MOMSMONEY.ID - Ini dia beberapa kebiasaan sehari-hari untuk membantu rutinkan buang air besar. Yuk, coba praktikkan!
Pencernaan yang lancar sering baru terasa penting saat mulai muncul rasa tidak nyaman di perut atau jadwal buang air besar menjadi tidak menentu. Tubuh sebenarnya memiliki ritme alami untuk mengolah makanan dan membuang sisa yang tidak lagi dibutuhkan. Saat ritme tersebut berubah, aktivitas sehari-hari juga bisa ikut terasa kurang nyaman.
Rutinitas buang air besar dipengaruhi oleh berbagai kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari. Cara Anda makan, bergerak, minum, hingga pola istirahat dapat memberi pengaruh pada kerja usus. Karena itu, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten sering kali lebih membantu dibanding langkah yang terlalu drastis.
Baca Juga: 9 Makanan Fermentasi untuk Dikonsumsi supaya Usus dan Pencernaan Tetap Sehat
Kebiasaan Sehari-hari untuk Membantu Rutinkan Buang Air Besar
Melansir dari Verywell Health, berikut beberapa kebiasaan sehari-hari untuk membantu rutinkan buang air besar:
1. Jaga Rutinitas Harian Tetap Konsisten
Buang air besar yang teratur biasanya didukung oleh kebiasaan harian yang juga teratur. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah makan pada jam yang relatif sama setiap hari.
Selain itu, sediakan waktu yang cukup dan suasana yang nyaman saat di toilet. Waktu sekitar 20 hingga 40 menit setelah sarapan atau makan dalam porsi lebih besar sering menjadi momen ketika usus lebih aktif karena tubuh secara alami merespons makanan yang masuk.
2. Konsumsi Makanan Tinggi Serat
Serat membantu menambah volume feses dan membuatnya lebih mudah bergerak di saluran pencernaan.
Anda bisa mendapatkan serat dari makanan seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan aneka polong-polongan.
Secara umum, orang dewasa dianjurkan mengonsumsi sekitar 14 gram serat untuk setiap 1.000 kalori. Rekomendasi harian biasanya sekitar 25 gram untuk wanita dan 38 gram untuk pria, meski kebutuhan dapat berbeda tergantung usia.
Suplemen serat memang dapat membantu memenuhi kebutuhan harian, tetapi serat dari makanan tetap memberi manfaat tambahan seperti rasa kenyang lebih lama dan kandungan nutrisi yang lebih lengkap.
3. Pastikan Tubuh Tetap Terhidrasi
Asupan cairan yang cukup membantu menjaga tekstur feses tetap lebih lunak dan mudah dikeluarkan.
Air yang berasal dari makanan dan minuman akan membantu menjaga kadar air dalam feses. Karena usus besar menyerap air selama proses pencernaan, kebutuhan cairan yang tercukupi membantu mencegah feses menjadi keras dan kering.
Karena itu, menjaga hidrasi setiap hari juga menjadi bagian penting untuk mendukung buang air besar yang lebih lancar.
4. Gunakan Posisi Duduk yang Lebih Nyaman di Toilet
Posisi tubuh saat buang air besar juga dapat memengaruhi kelancaran prosesnya.
Bagi sebagian orang, posisi yang menyerupai jongkok atau duduk dengan lutut sedikit lebih tinggi dari pinggul dapat membantu feses keluar lebih mudah.
Posisi ini membantu otot di area panggul menjadi lebih rileks sehingga jalur keluarnya feses terasa lebih alami dan tidak membutuhkan terlalu banyak tenaga.
Baca Juga: 5 Cara Konsumsi Jahe biar Pencernaan Tetap Sehat
5. Batasi Makanan yang Dapat Memicu Sembelit
Pola makan rendah serat dapat membuat frekuensi buang air besar berkurang dan tekstur feses menjadi lebih keras.
Beberapa jenis makanan yang cenderung rendah serat antara lain makanan olahan, makanan cepat saji, biji-bijian olahan, serta konsumsi minuman yang dapat memicu kehilangan cairan jika berlebihan.
Selain itu, konsumsi beberapa jenis makanan tertentu dalam jumlah berlebihan juga dapat memengaruhi keteraturan buang air besar.
6. Utamakan Tidur yang Berkualitas
Tidur yang cukup membantu menjaga ritme alami tubuh, termasuk sistem pencernaan.
Memiliki jadwal tidur dan bangun yang konsisten dapat membantu tubuh mengatur proses pencernaan dengan lebih baik sehingga pola buang air besar menjadi lebih teratur.
Rutinitas sederhana seperti tidur pada jam yang sama setiap malam dapat memberi pengaruh positif dalam jangka panjang.
7. Gunakan Rangsangan Secara Bertahap Bila Diperlukan
Dalam beberapa kondisi, rangsangan tertentu digunakan untuk membantu membentuk jadwal buang air besar yang lebih teratur. Cara ini biasanya dilakukan secara rutin selama beberapa minggu.
Beberapa bentuk rangsangan yang dapat membantu antara lain olahraga ringan untuk mendukung gerakan usus dan konsumsi minuman tertentu seperti jus plum hangat.
Untuk metode lain seperti penggunaan supositoria, enema, atau pencahar, sebaiknya dilakukan sesuai arahan tenaga medis dan digunakan sebagai solusi jangka pendek.
8. Pertimbangkan Terapi Biofeedback
Terapi biofeedback merupakan metode tanpa obat yang bertujuan melatih kembali otot yang berperan saat buang air besar.
Terapi ini dapat membantu jika otot yang seharusnya rileks justru sering menegang saat buang air besar sehingga prosesnya terasa lebih sulit.
Selama terapi, sensor digunakan untuk memantau aktivitas otot dan memberikan respons visual atau suara agar Anda dapat belajar mengatur dorongan dan relaksasi otot dengan lebih baik.
Baca Juga: 8 Minuman yang Bagus untuk Pencernaan dan Tinggi Serat
Itulah beberapa kebiasaan sehari-hari untuk membantu rutinkan buang air besar. Semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News