MOMSMONEY.ID - PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) menyadari bahwa perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) dapat juga memperbesar celah penipuan di sektor keuangan.
Ya, pesatnya perkembangan AI menjadi pendorong utama transformasi digital di sektor jasa keuangan. Pemanfaatan AI terbukti meningkatkan efisiensi operasional, analisis credit scoring, hingga kecepatan mendeteksi kejahatan siber.
Di balik berbagai peluang yang ditawarkan, inovasi AI turut dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menjalankan modus penipuan yang semakin canggih, mulai dari fraud hingga deepfake.
Menanggapi hal tersebut, AdaKami terus membangun ekosistem pertahanan siber secara proaktif. Public Policy Manager AdaKami Hanadia Pasca Yurista menekankan pentingnya human oversight dalam adopsi AI.
"AdaKami mengoptimalkan penggunaan AI untuk meningkatkan efektivitas proses bisnis, mulai dari efisiensi analisis risiko, deteksi fraud, hingga otomatisasi layanan kepada konsumen," jelas Hanadia dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8).
Baca Juga: Tips Hadapi Pelanggaran Penagih Pinjol, Indosaku Ingatkan Jangan Takut Lapor
Namun, dalam implementasinya, AdaKami memegang teguh prinsip human oversight, di mana AI berperan sebagai instrumen pendukung, sedangkan keputusan yang berdampak langsung terhadap konsumen tetap berada di tangan manusia.
"Pendekatan ini memastikan seluruh kegiatan operasional AdaKami berjalan secara akuntabel, dan sepenuhnya patuh terhadap UU Pelindungan Data Pribadi serta Pedoman Kode Etik AI Industri Jasa Keuangan yang diawasi langsung oleh OJK,” ujar Hanadia.
Kepala Bidang Talent Development ADIGSI Dr. Charles Lim menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun tata kelola AI.
"Kolaborasi erat antara pemerintah, asosiasi, akademisi, masyarakat, dan pelaku industri seperti AdaKami menjadi kunci dalam membangun ekosistem keamanan siber yang mampu menjawab tantangan di masa depan," kata Charles.
AdaKami, pinjaman daring yang berizin dan diawasi OJK, secara berkelanjutan menggelar berbagai program edukasi penanganan fraud dan penipuan digital yang berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan literasi masyarakat dalam mengenali modus penipuan, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News