MOMSMONEY.ID - Hujan lebat di mana-mana, tapi ada daerah yang mengalami tidak hujan selama lebih dari satu bulan, lo. Di mana saja?
Meski dominan hujan, BMKG menyebutkan, kategori hari tanpa hujan panjang terpantu di:
- Aceh Utara, Aceh selama 40 hari
- Pidie, Aceh selama 39 hari
- Wajo, Sulawesi Selatan selama 33 hari
- Serdang Bedagai, Sumatra Utara selama 32 hari
- Bintan dan Tanjungpinang, Kepulauan Riau selama 32 hari
"Mari tetap bijak menggunakan air bagi wilayah kering," sebut BMKG di akun Instagramnya, dikutip Senin (6/4).\
Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan dengan Metode SMART biar Finansial Lebih Tertata
Memasuki April 2026, BMKG menyebutkan, sekitar 7% wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau.
Wilayah yang sedang mengalami musim kemarau:
- Sebagian kecil wilayah Aceh
- Sebagian kecil wilayah Sumatra Utara
- Sebagian kecil Riau
- Sebagian Sulawesi Tengah
- Sebagian Sulawesi Selatan
- Sebagian Sulawesi Tenggara
- Sebagian kecil Nusa Tenggara Barat
- Sebagian kecil Nusa Tenggara Timur
- Sebagian kecil Maluku
- Sebagian kecil Papua Barat
BMKG memprediksikan, sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau tahun 2026 lebih awal dibandingkan rerata klimatologinya.
Kondisi ini dipicu oleh berakhirnya fenomena La Niña Lemah pada Februari 2026, yang kini telah bergeser ke fase Netral dan berpotensi menuju El Niño pada pertengahan tahun.
Baca Juga: Alamat Gmail Bisa Diganti: Ini Cara Mudah Ubah Email Lama Anda
BMKG mencatat, sebanyak 114 zona musim atau 16,3% wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026, mencakup:
- Pesisir utara Jawa bagian barat
- Sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur
- Sebagian besar Nusa Tenggara Barat
- Sebagian besar Nusa Tenggara Timur
- Sebagian kecil Kalimantan
- Sebagian kecil Sulawesi
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan merinci, 26,3% wilayah menyusul masuk musim kemarau pada Mei 2026, dan 23,3% wilayah pada Juni 2026.
Berdasarkan data tersebut, Ardhasena menegaskan, awal kemarau di 325 ZOM (46,5%) diprediksi maju atau terjadi lebih cepat dari biasanya.
“Wilayah yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih maju meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua,” ujarnya, dilansir dari situs BMKG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News