M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Altcoin Utama Bertahan Naik saat Rupiah Keok, Begini Saran bagi Investor!

Altcoin Utama Bertahan Naik saat Rupiah Keok, Begini Saran bagi Investor!
Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini


MOMSMONEY.ID - Sejumlah altcoin utama bergerak naik, meskipun harga Bitcoin melemah mendekati area US$ 75.000 dari level US$ 80.000. 

Mengacu data CoinGecko, NEAR misalnya naik 27,9% dalam dua pekan terakhir. Pada periode yang sama, RON melonjak 32%, ONDO naik 15,7%, INJ menguat 12,3% dan CHZ naik7,7%. Bahkan, HYPE naik 5,4% hanya dalam 24 jam terakhir.  

Fahmi Almuttaqin, Crypto Analyst Reku, menilai, divergensi pergerakan harga Bitcoin dan altcoin mencerminkan dinamika likuiditas yang menarik. Rotasi likuiditas ke aset kripto selain Bitcoin, kemungkinan mencari peluang setelah Bitcoin terkoreksi.

"Lonjakan ini menandakan bahwa investor sebenarnya tidak sepenuhnya keluar dari instrumen berisiko, dan tren bullish tahap awal yang sudah mulai terbentuk kemungkinan masih bertahan, meski sentimen pasar secara keseluruhan masih berhati-hati dengan volatilitas tinggi," jelas Fahmi mengutip siaran pers, Selasa (19/5).

Hanya, di dalam negeri, investor menghadapi sentimen pelemahan kurs rupiah. Nilai tukar rupiah melemah tembus ke atas Rp 17.700 per dollar AS untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. 

Baca Juga: Ini 5 Kripto Top Gainers saat Pasar Menguji Naik, Token ONDO Jawara!

Rupiah tertekan salah satunya dipicu lonjakan harga minyak kembali ke level US$ 100 per barel akibat konflik Timur Tengah, yang mendorong biaya impor energi dan memperlebar defisit migas Indonesia. Meski Bank Indonesia meningkatkan intervensi devisa, risiko pelemahan dinilai masih kuat selama kondisi ekonomi global belum membaik.

Namun, kata Fahmi, di pasar kripto dalam negeri, saat nilai tukar rupiah melemah, aset kripto dalam rupiah tidak selalu ikut turun.

Ada dimensi yang perlu dipahami investor Indonesia, yaitu kecenderungan melindungi nilai menggunakan aset kripto saat rupiah melemah memang ada, namun korelasinya tidak satu arah. Pergerakan Bitcoin, misalnya, belakangan lebih dipengaruhi sentimen global daripada dinamika rupiah semata.

Dengan dollar AS menguat, harga Bitcoin dalam rupiah sebenarnya menguat, meski dalam dollar Bitcoin turun.

"Artinya, investor lokal yang mengukur aset kripto dalam rupiah mungkin tidak terlalu terpengaruh perbedaan kecil di tengah volatilitas global ini," jelas Fahmi.

Strategi hadapi volatilitas 

Reuters melaporkan bank-bank besar kini memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga lebih lama dari proyeksi sebelumnya. Suku bunga AS yang tinggi menarik modal ke instrumen lebih aman, memperlebar tekanan terhadap rupiah dan seluruh mata uang emerging market.

Di dalam negeri, Bank Indonesia diperkirakan menahan suku bunga BI7DRR di level 4,75% untuk menghadapi tekanan inflasi global dan arus modal keluar.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Turun ke dekat US$ 4.540, Menggerus Kenaikan Kemarin

Dalam kondisi seperti ini, Fahmi menekankan pentingnya pengelolaan portofolio yang terstruktur dan tidak reaktif terhadap fluktuasi jangka pendek.

Diversifikasi tetap menjadi kunci. Jangan menempatkan seluruh dana pada aset berisiko tinggi atau hanya pada satu mata uang. Strategi Dollar Cost Averaging menjadi semakin menarik di tengah pelemahan pasar saat ini.

Yang tidak kalah penting, memahami tujuan investasi. Jika orientasinya jangka panjang, fokus pada fundamental dan hindari spekulasi berlebihan. "Pastikan dana cadangan sudah terpenuhi sebelum berinvestasi, dan jauhi leverage yang terlalu berisiko," saran Fahmi.

Fahmi juga mengingatkan investor untuk terus memantau perkembangan kebijakan ekonomi global, khususnya sinyal dari pejabat The Fed dan data ekonomi AS terbaru, karena dinamika tersebut akan terus mempengaruhi pasar finansial secara luas termasuk di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Waspada Udara Kabur, Pantau Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Kamis (23/7)

​BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur pada Selasa (21/7) didominasi berawan. Sejumlah wilayah diprediksi mengalami cuaca kabur.

Ramalan Zodiak Besok Kamis 23 Juli 2026: Leo Bersinar, Gemini Lebih Teliti

Yuk cek ramalan zodiak besok Kamis 23 Juli 2026, simak prediksi karier, cinta, keuangan, dan kesehatan semua zodiak.

Arus Dana ke ETF Bitcoin Berbalik Positif, Sinyal Bitcoin akan Bangkit?

Perubahan arus dana ETF kerap menjadi salah satu indikator untuk membaca arah sentimen institusi. Simak maknanya bagi prospek Bitcoin!

4 Perbedaan Donat Kentang dan Donat Biasa yang Wajib Diketahui Pecinta Baking

Bingung membedakan donat kentang dengan donat biasa? Inilah 4 perbedaan donat kentang dan donat biasa yang wajib Anda tahu.

4 Sayuran yang Sebaiknya Tidak Dimasak Terlalu Matang agar Nutrisinya Terjaga

4 sayuran yang sebaiknya tidak dimasak terlalu matang. Wajib tahu, berikut MomsMoney bagikan informasinya.

Jangan Asal Beli Emas! Cek Dulu Selisih Harga Jual dan Buyback Hari Ini

Semakin kecil spread, umumnya semakin cepat peluang untuk mendapatkan cuan saat menjual kembali emas.

Berburu Kendaraan di GIIAS 2026, Astra Financial Siapkan Promo Kredit

​Astra Financial menghadirkan berbagai promo pembiayaan mobil, motor, hingga perlindungan asuransi selama GIIAS 2026.

Harga Buyback Emas Kompak Naik: Antam Melejit Rp 54.000, Galeri 24 Masih Tertinggi

Harga buyback emas hari ini naik pada seluruh merek logam mulia. Kenaikan buyback terbesar terjadi pada Antam. Cek selengkapnya di sini!

Bukan Sekadar Kasur, Produk AI Ini Bisa Mengikuti Perubahan Posisi Tidur

​DeRUCCI memperkenalkan kasur pintar yang dapat menyesuaikan tingkat kenyamanan sesuai posisi tubuh pengguna.

Harga Emas Dunia Naik Dua Hari, Morgan Stanley Prediksi Emas ke US$ 4.450

Pasar mengabaikan faktor perang AS-Iran. Morgan Stanley memperkirakan harga emas mencapai US$ 4.450 per troi ons pada kuartal keempat.