MOMSMONEY.ID - Perkembangan teknologi membuat pelaku usaha semakin punya banyak pilihan untuk mengelola bisnis. Bagi koperasi dan usaha kecil dan menengah (UKM), pemanfaatan data dan kecerdasan artifisial alias artificial intellegent (AI) mulai dilihat sebagai salah satu cara untuk membuat proses usaha lebih efisien.
Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Korea-Indonesia Smart Factory Seminar yang digelar di Binus Bekasi pada 18 September 2026.
Seminar tersebut merupakan bagian dari Program ODA Smart Factory yang sebelumnya menggelar pelatihan selama empat hari. Sebanyak 14 perusahaan dan koperasi dengan total 30 peserta mengikuti pelatihan mengenai pemanfaatan data, teknologi digital, dan smart factory.
Baca Juga: AI Bantu Arsitek Menghasilkan Lebih Banyak Alternatif Desain, Begini Cara Kerjanya
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, pelaku usaha juga diperkenalkan dengan pemanfaatan AI untuk mengolah data. Salah satunya melalui workshop penggunaan Orange 3 yang dapat membantu analisis dan visualisasi data.
Dengan pengolahan data, pelaku usaha dapat melihat informasi mengenai proses bisnis secara lebih mudah. Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk menemukan pola maupun bagian dari proses usaha yang masih bisa dibuat lebih efisien.
Daniel Asnur, Pengawas Ahli Utama, Kementerian Koperasi, mengatakan, penerapan teknologi tidak cukup hanya dipahami secara teori. Pelaku usaha juga perlu memiliki kemampuan untuk menggunakannya dalam kegiatan bisnis.
Baca Juga: Tak Perlu Olah Data Rumit, AI Ini Bisa Bantu Analisis Lokasi
"Transformasi digital tidak cukup hanya dengan pengetahuan, tetapi harus diikuti dengan kemampuan untuk menerapkan teknologi secara nyata dalam proses bisnis," ujar Daniel dalam keterangan resmi belum lama ini (18/9).
Menurut Daniel, Program ODA Smart Factory memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas sekaligus dukungan peralatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing koperasi dan UKM.
Program ODA Smart Factory sendiri memasuki tahun terakhir pelaksanaannya pada 2026. Kementerian Koperasi berharap pengalaman dari program tersebut dapat dikembangkan dan diterapkan lebih luas kepada koperasi dan UKM lainnya.
Bagi pelaku UKM, pemanfaatan teknologi pun tidak harus langsung mengubah seluruh proses bisnis. Langkah tersebut dapat dimulai dengan mencatat dan mengelola data usaha dengan lebih rapi, kemudian melihat pekerjaan yang berulang atau proses yang masih memakan banyak waktu.
Baca Juga: Dari Gadget sampai Perkebunan, Begini AI Dimanfaatkan
Dari sana, data dan AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk memahami kondisi usaha dan mencari cara kerja yang lebih efisien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News