M O M S M O N E Y I D
Bugar

9 Kelompok Orang yang Sebaiknya Menghindari Konsumsi Madu

9 Kelompok Orang yang Sebaiknya Menghindari Konsumsi Madu
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Beberapa orang perlu hati-hati konsumsinya. Ini dia kelompok orang yang sebaiknya menghindari konsumsi madu ya. Siapa saja?

Madu selama ini dikenal sebagai cairan manis alami yang menawarkan beragam manfaat kesehatan. Kandungan nutrisi di dalamnya membuat madu sering dianggap sebagai pengganti gula yang lebih sehat.

Madu mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan yang berfungsi memberikan energi, membantu tidur lebih nyenyak, menurunkan kadar kolesterol jahat, meredakan sakit tenggorokan, mempercepat pemulihan luka, hingga menyehatkan kulit dan rambut.

Hal ini disampaikan oleh dr. Tran Thi Tra Phuong dari Departemen Nutrisi dan Dietetika Rumah Sakit Umum Tam Anh, Hanoi.

Namun, tidak semua orang bisa menikmati madu dengan aman. Ada kelompok tertentu yang justru berisiko mengalami gangguan kesehatan apabila mengonsumsi madu secara berlebihan bahkan dalam jumlah kecil sekalipun.

Mengetahui siapa saja yang sebaiknya berhati hati adalah langkah penting agar manfaat madu tidak berubah menjadi masalah.

Baca Juga: Apakah Penderita Diabetes Boleh Mengonsumsi Madu atau Tidak? Ini Kata Dokter

Melansir dari laman VN Express International, berikut ini kelompok orang yang sebaiknya menghindari konsumsi madu:

1. Bayi di bawah usia satu tahun

WHO dan CDC menegaskan bahwa madu sebaiknya tidak diberikan pada anak di bawah 12 bulan. Alasannya, madu yang disimpan terlalu lama bisa mengandung spora Clostridium botulinum.

Sistem pencernaan bayi yang masih lemah tidak mampu menetralkan spora ini sehingga berpotensi menimbulkan botulisme, yakni keracunan serius yang bisa menyebabkan kelumpuhan otot, gangguan pernapasan, hingga kematian.

2. Penderita diabetes

Menurut Database Nutrisi Nasional USDA, satu sendok makan madu mengandung sekitar 64 kalori dan 17 gram gula, terutama fruktosa dan glukosa. Kandungan ini dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.

Karena itu, penderita diabetes harus berhati hati dan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi madu agar tidak memicu lonjakan gula darah yang berbahaya.

3. Orang yang memiliki riwayat alergi

Mereka yang memiliki riwayat alergi serbuk sari, propolis, atau sengatan lebah berisiko mengalami reaksi alergi terhadap madu.

Gejalanya bisa ringan seperti gatal, ruam, dan bengkak di area wajah, hingga berat seperti sesak napas dan syok anafilaksis. Bagi penderita alergi, menghindari madu sepenuhnya adalah langkah paling aman.

Baca Juga: 4 Manfaat Madu Manuka Untuk Kesehatan, Bantu Bersihkan Usus

4. Orang yang memiliki tekanan darah rendah

Madu kaya kalium yang dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Walaupun bermanfaat bagi sebagian orang, bagi orang yang memiliki tekanan darah rendah kondisi ini bisa semakin memperburuk gejala seperti pusing, lemas, atau gangguan konsentrasi.

5. Penderita sindrom iritasi usus besar

Fruktosa dalam madu dapat memicu efek pencahar alami. Pada penderita sindrom iritasi usus besar, konsumsi madu sering memperburuk keluhan berupa perut kembung, diare, dan nyeri perut.

6. Penderita penyakit hati

Hati adalah organ penting dalam metabolisme gula. Madu yang tinggi kandungan gula bisa membebani fungsi hati, terutama pada penderita penyakit hati berlemak non alkohol. Konsumsi berlebihan berisiko menambah penumpukan lemak di hati sehingga kondisi semakin memburuk.

Baca Juga: Menilik Khasiat Madu Manuka untuk Asam Lambung yang Tidak Banyak Diketahui

7. Orang obesitas

Meski lebih sehat dibandingkan gula rafinasi, madu tetap tinggi kalori. Konsumsi berlebihan bisa meningkatkan asupan energi harian, memicu penambahan berat badan, dan memperlambat usaha menurunkan berat badan.

Rasa manis madu juga dapat merangsang nafsu makan sehingga membuat seseorang lebih sulit mengontrol pola makan.

8. Pasien pasca operasi

Madu diketahui bisa memengaruhi proses pembekuan darah. Hal ini membuat konsumsi madu setelah operasi berpotensi meningkatkan risiko perdarahan. Karena itu, pasien pasca operasi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi madu.

9. Orang yang sedang mengonsumsi obat tertentu

Madu mentah dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat, termasuk pengencer darah, antibiotik, obat epilepsi yang mengandung fenitoin, hingga obat penurun gula darah. Interaksi ini bisa menurunkan efektivitas obat atau menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.

Baca Juga: 4 Manfaat Madu untuk Wajah, Bekas Jerawat Jadi Cepat Hilang!

Itulah kelompok orang yang sebaiknya menghindari konsumsi madu. Dr. Phuong menegaskan, bahkan orang sehat sekalipun perlu mengonsumsi madu dalam jumlah wajar.

Semua jenis gula, baik alami maupun tambahan, sebaiknya tidak melebihi sepuluh persen dari total kebutuhan kalori harian orang dewasa.

Untuk menjaga manfaat madu tetap optimal, pilih madu murni dan hindari mencampurnya dengan air mendidih karena suhu tinggi bisa merusak enzim serta nutrisi penting.

Dr. Phuong juga mengingatkan, madu sebaiknya tidak dikonsumsi bersama produk kedelai seperti susu kedelai atau susu kacang hijau, karena kombinasi tersebut dapat menimbulkan reaksi biokimia yang berbahaya.

Hal yang sama berlaku pada madu yang dimakan bersamaan dengan makanan laut, karena bisa mengiritasi saluran pencernaan dan berpotensi menyebabkan diare atau keracunan makanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Prediksi Ekuador vs Curacao (21/6): La Tri Wajib Menang Demi Jaga Asa Lolos

Prediksi Ekuador vs Curacao Piala Dunia 2026, duel Grup E pada 21 Juni pukul 07.00 WIB di Kansas City Stadium yang penuh gengsi.  

Tidak Boleh Asal, Ini 5 Cara Merawat Botol Parfum agar Aromanya Tahan Lama

Membeli parfum mahal ternyata belum tentu menjamin aroma awet. Simpan botol parfum di tempat gelap dan stabil suhunya.

Pilih Bra Biasa atau Sport Bra? Ketahui 4 Perbedaannya Sebelum Beli

Bingung mau beli bra biasa atau sport bra? Sebelum beli, ketahui dulu 4 perbedaan sport bra dan bra biasa ini.

Prediksi Belanda vs Swedia Piala Dunia 2026: Duel Sengit Dua Tim Serang

Minggu, 21 Juni 2026, dini hari WIB. Pertandingan krusial Belanda vs Swedia akan sajikan duel taktik dan kualitas pemain. Jangan sapai terlewat.

Prediksi Jerman vs Pantai Gading (21/6): Perebutan Puncak Grup E

Pantai Gading punya kecepatan, Jerman punya lini serang mematikan. Siapa yang akan menang di Toronto Stadium? Cek prediksinya!  

Fitur Baru WhatsApp Android Tingkatkan Interaksi, Tak Perlu Repot Lagi

Jangan lewatkan update WhatsApp Android yang paling ditunggu. Menu pesan baru ini hadirkan tampilan segar dan interaksi lebih intuitif. 

HP Samsung Terbaru: Fitur Kamera S25 Ultra Unggul Jauh dari Seri Lain

Mencari HP Samsung terbaik? Galaxy S25 Ultra hadir dengan Snapdragon 8 Elite, namun ada kejutan di seri S25 & A35. Simak perbandingannya!

Kesehatan Anak Optimal: 7 Manfaat Labu Siam untuk MPASI, Kunci Tingkatkan Imun

Penting memberikan MPASI dengan nutrisi penting. Labu siam murah meriah ini bisa jadi solusi cegah obesitas dan tingkatkan imunitas anak.

Tablet Mini Terbaik: Ukuran Kecil, Performa Juara di 2026

Jangan salah pilih tablet mini. Huawei MatePad Mini dirilis dengan M-Pencil Pro dan layar OLED tajam. Lihat perbandingannya dengan tablet lain!

DBD Bukan Hanya Urusan Anak, Dokter Internist Desak Orang Dewasa Segera Vaksinasi

PAPDI desak vaksinasi DBD untuk dewasa 18–60 tahun karena komorbiditas perbesar risiko komplikasi hingga 7 kali lipat