MOMSMONEY.ID - Simak daftar penyakit mahal yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan dan berisiko menguras tabungan kamu jika tidak disiapkan sejak dini.
BPJS Kesehatan menjadi penopang utama layanan medis bagi jutaan masyarakat Indonesia sejak 2014. Iurannya terjangkau dan cakupannya luas, membuat banyak orang merasa sudah aman secara kesehatan.
Namun kenyataannya, tidak semua penyakit dan tindakan medis bisa ditanggung oleh BPJS. Melansir dari OCBC, masih ada celah perlindungan kesehatan yang sering luput dari perhatian publik.
“Banyak peserta baru menyadari keterbatasan BPJS ketika dihadapkan pada biaya pengobatan yang sangat besar,” mengutip dari laman OCBC.
Baca Juga: Cara Mendapatkan Uang dari Reels Facebook, Ikuti Panduan Langkah Demi Langkahnya
BPJS kesehatan dan batas perlindungan medis
Sebagai program jaminan sosial nasional, BPJS Kesehatan memiliki aturan ketat mengenai manfaat yang bisa ditanggung. Ketentuan ini tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018.
Tujuannya agar dana publik tetap berkelanjutan dan fokus pada layanan medis dasar yang bersifat esensial. Artinya, ada sejumlah kondisi kesehatan dan prosedur medis yang secara resmi tidak masuk dalam tanggungan BPJS dan harus dibayar secara mandiri oleh peserta.
Penyakit akibat wabah dan kejadian luar biasa
Penyakit yang muncul akibat wabah atau kejadian luar biasa tidak menjadi tanggungan BPJS. Kondisi ini dikategorikan sebagai bencana kesehatan nasional.
Dalam praktiknya, pembiayaan biasanya diatur melalui skema khusus pemerintah. Sebagai gambaran, biaya perawatan intensif akibat penyakit menular berat bisa mencapai sekitar Rp184.000.000 untuk masa rawat inap lebih dari dua minggu.
Perawatan estetika dan kosmetika
Semua tindakan medis yang bertujuan mempercantik penampilan tidak ditanggung BPJS. Operasi hidung non-medis, sedot lemak, hingga perawatan kecantikan berbasis teknologi tinggi masuk dalam kategori ini.
Biayanya pun tidak murah, mulai dari belasan juta hingga lebih dari Rp55.000.000, tergantung jenis tindakan dan fasilitas medis.
Baca Juga: Cara Membuat Anggaran Bulanan Realistis biar Keuangan Terkendali di Tahun 2026
Perawatan gigi untuk tujuan estetika
Perawatan ortodontik seperti behel atau veneer yang dilakukan hanya untuk memperbaiki tampilan gigi tidak termasuk jaminan BPJS. Penjaminan baru berlaku jika ada indikasi medis yang jelas.
Di luar itu, biaya pemasangan behel di klinik swasta bisa berkisar Rp8.000.000 sampai Rp25.000.000.
Penyakit akibat penyalahgunaan zat adiktif
Gangguan kesehatan yang timbul akibat konsumsi zat adiktif tidak ditanggung oleh BPJS. Termasuk di dalamnya proses pemulihan, terapi, hingga penanganan komplikasi lanjutan.
Biaya rehabilitasi di Indonesia bervariasi, mulai dari sekitar Rp5.000.000 hingga puluhan juta rupiah per program terapi.
Program kehamilan dan teknologi reproduksi
Layanan seperti inseminasi buatan dan bayi tabung dikategorikan sebagai tindakan pilihan, bukan pengobatan penyakit. Karena itu, BPJS tidak menanggung biayanya.
Di Indonesia, satu siklus program bayi tabung dapat menelan biaya Rp40.000.000 hingga Rp100.000.000, tergantung rumah sakit dan metode yang digunakan.
Pengobatan eksperimental dan uji klinis
BPJS tidak menanggung terapi yang masih dalam tahap penelitian atau belum diakui secara luas di dunia medis. Termasuk di dalamnya terapi gen, sel punca, dan obat uji klinis.
Kebijakan ini dibuat untuk menjaga keamanan pasien sekaligus memastikan dana publik digunakan pada pengobatan yang sudah terbukti secara ilmiah.
Baca Juga: Tabungan Ideal untuk Usia 30 Tahun? Cek Panduan Realistis Amankan Finansial
Pengobatan medis di luar negeri
Seluruh layanan BPJS hanya berlaku di fasilitas kesehatan dalam negeri. Jika pasien memilih berobat ke luar negeri, baik untuk konsultasi maupun operasi, seluruh biaya harus ditanggung sendiri.
Pengobatan lintas negara umumnya membutuhkan dana besar dan perencanaan finansial yang matang.
Strategi finansial agar tidak kaget biaya kesehatan
Keterbatasan BPJS menunjukkan pentingnya kesiapan finansial di luar iuran bulanan. Dana darurat kesehatan, literasi keuangan, dan pemahaman risiko medis menjadi fondasi penting bagi masyarakat usia produktif.
Dari sudut pandang perencana keuangan, kesiapan menghadapi biaya kesehatan besar adalah bagian dari perlindungan hidup jangka panjang yang tidak boleh diabaikan.
Selanjutnya: Panduan Lengkap Pesan Layanan Instant Shopee saat Checkout Belanja
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News