asam urat. Oleh karena itu, penderita asam urat tinggi sebaiknya membatasi konsumsi jantung ayam, menghindari konsumsi dalam jumlah besar secara terus-menerus.
2. Ampela ayam
Ampela ayam merupakan hidangan populer yang sering diolah dengan cara direbus, ditumis, atau dipanggang. Meski komposisi nutrisinya berbeda dengan hati maupun jantung, ampela tetaplah jeroan.
Oleh karena itu, penderita kadar asam urat tinggi perlu membatasi konsumsinya.
Baca Juga: Punya Asam Urat? Makan Pisang Saja Tak Cukup, Buah Semangka Bantu Buang Purin
Apakah ada efek negatif lain setelah mengonsumsi ampela?
Mari kita bahas beberapa sisi negatif dari konsumsi ampela ayam yang berlebihan:
1. Kandungan kolesterol tinggi
Ampela ayam mengandung niasin, namun memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan bagian tubuh ayam lainnya. Anda perlu memperhatikan porsi konsumsi jika memiliki kolesterol tinggi atau risiko penyakit jantung.
Satu porsi seberat 100 gram mengandung sekitar 370 miligram kolesterol. Jumlah ini cukup signifikan karena telah melampaui batas asupan harian yang disarankan, yaitu 300 miligram.
Kabar baiknya, ampela ayam tidak mengandung lemak jenuh dalam jumlah tinggi.
2. Mengandung purin dan risiko asam urat
Kadar purin dalam ampela ayam tergolong dalam kisaran menengah. Di dalam tubuh, zat ini akan diubah menjadi asam urat. Anda perlu berhati-hati jika menderita asam urat atau memiliki masalah ginjal.
Asupan purin yang berlebihan dapat memicu serangan asam urat atau pembentukan batu ginjal. Berdasarkan data, ampela ayam termasuk dalam kategori makanan dengan kadar purin moderat yakni sekitar 142,9-169,8 mg per 100 gram.
Bagi penderita asam urat, sebaiknya konsumsi makanan ini dibatasi dan hanya dilakukan sesekali saja.
3. Kandungan natrium dan lemak tidak sehat
Banyak orang menyukai ampela ayam yang digoreng, namun metode memasak ini mengubah profil nutrisinya secara drastis. Ampela yang digoreng dengan teknik deep-frying akan menyerap minyak tidak sehat dalam jumlah besar.
Bumbu kering, rempah-rempah, dan saus yang sering disajikan bersama ampela goreng justru meningkatkan kadar natrium. Sebagai gantinya, cobalah teknik memasak dengan air fryer, menumis atau merebus perlahan.
Metode-metode ini menjaga kandungan nutrisi tetap utuh sekaligus menghasilkan cita rasa yang lezat.
Baca Juga: Racikan Teh Jahe & Herbal: Lonjakan Asam Urat Tinggi Langsung Dinetralkan!
Cara memasak ampela ayam dengan sehat
Hasil olahan ampela ayam bergantung pada cara Anda memasaknya. Ampela yang empuk berawal dari proses perebusan yang tepat. Rendam ampela yang telah dibersihkan dalam air hingga terendam sepenuhnya dengan kelebihan air sekitar satu inci di atasnya.
Cita rasanya akan semakin kaya jika Anda menambahkan bahan aromatik seperti bawang bombay, seledri, dan daun salam. Didihkan, lalu kecilkan api dan masak perlahan selama 20-45 menit sampai empuk.
Anda bisa memasaknya lebih lama 60-90 menit jika menginginkan tekstur yang sangat lunak. Memasak menggunakan pressure cooker selama 30-40 menit adalah metode yang paling efektif.
Menumis ampela sebentar setelah direbus akan menghasilkan hidangan yang lezat tanpa tambahan lemak berlebih. Cukup panaskan sedikit minyak di wajan dengan api sedang.
Ampela yang sudah direbus sebelumnya hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit untuk dimasak. Tambahkan garam dan merica sesuai selera. Metode ini mempertahankan semua nutrisi penting sekaligus menghasilkan cita rasa yang lezat.
Merebus ampela akan menghasilkan rasa yang luar biasa. Prosesnya sederhana, rebus ampela terlebih dahulu, masak perlahan bersama sayuran dan rempah-rempah dalam sedikit cairan hingga bumbunya meresap.
Teknik braising sedikit berbeda, ampela ditumis atau dipanggang sebentar sebelum dimasak perlahan dalam panci tertutup dengan sedikit cairan. Proses ini membantu menguraikan serat yang alot dan menonjolkan cita rasanya.
Masak perlahan hingga cairan berkurang setengahnya sekitar 7 menit untuk mendapatkan tekstur yang sangat empuk. Itulah informasi mengenai konsumsi hati atau ampela ayam untuk penderita asam urat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News